Teka-Teki Retribusi Pasar Malam Pendopo: Kepala Bapenda PALI Tegaskan Prosedur, OPD Pemberi Izin Jadi Kunci!

Kamis, 16 April 2026 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bapenda PALI, Aryansyah, menegaskan bahwa penarikan retribusi Pasar Malam Pendopo merupakan tanggung jawab OPD pemberi izin, bukan Bapenda langsung. Hal ini guna memastikan transparansi PAD sesuai aturan undang-undang. (Foto: Dok/tintamerah)

Kepala Bapenda PALI, Aryansyah, menegaskan bahwa penarikan retribusi Pasar Malam Pendopo merupakan tanggung jawab OPD pemberi izin, bukan Bapenda langsung. Hal ini guna memastikan transparansi PAD sesuai aturan undang-undang. (Foto: Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Benang kusut pengelolaan Pasar Malam di Lapangan Gelora, Komperta Pendopo, mulai terurai. Setelah mencuatnya dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dituding mengalir ke kantong oknum “lingkaran penguasa,” Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, akhirnya angkat bicara.

Kepala Bapenda PALI, Aryansyah, memberikan klarifikasi menohok terkait mekanisme penarikan retribusi yang selama ini menjadi polemik. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa Bapenda tidak memiliki kewenangan langsung untuk memungut retribusi di lapangan jika instansi tersebut bukan pemberi izin kegiatan.

Mekanisme “Satu Pintu” Melalui OPD Teknis

“Bapenda itu tidak bisa langsung memungut. Sesuai aturan Undang-Undang perpajakan dan retribusi, instansi yang mengeluarkan izinlah yang berkewajiban menarik retribusi tersebut,” ujar Kepala Bapenda PALI saat dikonfirmasi tintamerah.co, Kamis (9/4/2026).

BACA JUGA  PALI Meroket! Bupati Asgianto Beberkan Capaian Fantastis LKPJ 2025: Kemiskinan Turun, Ekonomi Tumbuh 5,72%

Ia menjelaskan, dalam kasus Pasar Malam, jika izin dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), maka OPD tersebut yang harus menarik retribusi sebelum menyetorkannya ke kas daerah melalui Bapenda.

“Kalau Bapenda langsung yang memungut, itu menyalahi aturan. Karena kami bukan pemberi izin. Sama halnya dengan retribusi sampah oleh Dinas LH atau pajak wisata oleh Dinas Pariwisata; mereka yang kelola, mereka yang tarik, lalu setor ke kas daerah,” tegasnya.

Menjawab Skandal “Pendapatan Antar Dulur”

Klarifikasi ini seolah menjadi jawaban atas laporan investigasi tintamerah.co sebelumnya yang bertajuk “Pasar Malam PALI: Antara PAD untuk Negara atau Jadi Pendapatan Antar Dulur.” Dalam laporan tersebut, terendus kabar bahwa pasar malam yang menyedot massa besar tersebut diduga tidak memberikan kontribusi nyata bagi PAD PALI, melainkan hanya menguntungkan segelintir oknum.

BACA JUGA  Sepuluh Tahanan Mapolres PALI Dilimpahkan ke Lapas Muara Enim

Bahkan, Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, sebelumnya telah mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun tangan memeriksa aliran dana dari kegiatan hiburan rakyat tersebut.

Siapa yang Memberi Izin?

Dengan pernyataan Kepala Bapenda ini, bola panas kini berpindah ke pundak OPD teknis—dalam hal ini diduga Disperindag atau dinas terkait lainnya yang memberikan lampu hijau beroperasinya pasar malam di Pendopo.

Jika benar retribusi tidak masuk ke kas daerah, maka ada dua kemungkinan besar: terjadi kelalaian dalam penarikan oleh OPD teknis, atau memang terjadi “penggelapan” sistematis oleh oknum yang memanfaatkan celah birokrasi.

Masyarakat kini menunggu transparansi dari dinas terkait. Apakah pasar malam tersebut legal secara administratif namun ilegal secara finansial bagi daerah? Ataukah slogan “PALI Maju Indonesia Emas” hanya menjadi tameng bagi praktik bagi-bagi hasil di lingkaran tertentu?

BACA JUGA  Sajadah dan Santun di Rumah Singgah: Kala Ketua DPRD PALI Mengetuk Pintu Langit Bersama Anak Yatim Abab

Tintamerah.co akan terus mengawal kasus ini hingga aliran dana retribusi pasar malam Pendopo benar-benar terang benderang dan kembali ke peruntukannya: pembangunan Kabupaten PALI.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru