PALEMBANG | tintamerah.co -, Kedaulatan negara tidak hanya dijaga dengan senapan, tetapi juga melalui kemandirian pangan. Memegang prinsip tersebut, Korem 044/Gapo secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pertanian bagi prajurit Batalyon TP (947, 948, dan 950) di SMK Pertanian Negeri Sembawa, Kamis (23/4/2026).
Acara yang dibuka langsung oleh Kasrem 044/Gapo, Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, mewakili Danrem 044/Gapo, menandai langkah konkret TNI AD dalam mendukung stabilitas nasional melalui sektor agrikultur.
Prajurit Multitalenta: Dari Medan Tempur ke Lahan Subur
Sebanyak 75 prajurit terpilih dari tiga batalyon berbeda akan menjalani pelatihan intensif selama enam hari, mulai 23 hingga 28 April. Fokus utamanya jelas: transformasi prajurit menjadi tenaga ahli pertanian yang mampu mengelola potensi lahan di wilayah tugas mereka.
Dalam amanat tertulis Danrem 044/Gapo yang dibacakan oleh Kasrem, ditekankan bahwa penguasaan teknologi pertanian bukan lagi sekadar keterampilan sampingan, melainkan kebutuhan strategis.
“Ketahanan pangan adalah pilar utama ketahanan nasional. Peran aktif prajurit dalam menguasai sektor ini sangat krusial untuk memastikan bangsa kita tetap tangguh menghadapi tantangan global,” tegasnya.
Disiplin Militer, Inovasi Pertanian
Kasrem menginstruksikan seluruh peserta untuk menyerap ilmu dari para instruktur dengan dedikasi tinggi. Harapannya, sekembalinya ke kesatuan masing-masing, para prajurit tidak hanya membawa sertifikat, tetapi membawa solusi nyata bagi ketahanan pangan lokal.
“Manfaatkan setiap detik pelatihan ini. Serap inovasi teknisnya, aplikasikan di lapangan, dan jadilah pelopor bagi masyarakat dalam bertani secara modern dan efisien,” tambah Kolonel Inf Andi Gus Wulandri.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti sinergitas antara TNI dan tenaga ahli pertanian dalam menciptakan sumber daya manusia yang adaptif. Dengan keterampilan baru ini, prajurit Yon TP diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis lahan, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kedaulatan pangan.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















