TPA Karyajaya Luas Namun Terbengkalai

Senin, 18 Januari 2021 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG|Tintamerah.co.id–Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Karyajaya merupakan TPA terbesar di kota Palembang. Setidaknya TPA Karyajaya ini memiliki luas 45 Ha. Namun sangat disayangkan, lahan seluas itu tidak dioptimalkan.

Sehingga Berbanding terbalik dengan TPA Sukawinatan yang hanya memiliki luas 25 Ha, namun kini menjadi tumpuan dari pembuangan akhir dari sampah di kota Palembang.

Dan dengan menjadi tumpuan dari seluruh sampah di kota Palembang, dimana kota Palembang tercatat perharinya memproduksi sampah hingga 1400 ton. Kondisi dari TPA Sukawinatan sudah sangat tidak memungkinkan bila terus dilakukan penumpukan sampah (open dumping) di TPA tersebut, sebab gunungan sampah sudah begitu tinggi.

Kondisi gunungan sampah yang kian meninggi di TPA Sukawinatan dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat mengalami longsoran. Sudah pasti hal tersebut mengancam keselamatan warga sekitar, apalagi kawasan tersebut merupakan kawasan pemukiman rapat penduduk.

BACA JUGA  Ombudsman Jadi Saksi Pencanangan Zona Integritas WBK/WBBM Kanwil Kemenkumham Sumsel

Candra Anugerah selaku Pengamat Persampahan Kota Palembang mengatakan, TPA karya jaya amburadul cermin amburadulnya pengelolaan sampah di kota palembang, saat di wawancarai, Senin (18/1/2021).

” Permasalahan kota palembang terkait pengelolaan sampah menjadi sangat komplek dimana-mana tidak maksimalnya salah satu TPAnya, ” ujarnya.

Dia menambahkan TPA Karya Jaya yang mempunyai luas 45 hektar tidak berfungsi sebagaimana mestinya ,karena mengalami kendala teknis dan TPA karya jaya tidak beroperasi karena untuk sementara di stop aktivitasnya.

” Sehingga Penumpukan sampah di wilayah yang seharusnya bukan untuk menimbun namun akhirnya membuat permasalahan baru,” tandasnya.

Anang (52), warga yang bermukim disekitar menuturkan, TPA Karya Jaya juga menyampaikan kesaksiannya dan menyampaikan bahwa tidak ada petugas atau oknum yang melarang membuang sampah di TPA Karyajaya.

BACA JUGA  Sah dan Sukses, Herman Toni Jadi Ketua KONI Banyuasin

Dia juga menambahkan terhentinya aktivitas di TPA Karyajaya disebabkan karena tumpukan sampah yang menghalangi jalan masuk ke TPA.

“Bukannya tidak dibolehkan orang tapi karena jalannya ini tidak bisa lagi, orang timbun sampah di depan sini. Sehingga tidak bisa lagi. Karena sejak akhir 2019 inilah orang banyak stop membuang sampah disini, pungkasnya (Oc)

Berita Terkait

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Berita Terbaru