Jumlah Penerima Bantuan Sosial di OKU Timur Menurun, Ini Sebabnya

Jumat, 5 Februari 2021 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKU Timur/Tintamerah.co.id – Jumlah penerima dua bantuan sosial, yaiBantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) pada 2021 berkurang lebih dari dua ribu Kelurga Penerima Manfaat (KPM) dibanding dengan tahun sebelumnya.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten OKU Timur, Slamet, Jum’at (5/1/2021). Ia mengatakan, pada tahun 2020 tercatat jumlah penerima bantuan sosial lebih dari 24.000 KPM, sedangkan tahun ini hanya sekitar 22.000 KPM.

“Ada pengurangan lebih dari 2.000 KPM penerima bantuan sosial di Kabupaten OKU Timur tahap pertama. Saat ini kita sedang melakukan verifikasi data penerima bantuan sosial itu,” ungkapnya.

Menurutnya, pengurangan jumlah penerima bantuan sosial dikarenakan adanya data KPM yang tidak valid, seperti NIK tidak padan, nama ganda dan penerima mendapat bantuan sosial ganda. Setelah divalidasi oleh Kementerian Sosial RI sehingga dihapus dari daftar penerima bantuan sosial tahun ini.

BACA JUGA  Kerusuhan Lapas Muara Beliti Diduga Dipicu Setoran ke Oknum, POBRAN Gelar Aksi Demo

“Kita sudah turunkan petugas TKSK untuk memverifikasi data dan membenahi data yang invalid tadi secara by name by addres. Selanjutnya setelah diverifikasi, akan diupdate dalam sistem dan dilaporkan ke Kemensos,” ujarnya.

Lanjut Slamet, setelah data diupdate, nantinya yang menentukan Kemensos, apakah akan ada penambahan lagi sampai April 2021. Pihaknya, akan berupaya ada penambahan penera bantuan dapat bertambah sehingga warga penerima manfaat tidak merasa dirugikan.

“Kita belum bisa memastikan apakah ada penambahan di bulan April 2021 nanti. Dinsos hanya menghimpun data dan setiap bulan melaporkan Kementerian Sosial, prosesnya panjang. Di tahun ini mungkin masih bisa bertambah” katanya.

Ia menambahkan, pada tahun ini bantuan BPNT mengalami kenaikan sebesar Rp 50.000 per bulan dikarenakan masih pandemi Covid-19. Sedangkan banyuan BST tidak mengalami kenaikan, masih sebesar Rp 300.000 ribu perbulan.

BACA JUGA  Walikota Setujui Pelantikan & Jalankan Program IWO di Pagaralam

“Ada penambahan dalam masa pandemi untuk bantuan BPNT, jadi totalnya sebear Rp 200.000/bulan. Untuk BST selama pandemi tetap masih ada, besarannya Rp 300.000/bulan,” tutupnya. (Qlu)

Berita Terkait

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Berita Terbaru