Palembang | Tintamerah.co.id – Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2022 dengan Tema Kegiatan Gerakan Cinta Zakat Mensejahterakan Umat yang berlangsung selama 1 hari yakni Kamis, 20 Oktober 2022 di Hotel Emilia Jl. Letkol Iskandar No.18, 24 Ilir, Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
H. Najib Haitami, MM (Ketua BAZNAS Prov. Sumsel) menjelaskan bahwa pada raker tersebut mengundang dari dinas masing-masing baik itu dibawa BUMD maupun BUMN gunanya untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam tata kelola masalah Zakat.
“Nanti mereka bisa menyampaikan opini masing-masing supaya bagi yang belum berzakat menjadi berzakat”, ungkapnya.
Informasi yang disampaikan tersebut diikuti oleh lebih kurang 85 orang dari seluruh upz baik dinas, BUMD maupun BUMN sehingga mereka nanti karena setiap ada perubahan pimpinan berarti berubah susunan pengurus UPZ, maka setiap tahun akan laksanakan raker upz tersebut agar bagi anggota yang baru dapat menambah pengetahuan.
“Kalau selama ini kan belum tahu apa itu apa tugas pokoknya, setelah kita adakan raker ini mereka sangat mengerti dan mudah-mudahan di masa akan datang zakat kita akan meningkat pengumpulannya, kalau setiap tahun meningkatkan karena para upz sudah menyadari dan menyampaikan informasi kepada karyawan-karyawati yang ada di dinas masing-masing”, imbuhnya
Selanjutnya, H. Najib mengatakan mengundang narasumber langsung Jakarta disamping juga narasumber dari provinsi Sumatera Selatan
“Kenapa kita mengundang narasumber dari Jakarta ? Karena orang dari Jakarta memang ahlinya betul, kita tidak kecewa ngundang dia karena memang dia itu pakarnya atau ahlinya yang insya Allah bagi para UPZ itu tertarik untuk berzakat”, ujarnya.
H. Najib juga menjelaskan selama ini di antara rukun Islam yang 5, hanya zakat sering terlalaikan.
“Dua kalimat syahadat jelas, puasa jelas, haji jelas, salat jelas, tapi zakat itu kan sering terlupakan karena kurang sosialisasi”, tambahnya.
Kita Alhamdulillah akhir-akhir ini sudah mengundang upz gunanya untuk supaya menyampaikan kepada pimpinannya bahwa rukun Islam itu yang paling besar pahalanya hanya berzakat karena zakat berhubungan langsung dengan manusia dan dengan Tuhan.
Kalau salat hanya dengan Tuhan, puasa juga berhubungan dengan Allah, haji hablumminallah, dua kalimat sudah jelas tapi zakat langsung berhubungan dengan manusia dan Tuhan, karena membantu orang-orang yang memang tidak mampu sehingga apabila dibantu mudah-mudahan masa akan datang kalau pada saat ini mereka mustahik, di masa akan menjadi Muzakki.
Baznas selama ini punya 5 program, pertama namanya Sumsel cerdas, membantu dana pendidikan sampai perguruan tinggi tapi dengan persyaratannya harus yang dibantu memang betul-betul orang yang tidak mampu kategori tidak mampu.
Kedua, Sumsel sehat kita membantu orang-orang yang sakit, jadi antara dana pendidikan dan bantuan kesehatan yang paling banyak setiap tahunnya, bahkan setiap hari sudah berapa orang datang dan proposal karena sakit.
“Seperti misalnya tadi ada datang dari Bengkulu, saya katakan minta dulu dengan Baznas Bengkulu berapa dana yang terkumpul, kekurangannya baru kami bantu dari sini kalau memang nanti dioper opnamonya di rumah sakit umum palembang”, tambahnya.
Beberapa hari yang lalu, sekitar 2 minggu yang lalu kita sudah membantu ada anak bocor jantung dan langsung ke palang merah Indonesia yang ketuanya Ibu Wagub Fauziah Mawardi dan juga surat ke sini kalau kita bantu 2 minggu yang lalu itu diserahkan di griya Agung sudah kita serahkan mereka itu langsung mereka diberangkatkan ke RSCM Jakarta.
“saya katakan kalau nanti terbentur biaya selama pengobatan di Jakarta, hubungi kami insya Allah untuk bantuan sehari-hari per bulan kita bisa bantu”, tambahnya.
Ketiga, sumsel peduli sudah banyak membantu seperti ada kebakaran, bencana alam yang harus dibantu. Bulan lalu terjadi kebakaran di Oku Selatan, baznas memberikan bantuan baik untuk merehab rumah dan pemberian paket, dan juga yang di Banyuasin berapa ratus rumah telah dibantu.
“Paketnya saja sampai kita melontarkan membantu sebanyak 100 paket yang satu paket itu isinya Alhamdulillah tidak mengecewakan yang isinya yakni beras 5 kg, gula 2 kg, terigu 2 kg, susu 1 blek, minyak 1 kg”, ungkapnya.
Untuk bencana alam misalnya sudah dilaksanakan bedah rumah sebanyak 55 rumah tapi masih menunggu dari pihak kabupaten kota, kita bantu 3 tiap kabupaten kota, tapi kalau masih kurang kita bantu lagi, kita tambah lagi 2 tiap kabupaten kota kita bantu lagi dengan beberapa persyaratan kita tadi ketemu dengan beberapa tim karena harus kerja sama dengan mereka nanti mereka yang membuatkan RAB-nya kan dan pelaksanaannya untuk sementara target kita itu satu rumah lebih kurang 25 juta rupiah.
Kemudian, Sumsel taqwa dimana dalam program Sumsel Taqwa di fokuskan di bidang masalah keagamaan misalnya membantu masjid yang memang tidak layak kalau tidak dibantu
“Kalau seperti masjid taqwa, Masjid Agung itu tidak perlu dibantu karena di sekitar itu orang-orang kaya, tapi yang memang harus dibantu itu masjid yang disekitarnya orang yang tidak mampu / miskin”, ujarnya.
Demikian juga masalah pondok pesantren, kalau pondok pesantren yang memang bukan pondok pesantren negeri atau swasta kalau dan tidak mampu bahkan ada tulisannya roboh dan sebagainya akan dibantu.
“Tapi kita bantu bukan dalam bentuk uang, kadang-kadang kami langsung membantu fisik misalnya ada semen, kusen atau atapnya kita bantu”, tambahnya.
Terakhir, Sumsel makmur yang merupakan program kita yang kelima membantu modal bagi para mustahik apabila ingin merubah nasibnya dengan diberikan modal buat toko sehingga insyaallah di masa akan datang menjadi muzakki. (Ms)















