KTH Karya Bersama dan SDA Watch Kembali Sambangi Kantor Pemprov Sumsel untuk Serahkan Surat Kepada Gubernur

Rabu, 16 Februari 2022 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | Tintamerah.co.id – Pasca menggelar aksi damai perwakilan petani dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Karya Bersama Desa Karang Anyar Kecamatan Sumber Marga Telang Kabupaten Banyuasin bersama Sumber Daya Alam Watch (SDA Watch) beberapa waktu yang lalu, KTH Karya Bersama dan SDA Watch kembali menggeruduk kantor Gubernur Sumatera Selatan, pada Rabu (16/02). Kedatangan tersebut guna melayangkan surat kepada Gubernur Sumsel terkait tindak lanjut dari hasil aksi unjuk rasa yang lalu.

Menurut Denres selaku Ketua SDA Watch didampingi Sekretaris KTH Karya Bersama mengatakan, seminggu sudah para petani menggantung harapannya dengan Gubernur Sumsel dalam permasalahan atas dugaan oknum mafia tanah yang diindikasi telah merampas dan menyerobot tanah kurang lebih 90 Ha.

“Tanah yang diduga diduduki oknum mafia tanah tersebut diindikasi telah terbit SHM, sedangkan tanah itu telah diterbitkan Surat Keputusan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : 7427/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/12/2020 tentang izin usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUP-HKM) tertanggal 11 Desember 2020 yang lokasinya di Kawasan Hutan Lindung (HL) Air Telang yang terletak di Desa Karang Anyar Kecamatan Sumber Marga Telang Kabupaten Banyuasin,” jelas Denres saat ditemui usai menyerahkan surat kepada Gubernur Sumsel, pada Kamis (16/02).

BACA JUGA  Memperingati 10 Muharam 1445 H, MT Alhuda Berikan Santunan Untuk 17 Anak Yatim Piatu di Masjid Samiul Huda

Namun sayang, kata Denres bahwa mimpi indah para petani agar dapat menduduki dan mengelola tanah itu diduga belum dapat menjadi nyata.

“Lantaran hingga saat ini jangankan membalas surat, mengundang rapat pun tidak, apalagi paling tidak ajudan, staf, perangkat atau Dinas terkait mengkomunikasikannya pun lewat HP sama sekali tidak ada,” cetus Denres.

Ditambahkan, Sekretaris KTH Karya Bersama Diana Sanjuwita, lebih menyayat hati seakan tersayat sembilu, disaat pihaknya (KLH Karya Bersama red) mengadu dengan KPH Wilayah III Palembang-Banyuasin tapi sayangnya oknum kepala KPH tersebut diduga terkesan tak melindungi, melayani/memfasilitasi dan tidak membantu persoalan petani ini.

“Kekecewaan petani kian bertambah disaat memperjuangkan haknya, KPH diduga diam sejuta suara bahkan tanpa berbuat tegas untuk membantu para petani. Karena itulah para petani menduga oknum KPH tersebut terkesan berpihak dengan oknum mafia tanah,” cetusnya.

BACA JUGA  Ketum PBNU Letakkan Batu Pertama Pembangunan PTNU

Dilanjutkan, Diana mengatakan, atas kekecawaan tersebut, pihaknya meminta
agar Kepala KPH Wilayah III diganti/dicopot dari jabatannya.

“Sesuai dengan aspirasi pada 7 Februari lalu dengan surat No. 522.094/28/wil.III/2022. Kami berharap Gubernur membela Petani yang sah legal, bukan membela mafia tanah dan kami berharap pula oknum Kepala KPH tersebut diganti karena kami menduga ada mainnya dengan para mafia tanah yang saat ini menduduki tanah KHL,” pungkasnya.

Sebagaimana berita sebelumnya, puluhan petani dari KTH Karya Bersama, bersama SDA Watch menggelar aksi yang diterima langsung oleh Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan dirinya akan meminta data yang akurat terlebih dahulu terkait yang sampaikan oleh masyarakat untuk di tindaklanjuti.

BACA JUGA  Ketua TP PKK Sumsel Hadiri Halal Bihalal dan Milad Majelis Taklim Al Izhar ke XV

“Kita lakukan pengecekan ke lapangan bersama ATR BPN dan dinas terkait lainnya perihal tersebut,” pungkas Herman Deru saat menerima para pengunjuk rasa, pada (07/02).

Adapun tuntunan dalam aksi unjuk rasa sebelumnya, yakni : (1) Kembalikan Lahan kami yang sudah memiliki izin dari KLHK RI tersebut untuk kami manfaatkan sebagaimana mestinya (KTH Karya Bersama), (2) pecat oknum Kepala UPTD KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) wilayah III Palembang-Banyuasin, (3) Pecat dan tindak tegas apabila ada indikasi oknum aparat yang bermain dan mendukung mafia tanah dalam persoalan ini, dan (4) bebaskan Kelompok Tani Hutan Karya Bersama.

Saat berita ini diterbitkan, surat tersebut telah diterima oleh staff Kearsipan Pemprov sumsel.
(***)

Berita Terkait

DIISUKAN TERJARING OTT KEJATI SUMSEL, KEPALA BAPENDA PALI ANGKAT BICARA: “ITU HOAX, SAYA DI PALEMBANG!”
Gubernur Herman Deru Dobrak Kebangkitan Padel Sumsel: Ende Vol. 1 Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Ruang Jiwa Sehat dan Silaturahmi Tangguh!
MENANTANG ARUS TRANSPARANSI: Efran Terima Mandat FKS PALI, Ketum Suparman Romans Tegaskan Komite Bukan ‘Stempel’ Pungutan Liar!
Bawa Misi Transparansi, Jurnalis Bumi Serepat Serasan Efran Resmi Terima Mandat Bentuk FKS Kabupaten PALI
Wujudkan SDM Polri Unggul, Polda Sumsel Gelar Seleksi Ketat Fisik Taruna Akpol 2026 di Jakabaring
Nyata Berhasil! Mitigasi Karhutla Sumsel Turun Drastis, Sinergi TNI-Polri dan Lintas Sektor Patut Diapresiasi
Sinergi Era Digital: Korem 044/Gapo Gembleng Prajurit Jadi ‘Arsitek’ Informasi Kreatif dan Humanis
Terobosan Pembiayaan, Herman Deru Siapkan Sumsel Jadi Pelopor ‘Obligasi Daerah’ Nasional

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:09 WIB

DIISUKAN TERJARING OTT KEJATI SUMSEL, KEPALA BAPENDA PALI ANGKAT BICARA: “ITU HOAX, SAYA DI PALEMBANG!”

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:29 WIB

Gubernur Herman Deru Dobrak Kebangkitan Padel Sumsel: Ende Vol. 1 Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Ruang Jiwa Sehat dan Silaturahmi Tangguh!

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:17 WIB

MENANTANG ARUS TRANSPARANSI: Efran Terima Mandat FKS PALI, Ketum Suparman Romans Tegaskan Komite Bukan ‘Stempel’ Pungutan Liar!

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:24 WIB

Bawa Misi Transparansi, Jurnalis Bumi Serepat Serasan Efran Resmi Terima Mandat Bentuk FKS Kabupaten PALI

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:06 WIB

Wujudkan SDM Polri Unggul, Polda Sumsel Gelar Seleksi Ketat Fisik Taruna Akpol 2026 di Jakabaring

Berita Terbaru