Yunda Oktaviana : Operasi Katarak Ayah Lancar Tanpa Biaya dengan Hadirnya Program JKN

Selasa, 21 Januari 2025 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, Tintamerah.co.id  – Yunda Oktaviana (26), seorang warga KM18, berbagi cerita tentang manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dirasakannya saat ayahnya menjalani operasi katarak pada bulan April 2024. Dengan menjadi Peserta JKN, Ia merasa lebih tenang karena biaya pengobatan yang semula dikhawatirkan dapat dipenuhi dengan mudah dan tanpa beban.
Ketika ditemui tim Jamkesnews, Yunda mengungkapkan bahwa daya penglihatan di mata sebelah kiri Ayahnya mengalami penurunan. Setelah di lakukan pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Permata (FKTP) tempat ayah terdaftar mendapatkan pelayanan, atas indikasi medis Faskes memberikan rujukan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sedikit terkejut Yunda setelah diperiksa, dokter mendiagnosis bahwa Ayahnya menderita katarak dan harus dilakukan tindakan operasi.
Yunda menyampaikan sempat khawatir terkait biaya operasi. Setelah berkonsultasi dengan pihak rumah sakit, ia mengetahui bahwa pengobatan untuk operasi katarak dijamin sepenuhnya melalui program JKN iapun dapat bernafas dengan lega tanpa harus memikirkan biaya operasi ayahnya.
“Saat mendengar informasi bahwa biaya operasi dijamin sepenuhnya oleh Program JKN, saya merasa lega. Selam ini saya mendengar bahwa JKN menanggung semua biaya untuk pelayanan atas indikasi medis, tapi ini adalah pertama kalinya kami benar-benar merasakan manfaatnya,” ungkap Yunda.
Dengan Kartu KIS yang dimilikinya, Yunda segera mengikuti prosedur medis untuk menjalani operasi di Rumah Sakit. Betapa tenangnya saya karena semua biaya terkait operasi, pengobatan, hingga rawat inap, semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Saya sangat terbantu dengan adanya program ini,” ujar Yunda dengan penuh rasa syukur.
Lebih lanjut Yunda mengatakan bahwa Proses administrasi di rumah sakit ternyata jauh lebih mudah dari yang dibayangkan. Yunda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengurus berbagai persyaratan rumit.
“Yang saya rasakan adalah pelayanan yang cepat dan mudah. Semuanya sudah terkoordinasi dengan baik. Saya tidak perlu khawatir tentang prosedur yang berbelit-belit,” kata Yunda, yang menceritakan pengalamannya.
Yunda sangat merasa terbantu dengan keberadaan JKN. Tanpa JKN, ia merasa tidak mungkin dapat menanggung biaya besar yang harus dibayar untuk pengobatan ayahnya.
“Saya sempat takut sewaktu mendengar kata ‘tindakan operasi’ karena di pikiran saya bahwa biaya operasi pasti mahal. Ternyata semua kekhawatiran itu sirna karena biaya ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan melaluli Program JKN, tambahnya.
Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan fasilitas seperti ini, terlebih lagi tidak ada perlakuan diskriminatif yang kami terima. Tidak ada kendala apa pun yang kami dapatkan” kata Yunda mengingat betapa pentingnya peran dari Program JKN.
“JKN membuka akses bagi banyak keluarga di luar sana yang kesulitan membayar biaya pengobatan. Ini bukan hanya soal uang, tapi soal kesehatan dan masa depan keluarga,” ujar Yunda, yang juga berharap agar lebih banyak orang bisa memanfaatkan program ini dengan baik.
Dalam kesempatan ini, Yunda mengingatkan pentingnya bagi masyarakat untuk segera mendaftar ke program JKN agar mendapatkan manfaat jaminan kesehatan. “Jangan tunggu sampai ada masalah kesehatan yang besar, lebih baik mendaftar sekarang agar jika ada kebutuhan medis, kita sudah siap. Program ini sangat membantu, terutama untuk keluarga yang tidak memiliki asuransi kesehatan pribadi,” jelasnya.
Keberhasilan operasi katarak yang dijalani ayah Yunda menunjukkan bagaimana program JKN dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Tak hanya memberikan akses layanan kesehatan, JKN juga turut mengurangi beban finansial yang seringkali menjadi hambatan bagi banyak keluarga dalam mendapatkan perawatan medis yang mereka butuhkan.
“Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi bagi keluarga lain yang mungkin khawatir tentang biaya pengobatan. Dengan menjadi bagian dari Program JKN, kami merasa tidak sendirian. Ada Pemerintah yang hadir melalui Program JKN dan itu sangat berartii bagi kami, tandas Yunda.

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru