Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Berangkat dengan Bus Pariwisata dan Koperasi Organda Menuju Kabupaten Banyuasin di KKN ke -82

Selasa, 14 Januari 2025 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | Tintamerah.co.id – 1975 Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang diberangkatkan menuju tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-82 tujuan kabupaten Banyuasin.

Dalam kesempatan ini, Kepala Pusat (Kapus) Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) LP2M Dr Kun Budianto, S.Ag, SH, M.Si mengungkapkan, 1975 Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang diberangkatkan ke kabupaten Banyuasin di 9 kecamatan yang terdiri dari 125 desa.

“Pelaksanaan KKN tersebut berlangsung selama 40 hari terhitung hari ini hingga 24 Februari 2025,” ungkap Kun Budianto.

Ketika ditanya pungutan biaya untuk berangkat KKN, Kun Budianto mengatakan bahwa tidak dipungut biaya karena sudah termasuk didalam Uang Kuliah Tunggal (UKT).

BACA JUGA  Ratu Dewa berbagi ilmu dengan Mahasiswa UT

“Kita melarang pungutan karena ini sifatnya sudah masuk dalam UKT. Untuk selebihnya kebutuhan sehari-hari mereka disana itu urusan mereka masing-masing,” jelas Kun Budianto.

Ketika ditanya jumlah armada bus yang memberangkatkan mahasiswa KKN tersebut berjumlah 65 bus. Dirinya juga menjelaskan bus yang mengangkut para mahasiswa tidak semuanya bus pariwisata melainkan terdapat beberapa bus koperasi Organda.

“Sesuai dengan kondisi keadaan dan anggaran jadi kita hanya menyesuaikan yang penting berjalan lancar,” pungkas Kun Budianto.

Sementara itu salah satu mahasiswa yang mengikuti KKN, Reva dari fakultas Tarbiyah mengatakan dirinya mengaku tidak dikenai biaya transportasi.

“Untuk keberangkatan, kita tidak dikenai biaya apa-apa, sedangan untuk fasilitas yang diberikan kepada kita hanya bus saja/makanan juga tidak ada,” katanya.

BACA JUGA  Herman Deru Resmikan Akses Jalan Penghubung OKU Timur - OI Sepanjang 68 KM

Ketika ditanya untuk memilih bus pariwisata atau bus koperasi Organda, Reva lebih memilih bus pariwisata karena ada fasilitas AC.

“Kalaupun terpaksa harus naik bus koperasi Organda, ya apa boleh buat terima saja. Tidak sedikit juga mahasiswa yang berangkat berharap mendapatkan bus pariwisata untuk segi kenyamanan, sedangkan bus koperasi Organda sendiri tidak difasilitasi AC dan jika dilihat keadaannya sangat tidak nyaman,” ungkap Reva.

(HA)

Berita Terkait

Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!
Perkuat Ketahanan Pangan, Prajurit Yon TP Digembleng Bimtek Pertanian Strategis
Estafet Tongkat Komando: Danrem 044/Gapo Lantik Dandim Muara Enim dan Lahat yang Baru
Dobrak Sekat Eksklusivitas, Bank Sumsel Babel & OJK Hadirkan Layanan Perbankan ‘Tanpa Batas’ untuk Disabilitas
Revolusi WFH di Palembang: fave+ Hotel Hadirkan Paket ‘Work & Fun Holiday’ Mulai Rp545 Ribu!
BNNP Sumsel Musnahkan 16,9 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Dua Gembong Besar Kini Jadi Buruan Maut!
Gas Pol! Pasca Dilantik, Kadis PU Lahat Jefran Azsyapputra Langsung Kawal MoU Strategis Perbaikan Jalan

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 12:48 WIB

Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global

Kamis, 23 April 2026 - 12:58 WIB

Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Kamis, 23 April 2026 - 12:52 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Prajurit Yon TP Digembleng Bimtek Pertanian Strategis

Kamis, 23 April 2026 - 12:43 WIB

Estafet Tongkat Komando: Danrem 044/Gapo Lantik Dandim Muara Enim dan Lahat yang Baru

Kamis, 23 April 2026 - 12:36 WIB

Dobrak Sekat Eksklusivitas, Bank Sumsel Babel & OJK Hadirkan Layanan Perbankan ‘Tanpa Batas’ untuk Disabilitas

Berita Terbaru