Sempat Meminta Tolong, MI Dianiaya Hingga Tewas

Selasa, 9 Agustus 2022 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pagaralam | Tintamerah.co.id – Dari Keluarganya, Misawati (22) merupakan gadis cantik dan energik, supel serta ramah terhadap orang lain membuat dirinya harus berjibaku dengan laki-laki hidung belang, demi mempertahankan kehormatannya.

Misawati, perempuan kelahiran Pagaralam, Desember 1999 ini, seusai menamatkan pendidikannya pada sekolah Kejuruan tingkat Atas (SMK) di salah satu sekolah Negeri kota Pagaralam, mulai bekerja di Swalayan dan Minimarket dan terakhir bekerja di Kantin SMP N 2 kota Pagaralam Sebagai pedagang makanan.

Sebagai wanita yang mulai beranjak dewasa kesehariannya misawati selalu berinteraksi dengan rekan-rekanya baik seusianya maupun diatas usianya.

Diketahui sebelumnya, korban juga sempat meminta tolong kepada teman nya dengan mengirim Voice note dan mengirimkan posisi keberadaannya melalui sharelock, setelah dilakukan pencarian oleh teman-temanya, korban sudah tidak berada di lokasi, pencarian korban pun dilakukan hingga jam 03.00 Dini hari, namun juga tidak membuahkan hasil,” jelas salah seorang teman korban.

BACA JUGA  Singkirkan Palembang, Bola Voli Pantai OKUT Sabet Perunggu

Namun kali ini, nasib malang pun yang dialaminya dengan berakhir tragis, hingga menghebohkan warga karena dirinya ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan luka lebam di bagian kepala belakang, luka lecet dan memar di beberapa bagian tubuh lain nya, selain itu handphone milik korban sampai saat ini masih belum jelas keberadaanya.

Dirinya tergeletak di pinggir jalan di wilayah Cawang Baru kecamatan Dempo Utara kota Pagaralam Minggu, 30/07/2022.

Sepekan seusai kejadian, Kini Pihak Kepolisian Resort Pagaralam berhasil menciduk pelaku Riki Santoso (31) di tempat persembunyian di wilayah simpang manna kota Pagaralam pada Minggu, 07/08/2022.

Atas kejadian tersebut, Kapolres Pagaralam AKBP Arif Harsono Sik MH menjelaskan, untuk sementara dasar dan motif pembunuhan diduga pelaku kecewa terhadap korban.

BACA JUGA  Ayola Sentosa Hotel Palembang Tawarkan Wedding Package, Ciptakan Pernikahan Istimewa Dengan Layanan Premium

Dari keterangan pelaku Kapolres menjelaskan, Awalnya pelaku dan korban melakukan Chatingan melalui pesan aplikasi meChat, kemudian pelaku menjemput korban untuk berjalan-jalan di wilayah kampung II, kemudian pelaku mengajak korban ke wilayah cawang kecamatan Dempo Utara,

Masih dari keterangan pelaku setiba di lokasi, pelaku mengajak korban melakukan tindakan diluar nikah, namun ditolak oleh korban, hingga akhirnya terjadi kontak fisik, setelah mobil mulai mau berjalan, korban berusaha menyelamatkan diri dengan keluar melompat dari pintu mobil, yang menyebabkan korban tidak sadarkan diri hingga meninggal dunia,” jelas Kapolres.

Atas dasar pengakuan dari pelaku serta keterangan dan barang bukti lainya, pihaknya akan terus mendalami dan mengembangkan kasus ini hingga tuntas,” imbuh Kapolres.

BACA JUGA  Panen Raya Serentak, Banyuasin 3 Besar Penghasil Gabah Nasional Optimis Optimalkan Swasembada Pangan

Sementara itu dari pihak korban, M Teguh yang merupakan Kakak Kandung Korban hingga saat ini, dirinya masih merasa terpukul atas kejadian ini, Misawati adik semata wayang yang dia kenal selama ini adalah orang baik-baik, kini harus meninggalkannya selama-lamanya,

Dirinya juga berharap pelaku bisa dihukum yang setimpal atas perbuatanya, dimana sebelumnya korban meminta tolong kepada temannya dan saat ditemukan di tubuh adiknya banyak luka memar.

“Semoga Allah mengazab pelaku, dan kami juga berharap pelaku yang telah menganiaya adek saya, kepada pihak penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini dan menghukum pelaku, seadil-adilnya,” jelasnya.(Tom)

Berita Terkait

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati
Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan
Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan
DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai
Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi
Ketukan Pintu di Ujung Senja: Langkah Nyata Lurah Talang Ubi Timur Memeluk Warga yang Rapuh
PALI KACAU: Birokrasi Tiarap, Sinergi Forkopimda Ambyar, Rakyat Menjerit di Tengah Tekanan Fiskal!
Pasca Iwan Tuaji Diamankan Kejati Sumsel: Bupati Asgianto ‘Menghilang’, Prokopim Sebut Dinas Luar ke Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:31 WIB

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:53 WIB

Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49 WIB

Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:43 WIB

DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi

Berita Terbaru