ADERA MEMBARA! MPPL Seret Skandal Rekrutmen ke WBS SKK Migas: “Jangan Rampok Hak Putra Daerah!”

Kamis, 2 April 2026 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator MPPL, Edo Saputra, resmi menyeret karut-marut rekrutmen Pertamina Adera Field ke WBS SKK Migas. Langkah ini diambil setelah manajemen PHR Zona 4 bungkam seribu bahasa terkait gurita nepotisme dan

Koordinator MPPL, Edo Saputra, resmi menyeret karut-marut rekrutmen Pertamina Adera Field ke WBS SKK Migas. Langkah ini diambil setelah manajemen PHR Zona 4 bungkam seribu bahasa terkait gurita nepotisme dan "jalur tikus" rekrutmen yang mencekik hak putra daerah PALI. Kami tidak butuh janji, kami butuh transparansi! (Foto: Dok/Edo Saputra)

PALI | tintamerah.co -, Kesabaran masyarakat Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, terhadap keangkuhan manajemen Pertamina Adera Field Pendopo nampaknya sudah habis. Gerakan Masyarakat Peduli PALI (MPPL) secara resmi “menabuh genderang perang” dengan melaporkan carut-marut rekrutmen tenaga kerja ke mekanisme Whistle Blowing System (WBS) SKK Migas.

Langkah ini bukan sekadar gertakan sambal, melainkan serangan balik terukur terhadap praktik “rekrutmen siluman” yang dituding telah lama menggurita di wilayah operasi Adera.

Membongkar “Kerajaan Kecil” di Tanah PALI

Koordinator MPPL, Edo Saputra, dengan nada berapi-api menegaskan bahwa tata kelola tenaga kerja di Adera Field Pendopo saat ini tak ubahnya sebuah “kerajaan tertutup” yang anti-transparansi. Pelaporan ke SKK Migas dilakukan karena manajemen lokal dianggap telah gagal total dalam menjalankan prinsip Good Corporate Governance.

“Kami tidak datang untuk mengemis! Kami datang untuk menuntut hak rakyat yang dirampas oleh sistem yang korup dan tertutup. WBS SKK Migas adalah jalur resmi untuk membongkar kebusukan ini. Jika manajemen Adera merasa bersih, buka datanya! Jangan bersembunyi di balik prosedur formalitas!” tegas Edo dengan suara menggelegar kepada tintamerah.co, Kamis (2/4/2026).

BACA JUGA  Komitmen Nyata Bupati Asgianto: Fasilitas Kamar Pasien RSUD Talang Ubi Kian Lengkap, Warga PALI Tak Perlu Lagi Berobat Keluar Daerah

Benang Merah Skandal: Dari “Jalur Tikus” hingga “Mafia Proyek”

Aksi tegas MPPL ini bagaikan menyiram bensin ke api yang sudah menyala. Laporan ini secara langsung mengonfirmasi rentetan investigasi tajam yang sebelumnya dirilis tintamerah.co. Publik PALI tentu masih mengingat peringatan keras H. Ubaidillah mengenai “Perlawanan Semesta” melawan gurita nepotisme di Pertamina Adera.

Kini, laporan MPPL ke pusat seolah menjadi bukti sahih bahwa tudingan mengenai “Nyanyian Maut” terkait skandal jalur tikus bukan sekadar isapan jempol. Rekrutmen yang selama ini diklaim terbuka, dicurigai hanyalah panggung sandiwara untuk melegalkan titipan-titipan elit, sementara putra daerah PALI dipaksa gigit jari dan hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri.

MPPL menilai, bungkamnya manajemen Adera dan indikasi “mati surinya” pengawasan dari DPRD PALI semakin memperkuat dugaan adanya konspirasi sistematis yang melibatkan mafia proyek dan rekrutmen di dalam lingkaran operasional migas tersebut.

BACA JUGA  DPRD PALI Gelar Rapat Paripurna ke - VII Sertijab Bupati dan Wakil Bupati PALI

Ultimatum MPPL: Transparansi atau Revolusi Jalanan!

Dalam tuntutan kerasnya, MPPL mendesak tiga poin harga mati:

  1. Bedah Total Data Karyawan: Buka secara telanjang siapa saja yang bekerja di Adera dan dari mana asal-usul mereka. Jangan ada yang disembunyikan!
  2. Hentikan Diskriminasi Lokal: Mekanisme seleksi yang diskriminatif dan penuh “titipan” harus dibubarkan sekarang juga.
  3. Audit Investigatif: Meminta SKK Migas turun gunung melakukan audit menyeluruh terhadap manajemen rekrutmen Adera Field yang dinilai sarat penyimpangan.

Peringatan Terakhir: Massa Siap Mengepung!

Edo Saputra memberikan peringatan terakhir (ultimatum) kepada manajemen Pertamina Adera. Jika laporan WBS ini tidak segera direspon dengan tindakan nyata dan perubahan kebijakan yang berpihak pada warga lokal, maka MPPL tidak akan ragu melakukan mobilisasi massa secara masif.

“Jika jalur birokrasi ini buntu, maka jalanan akan menjadi pengadilannya. Kami tidak akan membiarkan kekayaan alam PALI dikeruk, sementara anak-anak kami menganggur karena haknya dicuri oleh mafia rekrutmen. Transparansi adalah harga mati, atau kami yang akan menutup paksa gerbang operasional kalian!” ancam Edo menutup pernyataannya.

BACA JUGA  Pantau Tes Wawancara Calon PTPS, Kanit Intelkam: Memastikan Proses Seleksi Berjalan Transparan

PHR Zona 4 “Bisu” di Tengah Badai Kritik

Ada fakta yang jauh lebih menyakitkan bagi publik PALI. Redaksi Tintamerah.co mencatat bahwa upaya konfirmasi mengenai dugaan gurita nepotisme dan rekrutmen siluman di tubuh Adera Field sebenarnya telah dilayangkan secara resmi kepada manajemen Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4.

Namun, hingga detik ini, pemegang otoritas wilayah tersebut justru memilih bungkam seribu bahasa. Tidak ada jawaban, tidak ada klarifikasi, apalagi itikad baik untuk membedah data rekrutmen secara transparan. Sikap “bisu” PHR Zona 4 ini semakin memperkuat kecurigaan publik bahwa ada sesuatu yang sangat busuk yang sedang disembunyikan di balik pagar tinggi operasional Adera.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

 

Berita Terkait

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati
Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan
Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan
DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai
Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi
Ketukan Pintu di Ujung Senja: Langkah Nyata Lurah Talang Ubi Timur Memeluk Warga yang Rapuh
PALI KACAU: Birokrasi Tiarap, Sinergi Forkopimda Ambyar, Rakyat Menjerit di Tengah Tekanan Fiskal!
Pasca Iwan Tuaji Diamankan Kejati Sumsel: Bupati Asgianto ‘Menghilang’, Prokopim Sebut Dinas Luar ke Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:31 WIB

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:53 WIB

Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49 WIB

Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:43 WIB

DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi

Berita Terbaru