PALI | tintamerah.co -, Jeritan dan penderitaan warga Dusun 4 Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, akhirnya mendapat respons keras dari parlemen. Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, SH, MH, angkat bicara dan menegaskan bahwa kondisi infrastruktur yang hancur lebur di wilayah tersebut kini menjadi atensi utama legislatif.
Sebelumnya, publik dihebohkan oleh laporan tintamerah.co terkait video viral di Facebook yang memperlihatkan perjuangan memilukan para guru SDN 43 Talang Ubi. Mereka harus jatuh bangun, berjibaku di dalam kubangan lumpur pekat demi bisa sampai ke sekolah dan mengajar anak-anak di pelosok PALI. Potret buram pendidikan dan infrastruktur ini memicu gelombang kecaman dari netizen terhadap kinerja pemerintah daerah.
Menyikapi tuntutan dan kemarahan publik, Firdaus Hasbullah secara tegas menyatakan bahwa pihak DPRD PALI tidak tinggal diam dan telah mencatat seluruh aspirasi warga Dusun 4 Desa Benuang.
“Aspirasi warga Dusun 4 Desa Benuang sudah kami catat. Sebagai Wakil Ketua DPRD PALI, saya pastikan ini jadi atensi serius! Jalan rusak Benuang – Kampai sudah masuk pembahasan Badan Anggaran (Banggar),” ujar Firdaus saat dihubungi , Rabu (6/5/2026).
Politisi senior ini juga memberikan kepastian konkret terkait langkah penganggaran yang sedang digodok demi menyelamatkan urat nadi perekonomian dan pendidikan warga setempat.
“InsyaAllah kita dorong masuk APBD Perubahan 2026 atau kita jadikan skala prioritas mutlak di APBD 2027,” tegasnya tanpa basa-basi.
Sentil Bupati dan Dinas PUPR: Jangan Tidur, Segera Eksekusi!
Tidak hanya berjanji, Firdaus Hasbullah juga melempar bola panas ke pihak eksekutif. Dengan kalimat yang pedas, ia mengingatkan batasan wewenang dan mendesak Bupati PALI beserta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk bergerak cepat dan tidak menutup mata terhadap penderitaan rakyat di lapangan.
“Fungsi kami di dewan jelas: menganggarkan dan mengawasi. Tapi ingat, eksekusinya ada di tangan Pak Bupati dan Dinas PUPR! Kami di legislatif akan mengawal ini terus sampai tuntas. Jangan sampai ada penundaan lagi,” semprot Firdaus ketat.
Ia menambahkan, jalan bukan sekadar urusan aspal dan semen, melainkan urusan hajat hidup orang banyak yang tidak bisa ditunda-tunda dengan alasan birokrasi yang berbelit-belit.
“Warga butuh jalan untuk mencari nafkah, guru butuh jalan untuk mengajar, dan anak-anak sekolah butuh jalan untuk mengejar masa depan mereka! Ini bukan hal yang bisa ditawar-tawar,” lanjutnya dengan retorika yang menggugah.
Di akhir pernyataannya, Firdaus meminta masyarakat untuk sedikit menahan diri sembari dewan bertarung di meja anggaran untuk memastikan proyek ini terealisasi.
“Mohon sabar, kita kerjakan bersama. Kami pastikan suara dan keringat warga di lapangan akan kami perjuangkan di parlemen,” pungkasnya.
Upaya Konfirmasi Kepada Pemkab PALI
Sementara itu, guna keberimbangan berita, tim redaksi tintamerah.co sudah berusaha mengkonfirmasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten PALI, Ristanto Wahyudi, pada Rabu (6/5/2026). Namun hingga berita ini ditayangkan, belum mendapat respon dari yang bersangkutan. Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp terpantau masih berstatus centang satu alias belum aktif atau belum tersampaikan.
Hingga saat ini, warga dan para tenaga pendidik di Dusun IV Desa Benuang masih menanti tindakan nyata dari dinas terkait agar akses jalan tersebut tidak lagi menjadi “horor” berkepanjangan bagi urat nadi pendidikan di Bumi Serepat Serasan.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















