Jembatan Penghubung Antar Desa di Pedalaman Penaron Aceh Timur Rusak Parah

Senin, 1 Januari 2024 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur | Tintamerah.co.id – Jalan penghubung antar desa srimulya dan Penaron baru di Kecamatan Penaron, kabupaten Aceh Timur rusak parah warga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur untuk segera melakukan perbaikan agar tidak jatuh korban saat melintas di jembatan.Senin (1/1/2024).

Ketua pemuda Syahrizal didampingi tokoh Gampong Suryahman mengatakan, kondisi jalan yang rusak itu sudah berlangsung lama dan hingga saat ini belum mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, dan sampai sekarang belum juga ada upaya untuk perbaikan dari pemerintah setempat.

“Sudah sangat parah kondisi jembatan tersebut hampir roboh akibat terkikis abrasi sungai, pemerintah tolong lirik jalan di pelosok ini yang merupakan akses utama warga bepergian dan mengangkut hasil panen,”ujar Syahrizal ketua pemuda

BACA JUGA  Bunga Membengkak, Jerat Pinjaman Online Ilegal Makin Marak

Sementara tokoh gampong Suryahman juga mengatakan Dengan kondisi jalan seperti itu,, dikhawatirkan nantinya akan jatuh korban.

“Kalau ada korban siapa yang bertanggung jawab kalau bukan diri sendiri, makanya pemerintah perhatikan sedikit jalan lintas antar gampong ini agar masyarakat bisa melewatinya dengan aman tanpa harus waspada terus menerus,” ucapnya.

Menurut Suryahman, bukan kali ini saja warga mengeluh terkait kondisi jalan penghubung antar desa yang rusak tersebut. Karena itu, dia meminta agar pemerintah Kabupaten Aceh Timur dapat memperbaiki atau menganggarkan dana untuk perbaikan jalan rusak tersebut.pungkasnya.

(DN)

Berita Terkait

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Berita Terbaru