PALI | tintamerah.co -, Suasana Sunday Morning di Lapangan Tribun Gelora November Pertamina Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), pada Minggu (7/6/2026) mendadak riuh dan penuh adrenalin. Ratusan warga yang tengah menikmati olahraga pagi dikejutkan dengan gebrakan edukatif luar biasa dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) PALI yang menggelar wahana Flying Fox gratis.
Di antara ratusan anak-anak yang mengantre, tampak seorang bocah perempuan pemberani bernama Fajra Nada Nadifa. Siswa kelas 4 SD Negeri 11 Talang Ubi asal Talang Puyang ini menjadi salah satu magnet perhatian saat dengan berani meluncur dari atas armada rescue berat milik Damkar PALI.
Saat diwawancarai pasca mencoba wahana ekstrem tersebut, Fajra tidak bisa menyembunyikan rasa gembira dan kepuasan di wajahnya.
“Enak, seru banget! Banyak orang takut dengan ketinggian, tapi aku enggak takut karena seru,” ujar Fajra dengan polos namun memancarkan mental yang tangguh.
Ia menceritakan sensasi menegangkan saat pertama kali tubuhnya dipasangi harness keselamatan oleh petugas.
“Pertama itu deg-degan banget, jantung rasanya mau copot. Tapi pas sudah meluncur dan ngerasain sendiri, eh… malah pengen lagi! Enggak mau berhenti, ketagihan,” cetus anak yang ternyata aktif dalam kegiatan pencak silat ini sembari tertawa lepas.
Fajra pun langsung merengek kepada ibunya agar hari Minggu depan diperbolehkan datang kembali ke Gelora November untuk mengulangi sensasi meluncur di tali tersebut.
Sang ibu, Fajar Stianingsih, yang setia mendampingi di lokasi memberikan apresiasi yang luar biasa atas inisiatif cerdas Pemkab PALI melalui Damkar ini.
“Sebenarnya ini sangat menghibur sekali. Di PALI ini kan agak kurang wahana rekreasi untuk anak-anak. Begitu ada ini, anak-anak langsung antusias, antrenya luar biasa dari jam 8 pagi. Sistemnya juga rapi, pakai nomor antrean jadi tidak ada yang saling serobot,” ungkap Fajar.
Meskipun sangat puas, Fajar memberikan masukan konstruktif agar pelaksanaan ke depan semakin sempurna. “Karena kalau sudah agak siang cuacanya panas sekali di sini, mungkin ke depan lokasinya bisa agak digeser ke tempat yang lebih teduh di bawah sana, atau jam mulainya dipercepat sedikit agar anak-anak tidak kepanasan,” sarannya.
Gebrakan Edukasi Adrenalin: Mengurai Rentetan Laporan Tintamerah.co
Aksi heroik bernuansa edukasi ini bukanlah program instan yang tanpa konsep. Berdasarkan catatan laporan berkelanjutan dari media tintamerah.co, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari strategi komunikasi publik dan edukasi kebencanaan yang matang.
- Komitmen “Zero Accident” Sejak Awal Mengutip laporan awal tco, Kepala Dinas Damkar PALI, Rizal Pahlefi, sejak awal telah menginstruksikan dengan ketat bahwa keselamatan adalah harga mati. Meskipun wahana ini disajikan secara cuma-cuma alias gratis untuk masyarakat, Rizal menegaskan bahwa standar operasional prosedur (SOP) penyelamatan yang diterapkan setara dengan operasi penyelamatan profesional. Seluruh peralatan mulai dari tali karabiner, harness, hingga helm telah lolos uji kelayakan demi menjamin keselamatan mutlak para peserta.
- Misi Utama: Membangun Mental Tangguh Generasi Muda PALI Dalam laporan lanjutan tco, ditegaskan kembali bahwa tujuan utama dari dibukanya wahana Flying Fox gratis di Gelora November ini bukan sekadar hiburan rekreasi belaka. Kadin Damkar PALI, Rizal Pahlefi menginstruksikan jajarannya untuk memanfaatkan momentum Sunday Morning ini sebagai sarana membentuk mental yang tangguh, mandiri, dan berani menghadapi tantangan bagi anak-anak di Bumi Serepat Serasan. Damkar PALI ingin menanamkan jiwa penyelamat (rescue spirit) sejak dini kepada masyarakat luas.
- Animo Membludak, Warga Serbu Gelora November Laporan terakhir dari co secara nyata terbukti di lapangan pada hari Minggu ini. Wahana gratis ini langsung diserbu oleh ratusan warga. Lapangan Tribun Gelora November Pertamina Pendopo seketika berubah menjadi lautan manusia yang penasaran ingin menguji adrenalin putra-putri mereka. Kehadiran personel Damkar yang ramah, komunikatif, namun tetap disiplin ketat membuat masyarakat merasa aman dan nyaman melepaskan anak-anak mereka meluncur dari ketinggian.
Gebrakan dari Damkar PALI ini membuktikan bahwa edukasi keselamatan kerja dan kebencanaan tidak harus kaku dan membosankan, melainkan bisa dikemas melalui aksi menantang yang menggugah, tajam, dan langsung menyentuh hati masyarakat bawah. Warga PALI kini berharap, kegiatan edukasi adrenalin seperti ini dapat terus dipertahankan dan menjadi agenda rutin setiap akhir pekan.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















