Program Nasional di Tubaba Tahun 2016 dan 2021 Belum Bisa Dimanfaatkan

Sabtu, 12 November 2022 - 03:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tubaba | Tintamerah.co.id – Maryono dan Wawan Masyarakat di Tiyuh Margo Mulyo Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mendapatkan sebuah bangunan Jamban beserta Septic Tank tahun 2021, namun dirinya menjelaskan bangunan tersebut hanya sebatas pembuatan tabung penampung (septic tank) dan closet yang dia terima, sehingga belum di gunakan di karenakan belum ada bilik sebagai penutup tempat closet yang akan digunakan.

“Kita di kasih ini dari desa mas, tabung septic tank dan closet kalau bilik untuk penutupnya kita harus buat sendiri,” ungkap Maryono dengan wajah tampak haru saat diwawancarai Wartawan di lokasi bangunan jamban, Jumat (11/11/22).

Hal tersebut dikarenakan jarak yang cukup jauh dari dapur rumahnya ke tempat closet yang dibangun, untuk membuat dinding penutup dirinya belum memiliki cukup uang mengingat minimnya pendapatan yang ia peroleh hanya memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

“Belum ada uang mas mau bikin dindingnya ini karena kan ini cukup jauh dari dapur rumah saya, makanya belum dipakai saya belum ada uang untuk beli penutupnya, karena uang yang saya dapatkan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja,” ungkapnya.

Hal tersebut cukup meyakinkan lantaran kondisi Rumah yang menjadi tempat tinggal Maryono beserta keluarga nya itu masih berdinding papan, dan dari wawancara yang dilakukan diketahui dirinya tercatat sebagai penerima program bantuan dari pemerintah, Namun enggan untuk memberitahu jenis program bantuan yang diterima.

Meski telah tinggal dan hidup bersama keluarganya selama bertahun-tahun di tempat itu hingga saat ini Maryono masih belum memiliki Sarana kamar mandi tersendiri, wawancara semakin sangat terasa Haru saat dirinya menceritakan keadaan keluarganya yang harus menumpang kamar mandi milik orang tuanya saat mandi ataupun buang air besar, Bahkan untuk mencukupi kebutuhan Air dirinya juga harus mengambil air yang berasal dari Sumur tetangganya baik untuk air minum ataupun memberi Minum kepada hewan ternak miliknya,hal semacam itu memang sudah lama terjadi sebelum adanya bantuan pemerintah.

BACA JUGA  Desa Sukadana Udik Melaksanakan Rembuk Stunting

“Ya kalau untuk mandi buang air besar saya itu numpang tempat orang tua di situ, ya mau gimana lagi mas kita belum punya sendiri, ya memang keadaan itu sudah lama sebelum ada bantuan pemerintah,” ungkapnya.

Ironisnya keadaan yang di alami oleh Maryono saat ini yang seharusnya menjadi solusi untuk dirinya,lantaran didepan rumah Maryono berdiri kokoh sebuah Tower air dengan tong penampungan yang besar, yang di bangun oleh pemerintah TuBaBa, saat disinggung mengenai Tower air tersebut Maryono mengatakan tower air yang berdiri kokoh tersebut tidak lagi mengalir airnya ke rumah-rumah warga sekitar.

“Ya itu towernya udah nggak hidup lagi airnya nggak tahu itu kenapa, itu udah lama itu mas makanya saya ngambil airnya dirumah orang tua saya,” kata dia.

Maryono berharap agar pemerintah memberikan bantuan kepada mereka untuk membangun Bilik di jamban-jamban yang telah terbangun agar dapat digunakan oleh masyarakat, sehingga azas kemanfaatan bisa dirasakan oleh setiap warga yang menerima bantuan pemerintah khususnya bagi keluarga kurang mampu.

Di lokasi halaman rumah Maryono tempat berdirinya Sumur bor juga terpasang plakat yang bertuliskan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun anggaran 2016,serta terdapat tanda tangan Bupati Tulang Bawang Barat Umar Ahmad selain itu plakat tersebut juga tertulis sebuah kalimat yaitu “air adalah sumber kehidupan Mari kita jaga dan kita lestarikan”.

BACA JUGA  Perkemi Aceh Resmi Melepas Atlet Shorinji Kempo Di Ajang Popnas ke- XVI Palembang

Hal tersebut berdasarkan beberapa peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, guna menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air bagi kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kehidupannya yang sehat, bersih, dan produktif.

Saat dilakukan penelusuran, Diketahui bahwa Penyebab tidak berfungsinya tower air tersebut dilatar belakangi oleh minim tata kelola tentang penggunaan sumur bor tersebut.

“Ya itu udah lama sih bang, adalah itu 3-4 tahunan lebih itu, ya mau gimana lagi,” ucap Wawan.

Wawan juga mengatakan sumur bor tersebut tidak mempunyai ketua yang secara khusus untuk mengelola sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

“Ya kalau pengelolaan yang tanggung jawab khususnya ya gak ada, di suku suku lain juga sama gak ada yang ngelola khusus ngelakuin nya ya swadaya,” ungkapnya.

Wawan juga mengungkapkan bahwa Tower air yang terbangun pada tahun 2016 , merupakan bantuan dari salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Tubaba dari Partai Demokrat,yang dulu dirinya sebagai pelopor dan menyampaikan proposal kepada anggota dewan saat itu yang masih menjabat, namun Wawan juga enggan memberitahukan nama anggota dewan tersebut.

“Saya mengusulkan ini kepada anggota dewan waktu itu bang, alhamdulilah cepet di respon,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa untuk meminta sebuah pembangunan dari pemerintah memerlukan persyaratan- persyaratan yang cukup rumit, sehingga dengan berkoordinasi dengan wakilnya membuat cepatnya kebutuhan mereka di respon oleh pemerintah TuBaBa.

BACA JUGA  28 Tim Bertarung Rebut Piala Gubernur Sumsel 2025, Herman Deru : Sarana Eratkan Silaturahmi Antar Pegawai

“Waktu saya minta surat hibah dari tiyuh di persulit,saya nelpon anggota dewan langsung di katakan kalau tiyuh nggak mau kasih, langsung bawa ke camat aja dan akhirnya kepala tiyuh ngeluarin surat itu.” Bebernya.

Sementara saat di singgung, terhadap septic tank dan jamban yang sudah di bangun tahun 2021wawan mengatakan dirinya kurang mengetahui bangunan tersebut bersumber dari Dana Desa, ataukah dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di karenakan pada bangunan tersebut ada sebuah prasasti yang sangat indentik terhadap bangunan yang bersumber dari Dana Desa di tempatnya di karenakan terdapat tulisan nama kepalo tiyuh yang saat itu menjabat.

“Ya itu kemarin bangunannya itu namanya MCK untuk warga yang belum punya MCK kalau untuk anggarannya itu tahun kemarin (Tahun anggaran 2021.red) dari Dana Desa di situ kan ada prasastinya kalau dia ada prasasti itu ya dari Dana Desa Kalau yang kayak punya saya yang di belakang ini itu kan ada tuh ada nama Kepala desanya.” Ucapnya.

Dari prasasti tersebut Diketahui bangunan septic tank yang ada di Tiyuh Margomulyo,merupakan Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Destik dengan kegiatan jenis pekerjaan Pembangunan Septic Tenk Individual Perdesaan sebanyak 50 Unit yang sumber anggaran berasal dari Dana Alokasi Khusus Tahun anggaran 2021, Namun anehnya pada prasasti tersebut terdapat Nama kepala desa/Tiyuh Margo Mulyo Didik Subroto. Sementara program tersebut dikerjakan secara swakelola yang di kerjakan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang proses pelaksanaannya Kepala Tiyuh/Desa sebagai pemangku kebijakan di desa tempatnya. (Joni St).

Berita Terkait

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Berita Terbaru