Manajeman Keuangan BLUD Di RSUD Tubaba Diduga Buruk Terancam Bangkrut

Rabu, 11 Januari 2023 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tubaba | Tintamerah.co.id – Manajeman Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tulang Bawang Barat provinsi Lampung diduga buruk terancam bangkrut.

Dr pramono Satrio Wibowo Drektur RSUD Tubaba mengatakan kondisi pasien Rumah sakit yang dipimpinnya pendapatannya menurut,” ujarnya kepada wartawan saat diwawancara diruang kerjanya, Rabu (11/1/2023).

“Di tahun sebelumnya yakni 2021 dan 2022, RSUD secara mandiri menggaji para dokter karena mendapatkan dana klaim pasien Covid-19. Sementara tahun 2023 ini sudah tidak ada lagi,” kata dia.

Dr pramono juga mengakui Akibat minimnya penghasilan maka gaji pokok dokter umum kontrak pada tahun 2023 turun, dari sebelumnya Rp 5 juta menjadi Rp 3,5 juta rupiah/bulan. Hal ini dilakukan karena kondisi keuangan RSUD yang tidak stabil.

BACA JUGA  Diduga Premium Oplosan Beredar Di Desa Tebing Abang

“Agar pelayanan kesehatan di RSUD tetap berjalan, maka pada tahun 2023 pihak kami mengajukan anggaran kepada pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan.

Kami sudah mengajukan anggaran kepada pemerintah daerah, untuk gaji para dokter tahun 2023 sebesar Rp 2,6 milyar karena dana dari BLUD RSUD sudah tidak mencukupi,” tambahnya.

Direktur RSUD tubaba juga membeberkan Anggaran perbulan yang harus dikeluarkan RSUD selama ini, rata-rata per bulan berkisar Rp 300 juta lebih.

“Pengeluaran untuk biaya operasional RSUD termasuk gaji para tenaga kontrak sebanyak 106 orang baik dokter, perawat, dan tenaga kesehatan maupun pegawai lainnya,” paparnya.

Dia mengatakan, RSUD selama ini menggunakan sistem BLUD dan dapat membiayai operasional secara mandiri karena didukung dana klaim BPJS pasien Covid-19.

BACA JUGA  Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Bukit Asam (PTBA) Gelar Pelatihan Pengolahan Madu hingga Penanganan Hama

“Tahun ini, dana klaim itu sudah tidak ada lagi, sedangkan pemasukan rata-rata perbulan RSUD hanya berkisar Rp 200 juta, untuk mencukupi kekurangannya kita mengandalkan subsidi dari dana APBD, sehingga gaji para dokter umum RSUD ditetapkan sesuai arahan dari dinas kesehatan dan disamakan dengan gaji para dokter di Puskesmas,” tuturnya lagi

Pramono tidak menampik, jika RSUD Tubaba dikatakan terancam bangkrut karena jumlah pendapatan tidak sesuai dengan jumlah dana yang dikeluarkan.

“Untuk itu, kita mengajukan dana subsidi kepada pemerintah daerah karena keuangan RSUD tidak mencukupi memenuhi seluruh kebutuhan operasional,” tukasnya.

Sementara Dikatakan Wahidin Yusuf pendiri Lembaga swadaya masyarakat (FKPK) Tubaba dirinya menyangkan buruknya sistem keuangan manajemen Keuangan di RSUD tubaba selama ini

BACA JUGA  Fokus Penanganan Covid-19 Dan Karhutlah, Pemkab OKI Gelontorkan Ratusan Milyar ke Desa

“Kita akan terus kawal sampai mendalam persoalan ini agar dapat ketahui secara terang benderang, apakah ada indikasi permainan dalam sistem pengelolaan anggarannya,” ujarnya.

Lanjut wahidin, bahwa dirinya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak yang mempunyai wewenang bidang pengawasan.

“Dalam waktu dekat kita akan koordinasikan dengan pihak Inspektorat dan DPRD Tubaba untuk melakukan pemeriksaan ataupun Audit,” pungkasnya.
( Joni St)

Berita Terkait

Desakan Total PALI Berhasil, Pemprov Sumsel Akhirnya Proses Pencabutan Pergub “Cacat Hukum” 40/2017
Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:02 WIB

Desakan Total PALI Berhasil, Pemprov Sumsel Akhirnya Proses Pencabutan Pergub “Cacat Hukum” 40/2017

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Berita Terbaru