Cek Kesehatan Melalui Skrining Kesehatan di Aplikasi Mobile JKN Semua Terasa Mudah dan Cepat

Kamis, 30 Januari 2025 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, Tintamerah.co.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sangat dirasakan manfaatnya dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.   BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN  terus mendorong masyarakat untuk lebih peduli dengan kesehatan mereka melalui layanan Skrining Riwayat Kesehatan (SRK), yang bisa diakses baik melalui Aplikasi Mobile JKN maupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Edy Surlis mengatakan bahwa skrining riwayat kesehatan dihadirkan untuk membantu peserta JKN mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini, sehingga upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih efektif.(30/01)

Skrining riwayat kesehatan ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan peserta JKN. Peserta JKN yang berusia minimal 15 tahun dapat melakukan skrining kesehatan dengan mengisi pertanyaan seputar gaya hidup yang dilakukan setahun sekali. Jadi jika tahun ini sudah, maka skrining lagi selanjutnya itu tahun depan. Kami harap masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit sejak dini, ujar Edy.

BACA JUGA  Perlombaan Competition Of MAN Insan Cendikia di Aceh Timur

Setiap peserta JKN  mendapatkan manfaat pelayanan kesehatan secara komprehensif dan bersifat paripurna terdiri dari promotif (mempertahankan kesehatan), preventif (mencegah penyakit), kuratif (mengembalikan kesehatan), dan rehabilitatif (memulihkan fungsi). Dengan skrining riwayat kesehatan, BPJS Kesehatan mendorong peserta JKN untuk proaktif dalam memantau kondisi kesehatan mereka, katanya.

Lebih lanjut Edy menyampaikan, tujuan dilakukannya skrining kesehatan yaitu agar peserta JKN dapat mengetahui risiko 14 penyakit kronis seperti, Diabetes Melitus, Hipertensi, Stroke, Ischemic Heart Disease, Talasemia, Kanker Payudara, Kanker Serviks, Kanker Usus, Kanker Paru, Turbekulosis, Penyakit Paru Obstruktis (PPOK), Anemia, Hepatitis B Dan Hepatitis C.

”Jika penyakit seperti ini tidak di deteksi sejak dini, akan berbahaya dikemudian hari, oleh sebab itu adanya skrining kesehatan ini menjadi langkah awal pencegahan, karena lebih baik mencegah dari pada mengobati. Bila hasil skrining memang ada risiko, maka peserta JKN dapat langsung berkunjung ke FKTP. Pengobatan akan lebih mudah apabila dilakukan sedari dini. Tentunya dokter akan melakukan upaya pengobatan sesuai indikasi medis yang berlaku,”tambahnya.

BACA JUGA  Kejaksaan Negeri Aceh timur Adakan Acara Syukuran Dalam Rangka HBA Ke- 63 Tahun 2023

Selain bermanfaat bagi peserta JKN, skrining riwayat kesehatan juga dapat dimanfaatkan oleh pihak Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk mengetahui potensi penyakit peserta yang terdaftar di FKTP tersebut, meningkatkan kontak dengan peserta, membantu tata laksana penyakit peserta sedini mungkin dan dapat mengoptimalkan peran FKTP sebagai gate keeper dan care coordinator.

“Skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, website BPJS Kesehatan ataupun Aplikasi P-Care FKTP. Adapun nanti dari hasil dari skrining riwayat kesehatan tersebut akan diketahui apakah peserta itu sehat atau berisiko sakit,” kata Edy.

Sementara itu, Suprihadi (45) yang telah melakukan skrining kesehatan menuturkan bahwa skrining kesehatan sangat membantu dirinya mengetahui kondisi kesehatannya. Menurutnya, proses skrining yang mudah dan cepat membuat dirinya lebih peduli untuk terus menjaga kesehatannya.

BACA JUGA  Perkara Tuntutan Uang pesangon Dua karyawan PT BTI PHK Selesai,Masalah CSR Belum Tuntas

Suprihadi juga mengatakan, dirinya sudah rutin melakukan skrining kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN dalam beberapa tahun terakhir bersama dengan seluruh anggota keluarganya.

”Saya jadi lebih tahu potensi risiko seperti tingginya kolesterol, penyakit jantung, atau penyakit kronis lainnya. Rasanya lebih tenang karena saya bisa melakukan pemeriksaan dan  mencegahnya sedari sekarang. Tapi untungnya hasil skriningnya aman, dan tidak menunjukan tanda-tanda gejala penyakit kronis. Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai risiko penyakit,” tutupnya.

 

Berita Terkait

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Berita Terbaru