PALI | tintamerah.co -, Setelah sempat vakum selama beberapa pekan demi menjalankan protokol pemeliharaan dan perawatan fasilitas keselamatan yang ketat, wahana uji nyali legendaris persembahan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan kembali hadir di jantung kota Pendopo.
Kabar kembalinya wahana uji nyali ini langsung memantik gelombang antusiasme yang luar biasa tinggi di tengah masyarakat Bumi Serepat Serasan. Momentum kembalinya Flying Fox Damkar PALI ini bertepatan langsung dengan semarak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Dalam agenda rutin Sunday Morning yang dipusatkan di Gelora November, pada Minggu (2/8/2026), institusi penyelamatan ini kembali membuktikan konsistensi pelayanan publik yang berorientasi langsung pada kebahagiaan dan kedekatan dengan masyarakat.
Evaluasi Menyeluruh: Mengapa Jeda Perawatan Adalah Harga Mati
Keputusan instansi untuk menutup sementara fasilitas ini beberapa pekan lalu sempat memancing tanda tanya publik. Namun, transparansi informasi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten PALI, Rizal Pahlevi, saat itu berhasil meredam keresahan sekaligus menunjukkan tata kelola birokrasi yang akuntabel. Jeda operasional tersebut bukanlah sebuah kemunduran, melainkan langkah preventif yang mutlak demi memastikan kelaikan teknis seluruh perangkat keras penyelamatan.
Mengacu pada rekam jejak pemberitaan sebelumnya, wahana ini terbukti menjadi magnet sosial yang luar biasa dahsyat. Pada perhelatan terdahulu, gelaran Sunday Morning Damkar PALI sukses menembus rekor partisipasi massal dengan ratusan peserta lintas usia yang bahkan datang dari luar daerah. Lonjakan animo tersebut menuntut standar operasional yang jauh lebih ketat agar setiap detik peluncuran di udara tetap berada dalam koridor pengamanan maksimal.
Panglima Operasional Tegaskan Komitmen Mutlak “Zero Accident”
Menyongsong kembalinya aktivitas di Gelora November, Kepala Damkar PALI, Rizal Pahlevi, mengeluarkan instruksi tanpa kompromi kepada seluruh jajaran personelnya. Prinsip zero accident ditetapkan sebagai harga mati yang tidak boleh ditawar dalam bentuk apa pun. Setiap tali pengaman, katrol, harness, hingga jangkar penopang diperiksa berulang kali oleh tim penyelamat yang memiliki kualifikasi profesional di bidang evakuasi vertikal dan ketinggian.
“Kami tidak pernah main-main urusan keselamatan jiwa warga, terutama anak-anak kita. Jeda perawatan beberapa pekan kemarin adalah wujud nyata tanggung jawab moral dan profesional kami sebagai pelayan masyarakat. Ketika wahana ini kembali beroperasi di Gelora November, seluruh standar operasional prosedur keselamatan dipastikan berada di level tertinggi. Prinsip kami tetap satu, yakni mewujudkan zero accident sekaligus membangun mental generasi muda yang tangguh, berani, dan berjiwa kesatria,” kata Rizal Pahlevi kepada tintamerah.co, Jumat (31/72026).
Membangun Mental Generasi Muda Melalui Semboyan “Berani Itu Keren”
Lebih dari sekadar fasilitas rekreasi gratis, kehadiran Flying Fox Damkar PALI mengusung misi mulia pembentukan karakter bangsa. Di tengah era digital yang serbainstan, wahana ini menjadi medium efektif untuk menguji nyali anak-anak, mengikis rasa takut, dan menanamkan nilai-nilai keberanian sejak dini. Semboyan “Berani Itu Keren” menjelma menjadi gelora semangat baru bagi generasi muda PALI untuk menyongsong masa depan yang kompetitif.
Dengan dukungan pengawasan penuh dari petugas pemadam kebakaran yang siaga di lapangan, para orang tua dapat merasa tenang mendampingi buah hati mereka. Seluruh warga Pendopo dan sekitarnya diimbau untuk merapat lebih awal ke Gelora November pada hari Minggu pagi mendatang demi menikmati kegembiraan merayakan kemerdekaan bersama pahlawan pemadam kebakaran kesayangan rakyat.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















