Gubernur Sumsel Herman Deru: AI Ibarat Pisau Bermata Dua, Mahasiswa Harus Cerdas dan Bijak!

Senin, 20 April 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru (tengah), didampingi tokoh pendidikan saat menghadiri Final Lomba Video AI bertema Ketahanan Pangan di Palembang, Minggu (19/4). Dalam arahannya, Gubernur menekankan agar mahasiswa menggunakan teknologi AI secara bijak dan aplikatif untuk membantu produktivitas petani lokal. (Foto: Dok/Pemprov Sumsel)

Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru (tengah), didampingi tokoh pendidikan saat menghadiri Final Lomba Video AI bertema Ketahanan Pangan di Palembang, Minggu (19/4). Dalam arahannya, Gubernur menekankan agar mahasiswa menggunakan teknologi AI secara bijak dan aplikatif untuk membantu produktivitas petani lokal. (Foto: Dok/Pemprov Sumsel)

PALEMBANG | tintamerah.co -, Di tengah gempuran disrupsi digital, Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, memberikan peringatan keras sekaligus ajakan inspiratif kepada generasi muda. Ia menegaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) bukan sekadar tren, melainkan teknologi revolusioner yang harus dikuasai dengan landasan etika dan kebijaksanaan.

“AI ini ibarat pisau bermata dua. Di tangan yang tepat, ia menjadi alat kemajuan yang luar biasa. Namun jika disalahgunakan, dampaknya bisa destruktif,” tegas Herman Deru saat menghadiri Final Lomba Video AI di Palembang, Minggu (19/4/2026).

Teknologi untuk Perut Rakyat: Fokus Ketahanan Pangan

Bukan sekadar bicara teori, Gubernur mengapresiasi langkah Universitas Sjakhyakirti yang mengangkat tema Ketahanan Pangan dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, kreativitas digital mahasiswa harus memiliki output nyata yang menyentuh akar rumput, terutama sektor pertanian.

BACA JUGA  Polda Sumsel Akan Terus Berantas Judi Online, BBM Ilegal Hingga Peredaran Narkoba

Herman Deru menantang para kreator muda untuk menggunakan AI sebagai media edukasi bagi petani. Mulai dari visualisasi hilirisasi produk hingga teknik peningkatan produktivitas lahan.

“Jangan hanya buat visualisasi yang monoton. Gunakan AI untuk menggambarkan proses nyata, bagaimana gabah berubah menjadi produk siap saji yang bernilai ekonomi tinggi. AI harus bermanfaat bagi petani kita!” imbuhnya.

Waspada Penipuan dan Literasi Digital

Di balik kecanggihan AI, Gubernur juga mengingatkan sisi gelap teknologi ini, seperti potensi penipuan (deepfake) dan penyebaran informasi palsu. Ia menuntut mahasiswa Sumatera Selatan untuk memiliki literasi digital yang mumpuni agar tidak menjadi korban maupun pelaku penyalahgunaan teknologi.

Kompetisi Ketat: Universitas Sjakhyakirti Jadi Pionir

Ketua Pelaksana, Mariana Purba, mengungkapkan antusiasme luar biasa dari para peserta. Dari 224 karya yang masuk, hanya 10 finalis terbaik yang berhasil menembus babak final. Inisiatif ini disebutnya sebagai respon cepat terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pemanfaatan teknologi tinggi untuk kemandirian bangsa.

BACA JUGA  Ditreskrimsus Polda Sumsel Berhasil Amankan Sindikat Penipuan Online

Senada, Ketua Umum Yayasan Perguruan Sjakhyakirti, Muhammad Arif Rani, menegaskan bahwa kolaborasi antara teknologi AI dan program ketahanan pangan adalah kunci untuk memastikan ketersediaan serta keterjangkauan pangan bagi masyarakat luas.

Dengan semangat ini, Sumatera Selatan optimis bahwa mahasiswa lokal tidak hanya mampu bersaing di level nasional, tetapi juga menjadi aktor utama dalam transformasi digital yang beretika dan bermanfaat bagi orang banyak.

 

Laporan: yulie | Editor: efran

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan
“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI
Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total
Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI
Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi
Sengit Di Agam Pisan: Kupas Tuntas Tanya Jawab Sonny Ternando Dan Dhabi K Gumarya Bongkar Cacat Hukum Pergub 40/2017
Praktisi Hukum Sumsel Dhabi K Gumarya Tegaskan Pemangku Kebijakan dan Pertamina Wajib Tunduk Mutlak pada UU Nomor 2 Tahun 2012
Napak Tilas Kejayaan Migas PALI: Efran Tegas Dukung Survei Seismik BGP, Tapi Perang Total Cabut Pergub Usang!

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:55 WIB

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:22 WIB

“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:46 WIB

Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:01 WIB

Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi

Berita Terbaru