PALI DARURAT MORAL PEMIMPIN! Rakyat Tempirai ‘Disiksa’ Lumpur dan Kegelapan: Mana Janji Manismu, Bupati Asgianto?

Jumat, 3 April 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

"Aspirasi warga Dusun IV Desa Tempira Kec. Penukal Utara Kab. PALI Sumsel, menagih janji politik Bapak Bupati, salah satunya pembangunan jalan. Ini salah satu kondisi akses jalan tersebut saat musim penghujan." (Foto: Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Slogan kemajuan Kabupaten PALI seketika luntur dan membusuk saat kita menginjakkan kaki di Dusun VIII, Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara. Di balik gemerlap klaim “Jalan Mantap” se-Sumatera Selatan, tersembunyi borok kepemimpinan yang memuakkan: puluhan warga yang terisolasi, dipaksa akrab dengan lumpur, dan dihantui kegelapan listrik yang tak layak sebut.

Setelah barisan emak-emak menjerit, kini giliran kaum bapak yang naik pitam. Mereka tak lagi bicara soal harapan, melainkan menagih “Hutang Nyawa Politik” kepada Bupati PALI, Asgianto. Sebuah surat perjanjian bermaterai—yang kini lebih mirip surat penipuan bagi warga—menjadi saksi bisu betapa murahnya harga sebuah janji saat kampanye demi kursi kekuasaan.

Surat Sakti atau Surat Sampah?

Dika, seorang warga yang sudah habis kesabarannya, membentangkan kertas kumal berisi tanda tangan sang Bupati. Isinya? Janji surga! Pembangunan jalan dan fasilitas desa dalam 100 hari kerja. Fakta di lapangan? Sudah setahun berlalu, jalan tersebut masih menyerupai kubangan babi yang siap menelan kendaraan warga kapan saja.

BACA JUGA  Raport Merah DPRD PALI: Sibuk Makan Gaji Buta, Mandul Melahirkan Perda! Rakyat Berpeluh, Legislator Lumpuh?

“Kami ini dianggap manusia atau bukan? Apa bedanya kami dengan pejabat yang duduk di kursi empuk dan lewat jalan aspal licin? Kami dipaksa makan janji, sementara mereka makan enak dari pajak kami!” kecam Dika dengan nada pedas dan urat leher menegang kepada tintamerah.co, Kamis (12/3/2026).

Kasus ini mempertegas laporan tajam dari tintamerah.co sebelumnya: “Timses Tagih Surat Sakti di Lumpur Tempirai”. Jika Tim Suksesnya saja sudah merasa dikhianati, apalagi rakyat jelata yang hanya dibutuhkan suaranya saat Pemilu? Ini bukan sekadar keterlambatan pembangunan; ini adalah pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.

Listrik “Sekarat”, Barang Elektronik Jadi Rongsokan

Kekejaman infrastruktur di Dusun VIII tak berhenti di jalan. Urusan listrik adalah penghinaan berikutnya. Bayangkan, di tahun 2026, warga harus patungan membeli kabel sendiri sepanjang satu kilometer hanya untuk mendapatkan aliran listrik yang “hidup segan mati tak mau”.

BACA JUGA  SKANDAL MAFIA CETAK SAWAH: Gudang Digerebek, Puluhan Ton Pupuk Lenyap, Kades Muhammad Jonot Kabur Saat Sidak Gabungan!

Jangankan menghidupkan kulkas agar air jadi es, untuk menyalakan lampu saat Maghrib saja warga harus disuguhi “disko kegelapan” karena tegangan yang drop parah. Alat elektronik warga rusak massal, namun tagihan tetap jalan. Negara hadir untuk memungut biaya, tapi absen memberikan fasilitas. Ini adalah potret nyata penindasan gaya baru!

Menanti Nyali Kadis PUTR: Kerja atau Cuma Jaga Kursi?

Masyarakat Tempirai tidak butuh kata “akan”, tidak butuh “koordinasi”, dan tidak butuh “kajian”. Mereka butuh ekskavator di jalan dan tiang listrik resmi di depan rumah! Rakyat sudah muak melihat pejabat yang hanya muncul saat butuh suara, lalu menghilang saat rakyat menderita di kubangan lumpur.

BACA JUGA  SKANDAL TERBONGKAR! Ketua Poktan Tempirai Bersatu Akui Jual Pupuk Bantuan Cetak Sawah: "Saya Salah, Saya Teledor!"

Menanggapi “tamparan keras” dari warga ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten PALI, Ristanto Wahyudi, dipaksa angkat bicara.

“Kami akan segera melakukan pengecekan ke lokasi. Jika memang belum teranggarkan di tahun ini, kami akan upayakan masuk di skema berikutnya,” kilahnya, Senin (16/3/2026).

Namun, bagi warga Tempirai, pernyataan itu terdengar seperti kaset rusak yang diputar berulang kali. Jika Bupati dan jajaran Dinas PUTR masih memiliki hati nurani dan rasa malu, pembangunan di Dusun VIII Desa Tempirai harus dilakukan DETIK INI JUGA. Rakyat tidak akan diam sampai janji dalam surat perjanjian itu menjadi nyata, bukan sekadar sampah visual di tengah lumpur.

Jangan sampai rakyat yang bergerak, karena jika amarah warga sudah memuncak, kursi kekuasaan Anda taruhannya!

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Hasil Audit Inspektorat PALI: Temuan Gudang Pupuk Tempirai Tidak Layak, Mafia Cetak Sawah Diserahkan ke Kementan
Proteksi Aset Negara: Damkar PALI Distribusikan 153 APAR ke Seluruh OPD dan Instansi
PALI di Ambang ‘Jumbo SiLPA’: Birokrasi Tiarap, Rakyat Tercekik, Menanti Nyali Sang Nahkoda
Dibalik Terobosan Sumur Minyak Pertamina: Ikhtiar Ekologis Bupati Asgianto Menepis Konflik dan Menjamin Masa Depan Sosial PALI
Proyeksi Dampak Lingkungan dan Dongkrak PAD, Aryansyah: Pengelolaan Sumur Minyak Pertamina Adalah Langkah Visioner Bupati Asgianto Untuk Masa Depan PALI
Gebrakan Pajak Daerah PALI Lampaui Target: Sentuhan Dingin Aryansyah Buktikan Visi Hebat Bupati Asgianto Bukan Isapan Jempol
Jaminan Transparansi dan Ajakan Berdikari: Kadis Sosial PALI Beberkan Strategi Jawab Tantangan Sosial 2026
Dinsos PALI All Out: Perkuat Jaring Pengaman, Siaga Bencana, dan Benteng Perlindungan Kelompok Rentan

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:17 WIB

Hasil Audit Inspektorat PALI: Temuan Gudang Pupuk Tempirai Tidak Layak, Mafia Cetak Sawah Diserahkan ke Kementan

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:57 WIB

Proteksi Aset Negara: Damkar PALI Distribusikan 153 APAR ke Seluruh OPD dan Instansi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:40 WIB

PALI di Ambang ‘Jumbo SiLPA’: Birokrasi Tiarap, Rakyat Tercekik, Menanti Nyali Sang Nahkoda

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:54 WIB

Dibalik Terobosan Sumur Minyak Pertamina: Ikhtiar Ekologis Bupati Asgianto Menepis Konflik dan Menjamin Masa Depan Sosial PALI

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:36 WIB

Gebrakan Pajak Daerah PALI Lampaui Target: Sentuhan Dingin Aryansyah Buktikan Visi Hebat Bupati Asgianto Bukan Isapan Jempol

Berita Terbaru