PALI di Persimpangan Jalan: Mantan Birokrat Senior Bongkar Akar Masalah dan Serukan “Obat Kuat” bagi Birokrasi yang Tiarap

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Husman Gumanti, SE., M.Si, mantan birokrat senior PALI, saat memberikan tanggapan terkait kondisi birokrasi dan anggaran daerah. (Foto: Dok/Istimewah)

Husman Gumanti, SE., M.Si, mantan birokrat senior PALI, saat memberikan tanggapan terkait kondisi birokrasi dan anggaran daerah. (Foto: Dok/Istimewah)

PALI | tintamerah.co -, Kondisi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan pasca penahanan Wakil Bupati, Iwan Tuaji oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan memantik kegelisahan mendalam di kalangan masyarakat dan praktisi birokrasi. Ketegangan fiskal yang berpadu dengan melambatnya roda pemerintahan seolah menjadi pertanda bahwa “kapal besar” PALI sedang kehilangan arah.

Husman Gumanti, SE., M.Si, seorang mantan birokrat senior yang pernah meniti karier sebagai Camat, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Koperasi & UKM, hingga Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta Pelaksana Harian (PLH) Sekda, angkat bicara. Melalui wawancara dengan tintamerah.co pada Jumat (19/6/2026), pria yang memahami “jeroan” sistem pemerintahan ini membedah fenomena yang terjadi.

Birokrasi yang Tiarap: Antara Ketakutan dan Hilangnya Nyali

Menanggapi laporan tintamerah.co mengenai birokrasi yang “tiarap” dan ketakutan pejabat dalam mengambil kebijakan, Husman melihat adanya degradasi keberanian yang sangat nyata. Ia menegaskan bahwa para pejabat saat ini terjebak dalam zona nyaman yang mematikan inisiatif.

BACA JUGA  Lilin di Atas Mesin Cuci Hanguskan Rumah Warga, Camat dan Lurah Talang Ubi Timur Tinjau Langsung Lokasi Bencana

“Birokrasi yang tiarap itu pertanda ada yang salah dalam sistem manajerial. Pejabat takut mengambil kebijakan berisiko karena tidak adanya perlindungan dan ketegasan dari atasan. Akibatnya, yang jadi korban adalah urgensi layanan publik yang terabaikan. Padahal, program yang sudah disahkan itu adalah janji kepada rakyat yang harus dieksekusi,” tegas Husman.

SiLPA Jumbo: Bukan Prestasi, Tapi Kegagalan Fatal

Terkait fenomena SiLPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang membengkak sebagaimana disorot dalam laporan tintamerah.co, Husman memberikan kritik keras. Baginya, SiLPA besar bukanlah tanda efisiensi, melainkan bukti kegagalan fatal.

“Bagi seorang birokrat, SiLPA jumbo itu bukan prestasi, melainkan bukti ketidakmampuan daya serap anggaran. SiLPA itu baru bisa dibenarkan jika penerimaan atau Pendapatan Asli Daerah kita melampaui target APBD. Tapi, jika keuangan terjadi SiLPA di tengah efisiensi saat ini, berarti ada ketidaktaatan dalam pelaksanaan program yang sudah disahkan oleh DPRD. Ini patut dicurigai ada apa di balik lambannya serapan tersebut,” ujarnya lugas.

BACA JUGA  Warga dan Kades Purun Apresiasi Respon Cepat Kepala Dinas PUTR Perbaiki Jalan Rusak

Sinergi Forkopimda yang “Ambyar”

Husman pun menyoroti keretakan komunikasi antarlembaga di PALI yang kontras dengan narasi sinergi yang sering digembar-gemborkan. Ia menekankan perlunya visi tunggal untuk kepentingan rakyat.

“Sinergi itu tidak bisa cuma sekadar formalitas di atas kertas. Saat rakyat menjerit, di situlah sinergi Forkopimda diuji. Keretakan ini terjadi karena ego sektoral masih lebih dominan dibanding visi kolektif. Kita butuh sosok yang mampu merangkul semuanya untuk satu tujuan, yakni kepentingan rakyat,” tambah pria yang pernah menjabat sebagai PLH Sekda ini.

Urgensi Nyali Sang Nahkoda

Melihat kebuntuan ini, Husman menawarkan langkah radikal jika ia berada di posisi pengambil keputusan. Menurutnya, PALI membutuhkan sosok nahkoda dengan nyali besar untuk melakukan reformasi birokrasi secara total.

BACA JUGA  Ketua IWO PALI Apresiasi Bupati PALI Sukses Gelar Festival Sagarurung Tahun 2022

“Langkah radikal harus diambil sekarang. Pertama, saya akan minta Inspektorat melakukan audit secara riil terhadap seluruh OPD yang menyia-nyiakan anggaran. Kedua, evaluasi dan klasifikasi setiap hambatan serta kemajuan dari perencanaan yang ada. Dan yang paling penting, merangkul Forkopimda untuk benar-benar bersinergi sesuai tupoksi masing-masing. Jangan biarkan anggaran mengendap sia-sia sementara rakyat menanti dampak dari setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah,” tutup Husman dengan tegas.

Pernyataan ini menjadi peringatan keras bagi para pemangku kebijakan di PALI. Birokrasi tidak boleh terus-menerus “tiarap” saat rakyat tercekik. Inilah saatnya untuk berhenti berlindung di balik ketakutan dan mulai bekerja nyata demi masa depan PALI.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru