Sumsel Siap Antisipasi Potensi Bencana 2021

Rabu, 3 Maret 2021 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG|Tintamerah.co.id– Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru manghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana 2021 secara virtual bersama Presiden RI, Ir H Joko Widodo,Rabu (3/3/21).

Dalam arahannya, Presiden RI, IR H Joko Widodo mengatakan, bencana tidak bisa lepas dari sisi kesehatan dan ekonomi. Aspek kesehatan dan ekonomi ini harus diselesaikan secara bersama, baik di tingkat daerah, nasional hingga global.

“Penanganan bencana harus dilakukan dengan cepat, inovatif dan kolaboratif. Apalagi, Indonesia tercatat sebagai negara rawan bencana, dan masuk sebagai 35 negara rawan resiko bencana di dunia,” ungkapnya.

Dijelaskannya, berdasarkan data yang dimiliki dari Februari 2020 hingga Februari 2021, setidaknya ada 9 bencana yang terjadi setiap harinya di Indonesia. Angka tersebut, ungkap Jokowi, bukanlah angka yang sedikit dan harus menjadi perhatian bersama.

BACA JUGA  42 Tersangka Narkoba Diamankan Jajaran Polda Sumsel

“Kunci utama dalam penanganan bencana adalah mengurangi resiko, sehingga aspek pencegahan jangan sampai terlambat. Pemerintah, termasuk daerah harus menyiapkan antisipasi bencana yang terencana dengan baik,” terangnya.

Disisi lain, orang nomor satu di Indonesia ini mengajak pemerintah daerah untuk sensitif terhadap rawan bencana. Jangan sampai terjadinya kegaduhan, atau saling menyalahkan setelah terjadinya bencana.

“Tata ruang juga harus harus memperhatikan aspek bencana. Pembangunan infrastruktur tahan bencana harus diperhatikan dengan baik, agar bisa terealisasi dan memberikan dampak yang baik kepada masyarakat,” terangnya.

Dijelaskanya, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan bersama dalam penanggulanan bencana di Indnesia. Pertama, jangan sibuk membuat aturan, tapi lebih ditekankan pada pelaksanaan di lapangan.

BACA JUGA  Gerak Cepat! Dapati Laporan Masyarakat, Polres Muba Langsung Tinjau Lokasi Sawmil

Aspek kedua, sambungnya, harus dilakukan secara terintegrasi, dan mengetahui apa yang harus dilakukan terlebih dahulu, serta tidak boleh ada ego sektoral dan ego daerah.

“Ketiga, manajemen tanggap darurat. Harus cepat melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi. Sistem peringatan dini harus berfungsi dengan baik. Harus bisa bekerja dengan cepat dan akurat. Kecepatan adalah kunci dalam menyelamatkan dan mengurangi jatuhnya korban,” terangnya.

Keempat, atau yang terakhir, koordinasi harus terus dilakukan, bahkan jika perlu melibatkan level keluarga. Tujuannya agar warga lebih siap jika terjadi bencana.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan sebagai sikap cepat tanggap dalam merespon kasus bencana. Bahkan, pihaknya tak segan-segan untuk mengunjungi warga terdampak bencana alam untuk memberikan semangat dan memberikan bantuan sembako hingga revitaliasi infrastruktur.

BACA JUGA  Devriyana Marda Ardian Menghadiri Pengajian Bulanan PAC Muslimat NU Kecamatan Sungkai Tengah

Disisi lain, keberhasilan Sumsel dalam mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2020 sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menanggulangi berbagai bencana yang terjadi di Sumsel.

Dalam kegiatan ini, Gubernur H Herman Deru didampingi Ketua DPRD Sumsel, Hj RA Anita Noeringhati,SH., MH, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Agus Suhardi, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Eko Indra Heri, MM, Kajati Sumsel, Drs M Rum, MH dan Danrem 044 Gapo,Brigjen TNI Agus Suraji, S.IP., S.Sos. (YL)

Berita Terkait

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Berita Terbaru