BNNP Sumsel Musnahkan 16,9 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Dua Gembong Besar Kini Jadi Buruan Maut!

Rabu, 22 April 2026 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Hisar Siallagan (tengah), bersama jajaran menunjukkan barang bukti 16,9 kg sabu jaringan Malaysia sebelum dimusnahkan di Palembang, Rabu (22/4/2026). Barang haram senilai miliaran rupiah ini disita dari penggerebekan di sebuah gudang perumahan. (Foto: Dok/Humas BNNP Sumsel)

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Hisar Siallagan (tengah), bersama jajaran menunjukkan barang bukti 16,9 kg sabu jaringan Malaysia sebelum dimusnahkan di Palembang, Rabu (22/4/2026). Barang haram senilai miliaran rupiah ini disita dari penggerebekan di sebuah gudang perumahan. (Foto: Dok/Humas BNNP Sumsel)

PALEMBANG | tintamerah.co -, Genderang perang terhadap perusak bangsa kembali ditabuh keras. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan melumat habis barang bukti sabu seberat 16,9 kilogram hasil tangkapan jaringan internasional Malaysia–Palembang. Pemusnahan yang dilakukan di halaman kantor BNNP Sumsel, Rabu (22/4/2026), menjadi pesan mematikan bagi para sindikat: Tidak ada ruang aman bagi narkoba di Bumi Sriwijaya!

Komitmen Tanpa Ampun

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol. Hisar Siallagan, dengan nada bicara yang tegas dan berwibawa, menyatakan bahwa pemusnahan ini bukan sekadar seremoni rutin. Ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam memutus urat nadi peredaran gelap narkotika yang kian beringas.

“Kami tidak akan memberi ruang, meski sejengkal pun, bagi jaringan internasional untuk merusak generasi kita. Pemusnahan ini adalah bukti komitmen kami. Siapa pun yang mencoba bermain api dengan narkoba di Sumatera Selatan, akan kami sikat sampai ke akarnya!” tegas Jenderal Bintang Satu tersebut dalam keterangan pers tintamerah.co, Rabu (22/4/2026).

BACA JUGA  Cegah Stunting, Satgas Yonif Raider 142/KJ Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Anak Papua

Kronologi Penggerebekan: Senyap dan Mematikan

Keberhasilan ini berawal dari keberanian masyarakat yang melaporkan aktivitas mencurigakan melalui call center 24 jam BNNP Sumsel. Laporan tersebut menyebutkan adanya “gudang maut” di kawasan Perumahan Griya Kampung Serang.

Tak butuh waktu lama, tim di bawah komando Kabid Pemberantasan dan Intelijen, Kombes Pol. Dra. Basni R. Sagala, bergerak bak bayangan. Setelah tujuh hari pengintaian intensif, petaka bagi para pengedar tiba pada Rabu dini hari, 25 Maret 2026.

Dalam penggerebekan di Perumahan Griya Kampung Serang Sejahtera Blok I No. 6, petugas membekuk tersangka berinisial J (32). Hasilnya mengejutkan: dua koper besar berisi 15 bungkus sabu bermerek Daguanyin dan Gold Leaf dengan total berat 16,9 kilogram berhasil disita. Jika lolos, barang haram ini berpotensi menghancurkan ribuan nyawa pemuda di Sumatera Selatan.

BACA JUGA  Kapolda Sumsel ikuti secara virtual bakti kesehatan Bhayangkara ke-79 & HKGB Ke- 73 yang dipimpin Kapolri.

Dua DPO Kini Dikejar Hingga Lubang Semut

Pengembangan cepat dilakukan. Tak sampai 24 jam, tersangka kedua berinisial H yang berperan sebagai kurir diringkus di kawasan Jalan Mayor Zen, Kalidoni. Namun, BNNP Sumsel tidak puas hanya dengan menangkap “kaki tangan”.

Saat ini, mata elang BNNP Sumsel tengah mengincar dua sosok misterius berinisial W dan R. Keduanya telah resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan diduga kuat sebagai otak sekaligus pengendali utama distribusi dari Malaysia.

Panggilan Jihad Melawan Narkoba

Di akhir pernyataannya, Brigjen Pol. Hisar Siallagan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang berani melapor. Ia menegaskan bahwa kekuatan sesungguhnya berada di tangan rakyat.

BACA JUGA  Prajurit Kodim 0421/LS Terjun Langsung Dampingi Petani Merawat Kebun Cabe

“Perang melawan narkoba adalah jihad kita bersama. Jangan takut, jangan ragu. Laporkan! Kita bersihkan Sumatera Selatan dari sampah-sampah internasional ini,” pungkasnya.

Pemusnahan 16,9 kg sabu ini menjadi peringatan keras bagi para bandar yang masih berkeliaran: Waktu kalian sudah habis.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

DIISUKAN TERJARING OTT KEJATI SUMSEL, KEPALA BAPENDA PALI ANGKAT BICARA: “ITU HOAX, SAYA DI PALEMBANG!”
Gubernur Herman Deru Dobrak Kebangkitan Padel Sumsel: Ende Vol. 1 Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Ruang Jiwa Sehat dan Silaturahmi Tangguh!
MENANTANG ARUS TRANSPARANSI: Efran Terima Mandat FKS PALI, Ketum Suparman Romans Tegaskan Komite Bukan ‘Stempel’ Pungutan Liar!
Bawa Misi Transparansi, Jurnalis Bumi Serepat Serasan Efran Resmi Terima Mandat Bentuk FKS Kabupaten PALI
Wujudkan SDM Polri Unggul, Polda Sumsel Gelar Seleksi Ketat Fisik Taruna Akpol 2026 di Jakabaring
Nyata Berhasil! Mitigasi Karhutla Sumsel Turun Drastis, Sinergi TNI-Polri dan Lintas Sektor Patut Diapresiasi
Sinergi Era Digital: Korem 044/Gapo Gembleng Prajurit Jadi ‘Arsitek’ Informasi Kreatif dan Humanis
Terobosan Pembiayaan, Herman Deru Siapkan Sumsel Jadi Pelopor ‘Obligasi Daerah’ Nasional

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:09 WIB

DIISUKAN TERJARING OTT KEJATI SUMSEL, KEPALA BAPENDA PALI ANGKAT BICARA: “ITU HOAX, SAYA DI PALEMBANG!”

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:29 WIB

Gubernur Herman Deru Dobrak Kebangkitan Padel Sumsel: Ende Vol. 1 Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Ruang Jiwa Sehat dan Silaturahmi Tangguh!

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:17 WIB

MENANTANG ARUS TRANSPARANSI: Efran Terima Mandat FKS PALI, Ketum Suparman Romans Tegaskan Komite Bukan ‘Stempel’ Pungutan Liar!

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:24 WIB

Bawa Misi Transparansi, Jurnalis Bumi Serepat Serasan Efran Resmi Terima Mandat Bentuk FKS Kabupaten PALI

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:06 WIB

Wujudkan SDM Polri Unggul, Polda Sumsel Gelar Seleksi Ketat Fisik Taruna Akpol 2026 di Jakabaring

Berita Terbaru