Kisah IRT di Palembang Tutup Usaha Akibat Covid-19, 2025 Rani Salon Diresmikan Wali Kota Ratu Dewa

Minggu, 12 Oktober 2025 - 23:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rani Oktarina dan Rudiyanto Pangaribuan saat menerima kehadiran Walikota ratu Dewa saat peresmian RDP Center dan Rani Salon di Jalan Kancil Putih, Komplek Green Island II, Lorok Pakjo, Ilir Barat I, Palembang, Sabtu (11/10/25).

Rani Oktarina dan Rudiyanto Pangaribuan saat menerima kehadiran Walikota ratu Dewa saat peresmian RDP Center dan Rani Salon di Jalan Kancil Putih, Komplek Green Island II, Lorok Pakjo, Ilir Barat I, Palembang, Sabtu (11/10/25).

PALEMBANG | tintamerah.co.id -, Salah satu pengusaha dibidang kecantikan di Palembang, Sumatera Selatan, Rani Oktarina mengaku usaha salonnya tutup akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2020 silam.

Rani mengaku usaha yang dibangunnya sejak tahun 2001 itu terpaksa harus ditutup sementara karena pemerintah Indonesia memberlakukan kebijakan lockdown atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan pada 15 Maret 2020.

“Ya, jadi awal salon ya. Iya awal salon. Salon itu sebenarnya udah dari 2001, kita salon Rani udah ada, itu tempatnya di Jalan Lunjuk Jaya,” kata Rani saat dihubungi superejatv.com, Minggu (12/10).

“Sampai di tahun 2020 ya, karena 2020 itu kan kita covid, jadi salon itu vakum dulu. Karena lockdown,” Rani menambahkan.

Kendati begitu, Rani tidak merasa terpukul karena usahanya terpuruk karena saat itu ia masih bisa menjalankan bisnis lain yang bisa dilakukakan dari rumah yakni menjual produk kesehatan dari Jepang, Asayama Family Club (AFC).

“Nyaman ya, karena waktu itu memang aku sudah ngerjain satu bisnis kan. Jadi merasa nyaman kan, itu bisnis lain, itu AFC tadi, ujar Rani.

 

‘Merasa Nyaman dan Ingin Bantu’ sebagai motivasi membuka kembali Rani Salon

Rani tidak pernah memepermasalahkan usaha salonnya yang gulung tikar hingga pertengahan tahun 2025. Berawal dari rasa nyaman dengan kondisi yang dihadapinya, muncul dibenak Rani untuk memulai kembali usahanya yang sempat tutup hampir lima tahun lamanya. Ia bermimpi agar usahanya bisa membantu orang lain dengan membuka kursus salon gratis.

“Ada satu keinginan lah ya, kita pengen bisa bantu, siapa tahu bisa nanti ke depannya bisa bantu belajar salon gratis, kayak itu kan, gunting-gunting atau segala macam itu, pengennya kayak itu,” terang Rani.

Selanjutnya, Rani menyampaikan, bahwa membuka kursus untuk masyarakat Palembang sudah dilakukannya  sejak Rani Salon di jalan Lunjuk, Bukit Besar, Palembang. Ia menyebut, syarat untuk membuka kursus harus memiliki ijazah bukan sertifikat, karena kalau ijazah, kata Rani, ia mendapatkannya harus menempuh sekolah dan melewati ujian.

BACA JUGA  Kabidkeu Polda Sumsel Buka Kegiatan Rekonsiliasi Data Aset dan Keuangan Pra Laporan Keuangan TA. 2022

“Itu kan ada, aku bukan sertifikat ya, itu pake ijazah memang waktu itu kan, aku sekolahnya dulu dari telaga, tapi kita ada ujian memang yang mengeluarkan ijazah ya, kalau ijazah sama sertifikat itu kan beda. Jadi kalau kita ada ijazah, itu boleh kita buka kursus. Tapi kalau cuma sertifikat nggak bisa kan, sertifikat itu kan bisa belajar cuma sehari, kayak gitu kan,” ungkap Rani.

 

Usaha bareng suami diresmikan Wali Kota Palembang: Beri Layanan dari Ujung Kaki Hingga Rambut

Seperti diketahui, Wali Kota Ratu Dewa menghadiri Launching Rudiyanto Pangaribuan Podcast (RDP) Center dan Salon Rani di Jalan Kancil Putih, Komplek Green Island II, Lorok Pakjo, Ilir Barat I, Palembang, Sabtu (11/10/25). Ia meresmikan Launching RDP Center dan Salon Rani dengan melakukan pemotongan pita merah.

