FRISTA, Permudah Layanan Peserta JKN di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjuta

Rabu, 30 Oktober 2024 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, Tintamerah.co.id – BPJS Kesehatan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satu terobosan inovatif yang telah diimplementasikan adalah penggunaan teknologi Face Recognition BPJS Kesehatan (FRISTA) untuk mempercepat proses pendaftaran dan verifikasi identitas peserta JKN di rumah sakit. Dengan teknologi ini, peserta JKN kini hanya membutuhkan waktu tiga detik untuk melakukan verifikasi wajah.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Edi Surlis mengatakan bahwa FRISTA merupakan aplikasi pengenalan wajah yang dapat memudahkan sistem autentifikasi, memproses administrasi minim kontak fisik, meningkatkan reliabilitas dan validasi rekam medis peserta, menghindari penyalahgunaan kartu, menghindari fraud dan pemalsuan data peserta, serta meningkatkan kepuasan peserta JKN.(28/10)

Selain penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik sebagai identitas tunggal peserta JKN, dengan adanya FRISTA ini akan semakin menambah validitas data peserta dalam mengakses layanan kesehatan, kata Edy.

BACA JUGA  Bangga! Kabupaten Banyuasin Jadi Pilot Project Launching Gerina Di Sumsel Ucap Bupati

Edy menjelaskan bahwa perekaman wajah pertama kali dilakukan kepada setiap pasien baru. Data kemudian disimpan lalu dihubungkan ke server pelayanan sehingga identifikasi pasien untuk berikutnya cukup dilakukan dengan pengenalan wajah. Pasien cukup menghadap ke kamera pendaftaran beberapa detik agar sistem dapat memvalidasi kebenaran identitas yang telah terekam sebelumnya oleh sistem.

“Sistem akan menerbitkan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) secara digital dan mengeluarkan nomor antrean jika pasien atau peserta JKN yang hendak mengakses layanan telah berhasil melakukan deteksi pengenalan wajah. Selanjutnya, pasien langsung dapat ke poli yang dituju. Proses admisi atau pendaftaran dapat dipotong jauh lebih cepat. Selain itu, face recognition juga merupakan bentuk kendali mutu dan kendali biaya serta pencegahan fraud,” ujar Edi.

Implementasi teknologi face recognition dilakukan di semua rumah sakit di wilayah Kerja BPJS Kesehatan KC Palembang. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta JKN merasa lebih nyaman dengan sistem baru ini.

BACA JUGA  Bupati dan Wakil Bupati Lampura Memantau Langsung Pelaksanaan Pilkades di 91 Desa

Tumini yang merupakan salah satu peserta JKN di RS Siti Khodijah menyampaikan pengalamannya menggunakan face recognition.

Tumini menyampaikan kesannya menggunakan FRISTA ketika mendaftar dapat mempercepat pelayanan JKN. Menurutnya, sudah semestinya layanan yang mudah dapat dirasakan oleh masyarakat dan mengurangi penggunaan kertas.

Tumini mengaku tidak ada kendala selama proses perekaman wajah dengan FRISTA, dirinya justru kagum dengan kecanggihan teknologi yang telah dikembangkan di pelayanan kesehatan.

“Saya dan keluarga telah merasakan layanan JKN ini, semuanya sudah bagus dan memuaskan. Dengan adanya inovasi ini pastinya akan mempercepat layanan JKN dan kepuasan peserta yang mengakses layanan di rumah sakit juga akan semakin meningkat,” terang Tumini.

“Hari ini saya datang ke rumah sakit untuk kontrol penyakit saya. Lalu tadi saat verifikasi wajah di depan sangat cepat. Kira-kira tadi dua-tiga detik selesai dan tidak ada kendala apapun,” ungkap Tumini.

BACA JUGA  Bukit Asam Gelar Sosialisasi Bidiksiba untuk Siswa-siswi dari Keluarga Prasejahtera

“Saya datang ke RS Siti Khodijah setelah mendapatkan rujukan dari Puskesmas untuk berobat di poli. Begitu saya datang, saya diarahkan untuk melakukan perekaman wajah karena sekarang tidak memakai sidik jari lagi. Perekamannya tadi cepat dan tidak ada kendala, kurang lebih tiga detik selesai,” katanya.

“Petugasnya ramah sekali, saya dibantu dengan baik saat proses verifikasi, jadi saya tidak bingung atau merasa canggung. Bahkan, mereka memastikan saya paham cara kerja sistem ini untuk kunjungan berikutnya,” jelas Tumini.

“Saya sangat bersyukur menjadi peserta JKN, apalagi dengan inovasi seperti ini. Proses berobat jadi lebih lancar, mudah, dan cepat. Terima kasih BPJS Kesehatan, tutupnya dengan senyum yang indah.

Berita Terkait

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Berita Terbaru