PALEMBANG | tintamerah.co -, Di balik dinamika politik Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, yang kerap menghangat, momen Idulfitri 1447 H menjadi oase penyejuk yang memperlihatkan kedewasaan para pemimpinnya. Melalui sebuah unggahan di akun Facebook pribadinya, Minggu, (22//3/2026) pukul 17.47 WIB, Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, membagikan momen krusial saat dirinya melangsungkan silaturahmi ke kediaman Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji di Palembang.
Bukan sekadar kunjungan seremonial, kehadiran Ubaidillah membawa pesan kuat tentang sinergitas tanpa sekat.
Simbol Kekuatan Kolektif
Pemandangan di kediaman Wakil Bupati tersebut menjadi potret lengkap kekuatan eksekutif dan legislatif PALI. Tak datang sendirian, Ubaidillah tampak akrab berdampingan dengan Bupati PALI Asgianto, Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah serta Jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab PALI.
Pertemuan ini seolah menegaskan bahwa meski mereka berdiri di koridor kekuasaan yang berbeda—pengawasan dan eksekusi—tujuan besarnya tetap satu: Pemerintahan yang solid.
Lebih dari Sekadar “Open House”
Dalam narasi unggahannya, Ubaidillah menunjukkan sisi lugas namun hangat. Ia memposisikan momen Lebaran ini sebagai jembatan untuk meruntuhkan kekakuan birokrasi. Saat cangkir teh berdenting dan gelak tawa pecah di ruang tamu Iwan Tuaji, pesan yang tersampaikan kepada publik sangat jelas: Kepentingan rakyat PALI jauh di atas ego sektoral.
“Silaturahmi adalah kunci. Di hari yang fitri ini, kita melepas atribut jabatan sejenak untuk kembali ke fitrah sebagai saudara yang saling menguatkan demi kemajuan daerah kita tercinta,” tulis Ubaidillah dalam nada optimis di akun media sosialnya.
Tajam Melihat Peluang Sinergi
Kunjungan ini juga dibaca sebagai langkah strategis untuk memastikan roda pemerintahan berjalan linier. Kehadiran para kepala OPD di tengah pimpinan legislatif dan eksekutif menunjukkan bahwa koordinasi teknis dapat dimulai dari komunikasi personal yang baik.
Ubaidillah, dengan gaya kepemimpinannya yang tegas namun adaptif, berhasil menjadikan media sosial sebagai jendela transparansi bagi masyarakat. Ia memperlihatkan bahwa di tangan para pemimpin yang mau duduk satu meja, tantangan pembangunan di Bumi Serepat Serasan akan terasa lebih ringan.
Harmoni untuk PALI
Potret kebersamaan Asgianto, Iwan Tuaji, Ubaidillah, dan Firdaus Hasbullah adalah sinyal positif bagi stabilitas politik lokal. Di tengah euforia kemenangan Idulfitri, masyarakat PALI disuguhi tontonan yang mengedukasi; bahwa politik tidak selalu soal kontestasi, melainkan juga soal kolaborasi dan silaturahmi yang tak terputus.
Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co















