Hapus Kesenjangan Digital, OKI Inisiasi Desa Internet Mandiri

Rabu, 10 Februari 2021 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKI|Tintamerah.co.id— Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mendorong pemberdayaan desa di wilayah ini dalam menyediakan akses teknologi informasi termasuk menggunakan internet berbiaya murah bagi warga pedesaan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI, Alexander Bustomi melalui Sekretaris Dinas, Dodi Ariestanto mengatakan ketersediaan jaringan internet menjadi faktor penting membangun ekosistem digital di desa. Sebab, saat ini kondisi desa berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.

“(Jaringan internet) ini yang kami kira sangat membantu dan mendukung supaya desa-desa kita yang tadinya tertinggal dan sangat tertinggal bisa lebih cepat, lebih maju, lebih berkembang dan bisa mendorong secara terus-menerus pertumbuhan ekonomi yang ada di desa,” ungkapnya saat menggelar Focus Group Discusion (FGD) Desa Internet Mandiri di Kecamatan Tanjung Lubuk, (1/2/2021).

BACA JUGA  Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Tingginya Ketidakpastian Ekonomi Global

Tantangan pemerataaan layanan akses digital di Ogan Komering Ilir menurut Dodi karena geografis wilayah serta terbatasnya peran pemda dalam penyediaan sarana dan prasarana pos dan telekomunikasi.

“Dan perlu di ketahui bahwa Pemerintah Daerah tidak bisa membangunkan tower telekomunikasi untuk masyarakat karena itu merupakan ranah bisnis telekomunikasi namun kita bisa menginisiasi dan mendorong provider untuk membangun itu dengan perhitungan dan pertimbangan bisnis mereka” terang dia.

Internet desa mandiri menurut Dody salah satu solusi yang ditawarkan Pemkab OKI. Untuk mewujudkan pemerataan layanan digital. Pemkab OKI menggandeng Asosiasi Penyelenggaran Jasa Internet Indonesia (APJII) Sumatera Selatan selaku asosiasi resmi yang akan membantu membuka akses internet di wilayah blank spot melalui program Desa Internet Mandiri.

BACA JUGA  Sekjen Kemenag Resmikan 15 Gedung SBSN di Sumsel

Ketua APJII Sumsel Sony Oktapriandi mengungkap sejak tahun 2020 lalu secara nasional Program internet desa mandiri telah menyasar desa-desa daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

“Secara nasional program ini sudah dimulai sejak tahun 2020. Target kami desa-desa yang memang termasuk daerah 3T, susah mengakses” ujar.

Sony menjelaskan tiga alternative Teknologi yang digunakan APJII untuk menyediakan jaringan internet antara lain melalui kabel serat optik, radio sinyal dan satelit. 

“Tergantung pada kondisi wilayah desa. Jika telah ada tower telekomunikasi atau tiang listik saja bisa melalui serat optik, juga radio suar sinyal. Untuk wilayah blankspot memakai teknolongi satelit” terang dia.

Terkait pembiayaan jelas Sony, penyediaan jasa internet ini merupakan investasi bagi desa untuk mengembangkan Badan Usaha Unit Desa (BUMDes).

BACA JUGA  Melejit Diangka 100 Ribu, Harga Cabai di Pasar Purwodadi Kota Arga Makmur BU

“Kalau kita lihat sekarang setiap desa punya dana desa dan dapat APBD. Nah, ini bisa dialokasikan ke BUMDes untuk membangun infrastruktur internet di desa-desa,” ujar dia.

Dengan kemandirian internet desa ini tambah dia desa akan mendapatkan akses internet (wifi), yang akan membantu ekosistem desa memproduksi hasil unggulannya agar masuk pada pasar global.

Begitu juga, potensi pariwisata di desa yang sangat strategis bisa dipromosikan dengan baik dan berkembang sampai ke pasar global jika dibantu dengan infrastruktur digital yang masif.

“Saya kira ini juga sangat berkesesuaian dengan visi Pak Bupati, membangun infrastruktur telekomunikasi di desa atau tol langit dan seterusnya itu sangat membantu desa-desa kita di seluruh OKI,” katanya.(Denny)

Berita Terkait

Desakan Total PALI Berhasil, Pemprov Sumsel Akhirnya Proses Pencabutan Pergub “Cacat Hukum” 40/2017
Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:02 WIB

Desakan Total PALI Berhasil, Pemprov Sumsel Akhirnya Proses Pencabutan Pergub “Cacat Hukum” 40/2017

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Berita Terbaru