Rani mengatakan usaha yang dikerjakan bersama suaminya saat ini sudah didiskusikan sejak lama, karena terang Rani, keinginan ini merupakan impian mereka sedari dulu.

“Iya memang ini usaha bersama lah ya, kita ngomong. Memang antara RDP center sama Rani Salon gitu. Jadi kita barengin, buka usaha bareng. Sama-sama ini udah jadi impian kami dulu,” ucap Rani.

Menurut Rani, usaha bersama pasangan banyak mendapatkan kebaikan dan keuntungan tersendiri karena waktu bersama lebih banyak dan materi yang dibicarakan akan lebih mudah dipahami dan dimengerti satu sama lain.

Lebih lanjut, Rani menuturkan, Rani Salon memberikan layanan lengkap  untuk perawatan kecantikan kepada pelanggan. Ia mengatakan

“Perawatan dari kaki sampai rambut, lengkap. Pokoknya seluruh ya? Seluruh. Seluruh badan, ya. Buka dari jam 9 pagi sampai 17.30, tutup,” ujar Rani.

Selain melayani perawatan kecantikan, kata Rani, usahanya juga menjual produk kecantikan dan kesehatan.

 

Berangkat dari hobi membuat Rani membuka Usaha Salon kecantikan

Sebuah pepatah mengatakan “Bahagia adalah orang yang bisa mencari nafkah dari hobinya”. Mungkin ungkapan ini cocok dengan kisah perjalanan Rani menekuni usahanya. Ia mengatakan dorongan untuk membuka ‘Rani Salon’ pada tahun 2001 silam adalah kesenangannya dengan dunia kecantikan.

BACA JUGA  30 menit bersama Karo SDM Polda Sumsel

“Kalau salon itu memang hobi di kecantikan. Hobi, senang,” kata Rani.

Rani mengatakan memiliki bakat membuat orang lain menjadi lebih cantik akan mendapatkan kepuasan tersendiri dalam diri seseorang. Sejak kecil, ujar Rani, dirinya memang suka bereksperimen menghias rambut saudara dan sepupuhnya.

“Membuat orang itu cantik itu senang. Dan senang mengotak-atik di rambut. Dari kecil itu aku memang ada cerita sedikit. Waktu kecil itu kan senang nanyain rambut-rambut. Saudara-saudara ini kan sepupu-sepupu gitu kan. Mungkin dari situ kali lihat dari bakat kali,” terang Rani.

Menurut Rani, bisnis kecantikan merupakan usaha yang sangat menjanjikan, karena mulai dari anak kecil, remaja, dewasa hingga wanita berumur sangat peduli dengan perawatan diri. Oleh sebab itu, Rani belum tertarik untuk melebarkan usaha ke bisnis lain yang bukan bidangnya.

Lebih lanjut, Rani menyampaikan salonnya memberikan pelayanan khusus untuk kaum perempuan mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga ibu-ibu.

Disisih lain, Rani menuturkan, selain mendapatkan rezeki materi dari menjalankan usahanya, menurutnya, juga mendapat amal jariyah dengan memberikan ilmu yang bermanfaat kepada para pegawainya.

“Dan kalau bisa itu terus kita ladang amal juga bisa ya. Masalahnya kan kita bisa ngajarin lagi. Kita terima pegawai juga tidak yang sudah ahli. Tapi ngajarin baru. Jadi dari dulu juga kayak itu. Aku ngajarin,” papar Rani.

Kendati demikian, Rani tidak menghalangi para pegawainya yang sudah kompeten untuk membuka usaha salon sendiri.

Rani mengaku, kesuksesan usaha yang dirintisnya sejak lajang itu tidak lepas dari dukungan penuh dari pasanganhidupnya.

“Sangat mendukung. Karena dia tahu dari sebelum nikah juga dia sudah tahu aku di salon punya usaha ini ya. Memang dia support penuh ya,” ungkap Rani.

 

Pesan moril kepada ‘Wanita Rumahan’

Kisah ibu rumah tangga (IRT) menjadi pengusaha seringkali berawal dari hobi atau kebutuhan finansial keluarga, memanfaatkan modal kecil atau barang bekas, dan menggunakan media sosial untuk memasarkan produk. Contohnya adalah ibu yang hobi membuat aksesori menjadi sukses dengan toko daringnya, seorang ibu yang memulai bisnis pakaian daring dari grup WhatsApp, atau ibu lainnya yang menggadaikan cincin untuk modal bisnis batik.

BACA JUGA  Pangdam II/Sriwijaya Bersama Forkopimda Sambut Kunjungan Kerja Presiden RI Joko Widodo ke Bengkulu

Dilansir dari trubus.id, tanggal 11 Maret 2025, Seorang ibu rumah tangga di Ciapus, Bogor, Jawa Barat berhasil mengubah hobi bercocok tanamnya menjadi bisnis tanaman hias anthurium yang menguntungkan. Salah satunya adalah Ibu Sisda Damanik, yang mulai mengembangkan usahanya sejak awal pandemi dan kini meraih kesuksesan.

Sepenggal kisah nyata ini bisa menjadi gambaran apa yang dikatakan Rani Oktarina bahwa seorang wanita yag sudah berumah tangga tetapa memiliki kesempatan menghasilkan uang sendiri.

“Jadi kita itu jadi perempuan itu. Walaupun sudah berkeluarga itu tidak menutup kemungkinan kita bisa berusaha. Bisa menghasilkan uang sendiri. Jadi walaupun di rumah jadi ibu rumah tangga. Tapi tetap harus bisa berpenghasilan. Jadi cari penghasilan itu bukan cuma dari kerja kantoran,” Rani bercerita.

Menurut Rani, dalam era digital saat ini IRT bisa memanfaatkan waktu untuk menjual barang secara online. Hal ini, lanjut Rani, ia lakukan juga saat memulai usahanya dengan membagi waktu mengurus semua kebutuhan suami dan anak-anaknya.

“Tapi bisa sekarang ini lebih lagi kan. Kita jual online bisa. Aku dulu juga kan dari sambil ngurus anak. Sambil buka salon itu bisa. Artinya begini. Ibu-ibu di rumah,” beber Rani.

Dalam kesempatan ini, Rani menyampaikan berbagai promo selama satu bulan sejak ‘Rani Salon’ diresmikan dua hari yang lalu.

“Promosi kita facial sama creambath itu cuma 100 ribu. Terus perawatan kita ada potongan diskon 10%. Untuk perawatan full,” kata Rani.

Untuk itu, Rani mengajak semua teman-teman, ibu-ibu, dan adik-adik perempuan di Kota Palembang untuk mendapatkan kembali pelayanan perawatan kecantikan. Ia menyatakan akan memberikan pelayanan prima dan kenyamanan terbaik.

 

Teks: Efran | Editor: ej@

Berita Terkait

Perkuat Ketahanan Pangan, Prajurit Yon TP Digembleng Bimtek Pertanian Strategis
Estafet Tongkat Komando: Danrem 044/Gapo Lantik Dandim Muara Enim dan Lahat yang Baru
Dobrak Sekat Eksklusivitas, Bank Sumsel Babel & OJK Hadirkan Layanan Perbankan ‘Tanpa Batas’ untuk Disabilitas
Revolusi WFH di Palembang: fave+ Hotel Hadirkan Paket ‘Work & Fun Holiday’ Mulai Rp545 Ribu!
BNNP Sumsel Musnahkan 16,9 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Dua Gembong Besar Kini Jadi Buruan Maut!
Perangi Narkoba dan Pungli, Kepala Rutan Palembang Teken PKS Strategis Bersama BNN Sumsel
Cuma 75 Ribu! BATIQA Hotel Palembang Dobrak Akhir Pekan dengan Pesta Kuliner Sepuasnya
Audit Kinerja Itdam II/Sriwijaya Tuntas: Korem 044/Gapo Siap Sapu Bersih Temuan Demi Transparansi Mutlak

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 12:52 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Prajurit Yon TP Digembleng Bimtek Pertanian Strategis

Kamis, 23 April 2026 - 12:43 WIB

Estafet Tongkat Komando: Danrem 044/Gapo Lantik Dandim Muara Enim dan Lahat yang Baru

Kamis, 23 April 2026 - 12:36 WIB

Dobrak Sekat Eksklusivitas, Bank Sumsel Babel & OJK Hadirkan Layanan Perbankan ‘Tanpa Batas’ untuk Disabilitas

Rabu, 22 April 2026 - 16:55 WIB

Revolusi WFH di Palembang: fave+ Hotel Hadirkan Paket ‘Work & Fun Holiday’ Mulai Rp545 Ribu!

Rabu, 22 April 2026 - 16:18 WIB

BNNP Sumsel Musnahkan 16,9 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Dua Gembong Besar Kini Jadi Buruan Maut!

Berita Terbaru