Jembatan Rusak Berat, Semua Pihak di PALI Kompak Tak Bergeming

Senin, 2 September 2024 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi terkini jembatan jalan provinsi di PALI mengalami rusak parah dengan kondisi amblas dan berlubang, Senin (02/09/24).
Foto: eja

Kondisi terkini jembatan jalan provinsi di PALI mengalami rusak parah dengan kondisi amblas dan berlubang, Senin (02/09/24). Foto: eja

PALI | Tintamerah.co.id -, Jembatan jalan provinsi  di PALI mengalami rusak berat sejak awal 2024 lalu belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki. Kondisi ini seakan mempertegas bahwa semua pihak yang berada di Bumi Serepat Serasan ini hanya berdiam diri, seolah tak mengetahui apa yang terjadi dengan kondisi jembatan itu saat ini.

Jembatan ini menghubungkan Kota Pendopo, Talang Ubi ke Desa Teluk Lubuk menuju Muara Enim dan Prabumulih. Jembatan yang terletak tak jauh dari Kantor Dinas Perhubungan kabupaten PALI itu nyaris luput  mendapat perhatian dari siapapun, walau dinilai membahayakan, apalagi saat di malam hari.

Pantauan tintamerah.co.id, jembatan ini acapkali rusak setiap tahunnya akibat tergerus derasnya banjir  air sungai, namun cepat ditindaklanjuti untuk diperbaiki.

Selain itu, sejak pemerintah provinsi Sumatera Selatan membangun jalan penghubung PALI – Musi Rawas – Linggau, bahkan ke Jambi.

Jalan  lintas provinsi melalui PALI ini menjadi favorit  pengguna jalan karena memangkas waktu perjalanan Palembang – Lubuklinggau semula 5,5 jam menjadi 3 jam.

BACA JUGA  Disdik PALI Resmi Terbitkan Surat Edaran Penundaan Belajar Tatap Muka di Wilayah Zona Merah Covid-19

Letak geografis PALI yang strategis di Sumatera Selatan membuat volume kendaraan melintasi PALI jadi meningkat, akibatnya jembatan ini sering ambrol tak mampu menahan kapasitas beban angkutan truk yang bermuatan berat.

Sehingga jembatan yang menjadi jalur utama lalu lintas keluar masuk masyarakat PALI ini sering mengalami kerusakan, walaupun  sudah dilakukan perbaikan namun tidak bertahan lama.

Menanggapi kondisi tersebut, Tokoh Pemuda PALI Efran sangat prihatin dengan sikap apatis berbagai pihak pemangkuh kebijakan di kabupaten yang beberapa bulan lalu merayakan usia ke – 11 tahun.

“Sangat miris sekali, bisa kita lihat dan rasakan saat ini. Aneh rasanya, mengapa kita semua berdiam diri,” kata Efran kepada tintamerah.co.id, Senin (02/09/24).

Menurut dia, untuk memperbaiki jembatan itu bukan suatu perkara yang sulit dikerjakan apabila pihak-pihak terkait terutama pemerintah daerah ada keinginan kuat  duduk bersama mencari solusi penyelesaian.

Namun faktanya, kata Efran, semua orang tau jembatan itu sudah rusak kurun waktu yang lama, namun karena kurangnya kepedulian dan kesadaran dari siapapun yang melintasi jembatan tersebut sehingga tidak menyadari bom waktu mengancam keselamatan nyawanya.

BACA JUGA  Sosialisasi Kader Bina Keluarga Balita (BKB) TP. PKK Kabupaten PALI Tahun 2022

“Semakin hari permukaan jembatan semakin amblas, jadi kita tunggu waktu saja, maut sudah menunggu di kolong jembatan,” cemas Efran.

Efran sangat menyesalkan terhadap sikap acuh tak acuh dari pemerintah kabupaten PALI, DPRD PALI, Polres PALI, Kejari PALI, Koramil Talang Ubi, Partai Politik, Pers, Ormas, LSM, Mahasiswa, dan masyarakat terkesan sepakat bahwa jembatan rusak itu bukan suatu ancaman yang berarti.

Selain itu, Efran menuturkan bahwa perusahaan-perusahaan tambang  yang beroperasi di PALI yakni seperti PT Pertamina Pendopo Field, PT Medco E&P Indonesia, PT EPI, PT BSEE, PT BSE ambil bagian dengan sikap yang sama, beranggapan kondisi jembatan masih bisa dilewati. Tak hanya itu, Perusahaan-perusahaan lainnya yakni PT Musi Hutan  Persada, PT Suryabumi Agro Langgeng, PT GBS, PT Aburahmi belum terketuk hatinya.

“Saya membayangkan jika semua pihak-pihak tersebut tersadar menyatakan sikap akan memperbaiki jembatan itu bersama-sama,” ungkap Efran.

BACA JUGA  Polres PALI Melakukan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika Jenis Sabu Seberat 398 Gram

“Jembatan shiratal mustaqim pun mereka mampu membangunnya,” gurau Efran.

Efran berpesan apakah harus menunggu dahulu terjadinya kecelakaan bahkan merenggut korban jiwa yang membuka hati nurani semua pihak-pihak terkait untuk melakukan perbaikan.

Kendati demikian, Efran masih berharap agar ada satu pihak manapun yang menjadi inisiator mengambil sikap mengajak  semua pihak-pihak terkait untuk secepatnya melakukan perbaikan jembatan.

Disisih lain, Efran mempertanyakan, mengapa belakangan ini, termasuk dirinya sendiri maupun rekan-rekan sejawatnya tak lagi menunjukan taringnya menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat, termasuk dalam permasalahan jembatan rusak tersebut.

Menurut dia, permasalahan apapun yang terjadi saat ini di PALI, tidak bisa diselesaikan hanya dari peran kalangan profesinya. Ia mengajak semua pihak-pihak terkait berjuang bersama dalam mewujudkan kabupaten PALI mengejar ketertinggalan dari kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

Efran menghimbau dan mengajak  rekan-rekan wartawan untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan agar keberlangsungan peradaban pers di kabupaten PALI tetap terjaga dan terpelihara. (and

 

 

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru