Ketua IWO Provinsi Lampung: Politik Uang Adalah Induk dari Korupsi

Selasa, 19 September 2023 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung | Tintamerah.co.id – Politik uang adalah induk dari korupsi, para pemimpin atau wakil rakyat yang melakukannya pasti akan berupaya mengembalikan uang yang telah dikeluarkan saat berkampanye.

Hal itu dikatakan Ketua Ikatan wartawan online (IWO) Provinsi Lampung saat memberikan sosialisasi tentang pengawasan dan pencegahan politik uang pada pemilu 2024 yang diselenggarakan oleh Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Timur. Selasa 19/9/2023.

Setiap kali mendekati pemilu, para calon kepala daerah atau anggota legislatif mengumbar janji manis kepada masyarakat.

” Tidak jarang juga sebagian dari mereka menebar amplop berisikan uang atau bingkisan sembako. Secara sadar mereka telah melakukan politik uang, sebuah praktik koruptif yang akan menuntun ke berbagai jenis korupsi lainnya” kata dia

BACA JUGA  Palembang, Tekan Inflasi Jelang Idul Adha dan Libur Sekolah, BI Sumsel Gelar HLM bersama TPID

Menurut Edi, Politik uang adalah sebuah upaya memengaruhi pilihan pemilih atau penyelenggara pemilu dengan imbalan materi atau yang lainnya.

“Dari pemahaman tersebut, politik uang adalah salah satu bentuk suap” Sambungnya.

Dijelaskan Edi, praktik politik uang akhirnya memunculkan para pemimpin yang hanya peduli kepentingan pribadi dan golongan, bukan masyarakat yang memilihnya.

“Dia merasa berkewajiban mencari keuntungan dari jabatannya, salah satunya untuk mengembalikan modal yang keluar dalam kampanye” terang mantan ketua IWO Kabupaten Lampung Timur 2017-2022 itu.

“Akhirnya setelah menjabat, dia akan melakukan berbagai kecurangan, menerima suap, gratifikasi atau korupsi lainnya dengan berbagai macam bentuk. Tidak heran jika politik uang disebut sebagai induknya korupsi” tambahnya.

BACA JUGA  Wabup Lampura Kunker dibeberapa Desa Kecamatan Abung Barat

Edi berharap masyarakat dapat berkomitmen untuk menolak politik uang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

” para bapak ibu akan menjadi pengawas partisipatif di pemilu yang akan datang. namun, alangkah baiknya mari kita berjanji dulu kepada diri sendiri untuk menolak apapun bentuk politik uang” Pungkasnya.*

Berita Terkait

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Berita Terbaru