Kepala Inspektorat Lampura ditetapkan jadi tersangka

Jumat, 3 Mei 2024 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Utara| Tintamerah.co.id – Diduga korupsi ratusan juta, jasa konsultasi kontruksi tahun anggaran 2021-2022 di Inspektorat Lampura. Akhirnya, M. Erwinsyah selaku Kepala Inspektorat di kabupaten Lampung Utara dijebloskan dalam penjara oleh Kejaksaan Negeri di Kabupaten setempat.

Diketahui, Pemeriksaan Kepala Inspektorat yang juga anak menantu mantan Bupati Lampung Utara Budi Utomo itu diperiksa mulai dari pagi hari pukul 09:00 Wib sampai dengan sore hari pukul 16:30 Wib. Dan, M. Erwinsyah usai melakukan pemeriksaan itu langsung keluar dari kejari mengenakan rompi orange dan langsung naik mobil tahanan.

Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Mohamad Farid Rumdana, S.H., M.H mengatakan bahwa dalam perkara tindak pidana korupsi jasa konsultasi kontruksi pada Inspektorat Lampung Utara tahun 2021-2022, bahwa pada hari ini agenda pemeriksaan saksi atas inisial M.E dalam hal ini M.E menjabat sebagai Kepala Inspektorat Lampung Utara bahwa dalam kegiatan jasa konsultasi kontruksi ini pada M.E itu menjabat sebagai KPA sekaligus PPK.

BACA JUGA  Sumsel Kian Siap Jadi Tuan Rumah, Herman Deru  Launching 100 Hari Menuju FORNAS VI Tahun 2022  

“Dari hasil penyidikan, tadi tim sudah melakukan ekspose dan dinaikan ketahap peningkatan status terhadap saksi M.E ini bahwa kami menetapkan M.E ini sebagai tersangka dalam perkara ini,” kata dia, didampingi Kasi Inteljen Kejari Lampura Guntoro dan Kasat Reskrim Polres Lampura IPTU Stef Boyoh, saat menggelar konferensi pers. Jum’at (03/05/2024)

Farid Rumdana itu juga menjelaskan pihaknya juga sudah melakukan penahan terhadap tersangka M.E selama 20 hari kedepan di Rutan kelas II Kotabumi. Dari, hasil pemeriksaan dari tim penyidik bahwa dalam hal kejadian itu pihaknya juga sudah menetapkan dua orang tersangka.

“Kemarin, kita sudah menetapkan dan menahan Kepala LPSTS UBL berisial RHP dan hari ini sudah menetapkan M.E sebagai tersangka. Mohon kepada semua pihak, proses penyidikan perkara ini dilaksanakan secara profesional dan tentunya, mari kita sama-sama dukung penegakan hukum di Kabupaten Lampung Utara,” terang dia.

BACA JUGA  SKK Migas – KKKS Petrochina International Jabung LTD

Menurutnya, untuk kerugian negaranya sendiri, berdasarkan hasil penghitungan oleh BPKP Provinsi Lampung sebesar Rp. 202.709.549,60.

Saat ditanya, akankah ada saksi lainnya yang akan diperiksa, dan Kejari Lampura mengungkapkan dalam pemeriksaan dan penetapan tersangka itu maka pihaknya juga nantinya dari tim penyidik akan mengambil tindakan pemeriksaan kepada tersangka.

“Kita berbicara bahwa dugaan berdasarkan hasil penyidikan sudah memenuhi bukti permulaannya yang cukup dengan adanya kerugian negara dan adanya keterangan ahli dan seluruh saksi-saksi telah cukup maka kami menetapkan seseorang menjadi tersangka,” jelas dia.

Orang nomor satu di Adhyaksa Kejari Lampura itu juga menambahkan, disini berpikirnya dugaan pada para pelaku itu sudah melakukan perbuatan yang melanggar hukum ada perbuatan melawan hukum.

BACA JUGA  Kloter 20 Tiba di Tanah Air, Debarkasi Palembang Sisakan 2 Kloter

“Ada beberapa hal pada proses penyidikan kita sudah melakukan hal yang kita sampaikan bahwa pelaksanaan dari pada kegiatan itu berdasarkan hasil penyidikan itu secara garis besar, adanya kegiatan item kegiatan yang pada pelaksanaannya ada yang tidak dilaksanakan, tapi oleh tersangka M.E tetap dibayarkan sehingga kami tetapkan sebagai tersangka,” pungkasnya. (Ridho)

Berita Terkait

Desakan Total PALI Berhasil, Pemprov Sumsel Akhirnya Proses Pencabutan Pergub “Cacat Hukum” 40/2017
Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:02 WIB

Desakan Total PALI Berhasil, Pemprov Sumsel Akhirnya Proses Pencabutan Pergub “Cacat Hukum” 40/2017

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Berita Terbaru