Palembang | Tintamerah.co.id – Kekerasaan terhadap wartawan kembali terjadi yang menimpa rekan wartawan/jurnalis dari redaksi Buser24jam.com a/n Juanda, tercatat di Box Redaksi Sebagai Kordinator Liputan, yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 10 februari 2024 sekira pukul 4,30 wib yang dilakukan oknum Mafia Minyak “JN”. Kejadian terjadi di pinggir jalan depan gudang yang berlokasi di jalan lintas Palembang – Indralaya, tepatnya di Desa Muara Baru Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir(OI) Sumatera Selatan.
Disampaikan Juanda saat di Coffee Rumah Limas jalan Sudirman samping rumah Panglima Palembang pada Jum’at (16/02/24) waktu jumpa pers menyampaikan kronologis pada rekan-rekan Aktivis, Media, Lembaga dan LSM, Sumsel.
Juanda menuturkan, kejadiannya berawal saat dirinya mau pulang dari Palembang menuju ke Desa wilayah kecamatan Muara Belida Muara Enim, tiba melintas di jalan Palembang – Indralaya sekira jam 3,30 wib dirinya melihat rekan sesama wartawan Hendra S ,Mastari/Bolok dan Yanto sedang duduk ngobrol didepan rumah di pinggir jalan yang lokasinya tidak jauh dari gudang BBM Ilegal milik “JN”. Melihat ada rekan wartawan dan tergeraklah untuk mampir kesitu,” ungkapnya.
Lanjutnya, setelah beberapa lama ngobrol bersama ketiga rekannya, ketika mau pamit pulang karena perjalanan masih jauh, tak lama kemudian keluarlah “JN” diketahui si pemilik gudang BBM Ilegal sempat duduk di samping Yanto. Nah, sewaktu Juanda mau pulang sempat berucap permisi pamit, namun entah kenapa tiba-tiba pelaku “JN” mencabut sajam sejenis besi lancip yang sudah ada disiapkan dalam tas pinggangnya. Tanpa banyak bicara pelaku “JN” langsung mau menusuk korban Juanda, beberapa kali namun bisa mengindar dari serangan “JN” hingga sempat dorong-dorongan. Korban juanda Menghindar namun sempat kena pukul pipi/ pelipis kirinya oleh “JN” sampai terguling ke Aspal, dan mengenai motornya hingga roboh. Waktu mau menikamkan lagi senjata tajamnya ke tubuh Juanda, sempat di halangi oleh Yanto yang ada di disitu hingga Juanda cepat menghindar dan lari cari aman namun pelaku “JN” masih ngamuk dan mengejar sambil berkata “Awas ya kau wartawan aku katek urusan samo kau, kuselesaikan nian kau. Pelaku “JN”masih mengamuk sempat berujar kalau sampai Gudang minyakku tutup kamu-kamu Wartawan aku ceri semua, bakal kuculik galo kamu-kamu wartawan ujar “JN” dengan nada mengancam.
Sempat suasana sedikit mereda, karna korban Juanda tidak merasa ada salah dan tidak tau perkara apa dengan “JN” hingga sampai mau membunuhnya. Juanda sempat berkata apa sebenarnya salahku.
Saat suasana sedikit mereda dan tiba-tiba kembali ada yang keluar dari belakang rumah tempat mereka biasa nongkrong, keluar sambil mengacungkan senjata tajam sejenis parang dan berkata awas kalu kamu macam-macam sama kakaku, ku bunuhi galo bae wartawan-wartawan ni sambil memegang parang mengancam.
Namun dihalangi oleh rekan-rekan mereka dan pada akhirnya tanpa ada kata-kata mereka pergi dengan menaiki mobil jenis kijang dan pergi. Karena dirasa sudah sedikit aman, walau di hantui rasa cemas dan penuh pertanyaan dengan kejadian yang di alaminya Juanda lalu pergi dan pulang, dan ahirnya melapokan kejadiannya kepada pihak yang berwajib untuk di tindak lanjut. red















