Palembang | Tintamerah.co.id – Ketua Umum Garda Prabowo, Fauka Noor Farid, secara langsung meresmikan Sekretariat Dewan Koordinator Daerah (DKD) Garda Prabowo Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (27/2/2025).
Peresmian Sekretariat DKD Garda Prabowo Sumatera Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua Umum sebagai simbol bahwa Sekretariat ini resmi beroperasi.
Acara ini dihadiri oleh seluruh Ketua dan Pengurus Dewan Koordinator Cabang (DKC) dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Turut hadir pula pejabat pemerintah provinsi, unsur TNl-Polri, serta tokoh masyarakat penting lainnya.
Ketua DKD Garda Prabowo Sumatera Selatan, H. Bana Juni, S.H., M.B.A., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran Ketua Umum. la berharap Sekretariat DKD GP Sumsel dapat menjadi pusat aspirasi bagi masyarakat dan menjadi wadah bagi
laporan serta keluhan warga terkait berbagai isu di provinsi ini.
”Kami ingin Sekretariat ini menjadi rumah bersama sekaligus tempat bagi masyarakat Sumsel dalam menyampaikan aspirasi dan harapan mereka untuk Indonesia yang lebih baik,” ujar Bana Juni.
Dalam pidatonya, Fauka Noor Farid menegaskan bahwa semangat Komando Merah Putih yang diteriakkan oleh anggota Garda Prabowo bukan sekadar slogan. la mengingatkan bahwa ada sejarah panjang perjuangan yang harus dihormati dan diteruskan oleh setiap anggota organisasi ini.
“Tanamkan semangat itu. Kita, Garda Prabowo, harus menanamkan jiwa korsa, keberanian, dan nasionalisme. Kita harus menjadi mitra pemerintah, mendukung kebenaran, mengingatkan yang salah, tetap menjaga keseimbangan. Garda Prabowo bukan organisasi arogan, tetapi wadah intelektual yang bermartabat,” tegasnya.
Lebih lanjut, mantan perwira Kopassus ini menegaskan bahwa setiap simbol dan lambang dalam logo Garda Prabowo memiliki makna yang dalam. Oleh karena itu, anggota diharapkan rendah hati, beretika dan menjadi mitra bagi pemerintah, TNI serta Polri dalam menjaga stabilitas dan pembangunan Nasional.
“Jadilah mata dan telinga Presiden di seluruh pelosok negeri. Garda Prabowo harus berani dan tegas, tetapi tetap menjunjung tinggi sopan santun dan etika. Kita bukan preman, melainkan kaum intelektual yang siap mendukung pembangunan Indonesia,” ujar Fauka dengan lantang.















