OJK Sumsel Bersama Pemerintah Provinsi Sumsel Meluncurkan kegiatan Sultan Muda Sumsel Goes to Kabupaten Kota

Selasa, 17 Juni 2025 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lahat, tintamerah.co.id — Dalam rangka mengakselerasi pengembangan ekonomi lokal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumsel meluncurkan kegiatan Sultan Muda Sumsel Goes to Kabupaten Kota, dengan titik awal di Kabupaten Lahat. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari Program 100.000 Sultan Muda yang bertujuan menciptakan ekosistem pemuda pelaku usaha dan duta literasi keuangan daerah.

 

Melalui roadshow ini, ratusan pelajar SMK dan pelaku UMKM kopi mendapatkan pelatihan literasi keuangan, wawasan kewirausahaan, serta akses informasi pembiayaan produktif. Selain itu, dilakukan penandatanganan kerja sama antara eksportir dan pelaku usaha kopi lokal yang menandai komitmen konkret terhadap kontinuitas ekspor kopi Sumsel, khususnya dari wilayah barat seperti Lahat dan Pagar Alam.

BACA JUGA  Tingkatkan Pelayanan Publik, RS Bukit Asam Medika Tambah Kapasitas Genset

 

Dalam laporannya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Selatan, Amiruddin menyampaikan bahwa “Kegiatan Sultan Muda Sumsel di Lahat ini memberi dampak positif langsung bagi UMKM lokal, khususnya di sektor kopi. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus ditingkatkan untuk mendorong regenerasi petani muda, memperluas akses pasar, dan memperkuat posisi kopi Lahat sebagai produk unggulan ekspor.”

 

Selanjutnya dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah DJPB Provinsi Sumatera Selatan, Rahmadi Murwanto juga menyampaikan bahwa “Kami mendukung penuh langkah sinergis ini sebagai bentuk nyata penguatan fiskal dan keuangan negara yang menyentuh langsung pelaku ekonomi daerah. Ekosistem ekspor kopi seperti ini harus dijaga keberlanjutannya karena mampu menggerakkan ekonomi desa, memperluas basis penerimaan daerah, dan menciptakan multiplier effect bagi masyarakat.”

BACA JUGA  Memperingati Hari Juang TNI AD, Kodim 0412 Lampura Menggelar Sejumlah Rangkaian Kegiatan

 

Kegiatan ini juga menjadi platform untuk mendorong akses keuangan inklusif. Berdasarkan data, hingga 2024 telah disalurkan pembiayaan senilai Rp383,66 miliar kepada pelaku usaha kopi Sumsel. Peran industri jasa keuangan, baik bank maupun non-bank, menjadi krusial dalam mewujudkan ekonomi daerah yang berdaya saing dan inklusif.

 

Senada dengan itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menyampaikan bahwa “Kegiatan ini adalah bukti bahwa pemuda daerah bisa menjadi bagian dari rantai ekonomi global. Dengan pendampingan yang tepat, pembiayaan yang inklusif, dan keberanian berusaha, Sultan Muda Sumsel akan menjadi motor penggerak ekonomi desa dan wajah baru Sumatera Selatan di kancah nasional maupun internasional,” ujarnya

BACA JUGA  Airlangga Hartarto Hadiri Rakerda DPD Bapera Provinsi Sumsel Tahun 2024

 

Selain penguatan dari sisi pembiayaan, kehadiran program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda desa untuk membangun usaha sejak dini dan memanfaatkan ekosistem yang sudah tersedia, mulai dari edukasi, pelatihan, hingga pembiayaan dan pasar ekspor. Sultan Muda Sumsel tidak hanya menjadi peserta, tapi agen perubahan untuk pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Informasi lebih lanjut:

Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan

Arifin Susanto

INFORMASI LAINNYA

Berita Terkait

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Berita Terbaru