Palembang | Tintamerah.co.id – Rakorwil dan Pelantikkan Pengurus Daerah IKADI (Ikatan Da’i Indonesia) Se-Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2022 dikukuhkan oleh DPW (Dewan Pengurus Wilayah) IKADI Sumsel di Asrama Haji Palembang, Sabtu (26/02/2022).
Dalam pelantikkan tersebut dihadiri langsung oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sumsel H Rosidin Hasan dengan nyambut gembira dengan hadirnya sebuah ikatan dakwah.
“Tentunya mudah-mudahan semakin banyak pencerah dalam bidang keagamaan melalui da’i-da’i yang baru saja dilantik,” ujar Rosidin saat diwawancarai di luar rungan.
Lanjut Rosidin menuturkan Sumsel ini banyak program- program keagamaan.
“Yakni 1 vilage 1 tahfiz IKADI menjadi salah satu penguat dalam lancarnya program Bapak Gubernur,” ujar Rosidin.
Tetapi tetap akan melakukan dakwah dengan hikmah, yang kerap disebut rohmatanhilalamin dan menjadi penyejuk ditengah-tengah masyarakat dengan nilai-nilai yang benar.
Ia mengatakan terkait isu suara toa masjid, terus dilihat secara utuh apa yang disampaikan oleh Menteri Agama.
“Kemudian yang penting lagi mari kita pahami di medsos itu tidak semuanya dalam narasi yang utuh,” ujarnya.
“Oleh karena itu barangkali yang lebih baik di tabayun dulu, apabila ternyata ada larangan bahkan menyamakan azan sama suara gonggongan suara anjing barangkali di tabayunkan lebih dahulu,” jelasnya.
Sementara itu di tempat yang berbeda, Sekjen PP IKADI Pusat Dr Khoiron Muhammad Arif mengatakan Alhamdulillah lancar, tidak ada halangan dalam acara ini.
“Gubernur Sumsel dan jajaran Pemerintah Sumsel sangat membantu dan merespon kerjasama yang luar biasa,” ujarnya.
Sekjen memberi apresiasi sangat luar biasa dengan sikap Gubernur Sumsel.
“Langsung merespon dengan memberikan kendaraan berupa mobil untuk dakwah Da’i Sumsel. Ini kerjasama yang baik antara umarah ulama dan Da’i. Karena pembinaan masyarakat itu bukan hanya tugas Pemerintah akan tetapi ulama, Da’i, dan Ustad,” ucapnya.
Lanjut ia mengharapkan dari pelantikan ini segara melaksanakan program kerjanya kepada masyarakat.
“Pekerjaan Rumah (PR) dakwah ini banyak sekali apa lagi dimasa digital ini, perlu para da’i untuk mengademkan umat tidak mengkompori, karena kita ini dakwah yang rahmat hirobilalamin. Proses dakwah kita mudorat artinya profesional, tidak miring kanan dan kiri artinya netral,” harapnya. (Astrid)















