PALI | tintamerah.co -, Suasana Ramadan 1447 H di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan terasa berbeda tahun ini. Di tengah hilir mudik warga yang mempersiapkan berbuka, sosok H. Askweni, Anggota Komisi V DPR RI, hadir membawa pesan yang lebih dalam dari sekadar seremonial politik. Bagi politisi PKS ini, Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan momentum krusial untuk melakukan “penyembuhan sosial” pasca-kontestasi politik yang sempat membelah masyarakat.
Dalam sebuah kunjungan hangat ke tengah masyarakat, Askweni menekankan bahwa tugas kader partai bukan lagi soal angka suara, melainkan tentang bagaimana nilai-nilai ketakwaan bisa menjadi solusi konkret atas persoalan sosial yang kian mengkhawatirkan.
Menularkan Ketenangan di Tengah Badai Sosial
Askweni menyoroti fenomena masyarakat yang kian kehilangan arah dalam mencari kebahagiaan. Ia menyinggung maraknya jeratan narkoba hingga fenomena judi online yang kini menjadi predator ekonomi keluarga.
“Banyak masyarakat kita yang belum tahu jalan kebahagiaan yang hakiki. Mereka mencari ketenangan di tempat yang salah, lari ke narkoba, atau terjebak judi online yang berujung pada kebangkrutan ekonomi,” ujar Askweni dengan nada prihatin pada momen silaturahmi berbuka puasa ramadhan 1447 H bersama kader PKS Bumi Serepat Serasan di Kantor DPD PKS PALI Talang Kerangan, Pendopo, Talang Ubi, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, akar dari kesejahteraan dan keamanan sebuah daerah bermuara dari kekuatan iman. Inilah yang mendasari ajakannya kepada seluruh pengurus dan kader PKS untuk turun langsung ke akar rumput. Bukan untuk menggurui, melainkan untuk mengedukasi mana yang halal dan haram, serta menghidupkan kembali ruh Ramadan di dalam diri, keluarga, hingga lingkungan sekitar.
Membasuh Luka Pemilu dengan Gotong Royong
Ada optimisme yang terpancar dari wajah legislator pusat ini. Membandingkan Ramadan tahun lalu dengan saat ini, Askweni melihat adanya perkembangan signifikan dalam kedewasaan berpolitik masyarakat PALI.
“Luka-luka kita yang lalu sudah mulai sembuh. Luka sisa pemilu dulu yang sempat membuat suasana kaku, sekarang sudah jauh lebih baik. Ini adalah momen kita untuk bekerja bersama kembali,” ungkap Askweni.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari tokoh adat, elit politik, hingga masyarakat bawah—untuk kembali bergandengan tangan. Perbedaan pilihan di masa lalu menurutnya harus dilarutkan dalam semangat kebersamaan untuk membangun daerah.
PKS Sebagai Rahmat bagi Kabupaten PALI
Sebagai partai yang mengusung visi Rahmatan lil ‘Alamin, Askweni menegaskan bahwa kehadiran PKS di Kabupaten PALI harus dirasakan manfaatnya oleh semua golongan. Ia menyadari bahwa kemampuan materi mungkin terbatas, namun kebutuhan rohani dan pendampingan moral adalah hal yang tak ternilai harganya.
“Mungkin kita tidak bisa selalu memberikan materi yang berlebih, tapi setidaknya kita bisa memberikan kebutuhan rohani dan ketenangan batin kepada masyarakat. Itulah wujud nyata PKS menjadi rahmat di Bumi PALI,” tutup Askweni.
Pesan Askweni jelas: Ramadan kali ini adalah tentang transformasi. Dari individu yang bertakwa menjadi masyarakat yang berdaya, dari perpecahan menuju persatuan, dan dari kegelapan jeratan sosial menuju terang iman yang menyejukkan.
Penulis: ej@ | Editor: Efran















