PALI | tintamerah.co -, Nada bicara Kepala Desa Pengabuan Timur, Ipey Sastra, mendadak meninggi dan sarat kekecewaan. Di tengah gema takbir yang mengangkasa menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, sebuah ironi menyakitkan justru terjadi di tanah kaya minyak dan gas, Desa Pengabuan Timur, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field, raksasa korporasi yang saban hari mengeruk keuntungan dari perut bumi desa tersebut, dinilai menutup mata dan telinga. Perusahaan plat merah ini secara mengejutkan tidak memberikan satu ekor pun bantuan hewan kurban untuk masyarakat setempat. Padahal, surat permohonan resmi dari pihak pemerintah desa telah dilayangkan jauh-jauh hari.
Pernyataan keras dan “pedas” ini dilontarkan langsung oleh Kades Ivey Sastra saat berbincang santai namun serius dengan Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, S.H., sesaat sebelum pelaksanaan ibadah sholat Idul Adha di Masjid Agung Assyakirin, Rabu (27/5/2026).
Kronologi Kekesalan yang Memuncak
Sebagaimana dilaporkan tintamerah.co sebelumnya dalam rilis resmi agenda sholat Idul Adha Pemkab PALI (Pemerintah Kabupaten PALI Sebar Agenda Idul Adha 1447 H), Bupati Asgianto, S.T. dijadwalkan melaksanakan sholat di Talang Ubi Timur, sementara Wakil Bupati Iwan Tuaji, S.H. turun langsung menyapa jemaah di Desa Pengabuan Timur.
Kehadiran orang nomor dua di PALI ini ke wilayah pelosok sedianya membawa angin segar. Dalam khotbah dan sambutannya, Wabup Iwan Tuaji berhasil menyentuh emosi batin warga (Wabup PALI Iwan Tuaji Sentuh Jantung Pengabuan Timur, Serukan Semangat Pengorbanan dan Persatuan). Namun, momen sakral yang harusnya penuh suka cita itu menyisakan noktah hitam akibat ulah arogan manajemen PT Pertamina Adera Field.
Kades Pengabuan Timur, Ivey Sastra, tidak mampu lagi membendung kekesalannya. Di hadapan Wabup, ia blak-blakan membongkar borok minimnya kepedulian sosial (Corporate Social Responsibility) perusahaan tersebut.
“Kami sangat kecewa! Selama ini kami (pemerintah desa dan warga) selalu menjaga hubungan baik, menjaga kondusivitas wilayah operasi mereka. Kami hanya meminta partisipasi nyata di hari besar keagamaan berupa hewan kurban, surat sudah masuk lama, tapi sampai hari H tidak ada respon sama sekali! Mereka mengeruk manfaat dari tanah kami, tapi untuk berbagi satu ekor sapi saja pelitnya minta ampun,” cecar Ipey Sastra dengan nada lugas dan geram.
Di sisi lain, Ivey menyampaikan apresiasi yang sangat mendalam kepada Pemkab PALI dan pihak-pihak yang masih memiliki nurani, termasuk adanya atensi bantuan dari pusat (Pengabuan Timur Bergema, Kades Sampaikan Apresiasi Mendalam atas Kehadiran Wabup PALI dan Bantuan Presiden). Namun, ketidakhadiran Pertamina Adera Field di tengah hajat suci masyarakat adalah tamparan keras bagi keadilan sosial.
Wabup Iwan Tuaji Meradang: Janji Panggil Paksa Usai Libur Bersama!
Mendengar jeritan hati kades dan warganya yang dianaktirikan oleh perusahaan di rumah sendiri, darah Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, seketika mendidih. Ia langsung “menyemprot” keras sikap manajemen PT Pertamina Adera Field yang dinilai tidak tahu adat dan miskin empati sosial.
Kemarahan sang Wakil Bupati pun menjadi tajuk utama yang menggoncang publik (Geram! Wabup PALI Iwan Tuaji Semprot Keras PT Pertamina Adera Field, Janji Panggil Paksa Usai Libur Bersama).
“Ini keterlaluan dan tidak bisa ditoleransi! Keberadaan objek vital nasional atau perusahaan besar di daerah wajib hukumnya memberikan dampak kesejahteraan konkret bagi warga ring satu. Jangan hanya mau ambil untungnya saja, tapi tanggung jawab sosialnya nol besar!” tegas Iwan Tuaji meradang.
Tidak main-main, pasca libur bersama Idul Adha berakhir, Wabup Iwan Tuaji menegaskan pemerintah daerah akan mengambil langkah ekstrem. Pemkab PALI akan melayangkan surat pemanggilan paksa kepada manajemen puncak PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field untuk mempertanggungjawabkan kelalaian dan ketidakpedulian ini di meja mediasi.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen PT Pertamina Adera Field terkesan “tiarap” dan belum memberikan klarifikasi resmi ataupun pembelaan terkait mandeknya bantuan hewan kurban di Desa Pengabuan Timur. Warga Abab kini menanti ketegasan Pemkab PALI untuk memberi sanksi moral maupun administratif bagi perusahaan yang dinilai “mati rasa” tersebut.
Catatan Redaksi / Upaya Konfirmasi:
Guna menjaga keberimbangan informasi dan memberikan ruang klarifikasi, tim redaksi tintamerah.co telah melayangkan surat permohonan wawancara dan konfirmasi resmi kepada Senior Manager PT Pertamina EP Adera Field pada Kamis (28/5/2026).
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih menunggu tanggapan resmi dari pihak manajemen. tintamerah.co berkomitmen penuh untuk segera memuat dan menerbitkan penjelasan tersebut dalam bentuk hak jawab atau berita perkembangan (update) begitu surat konfirmasi mendapat balasan.
Penulis: Alber Irawan | Editor: Efran















