PALEMBANG | tintamerah.co -, Ketua Persatuan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumsel, Firdaus Hasbullah, memberikan catatan kritis sekaligus menggugah bagi generasi muda dalam memaknai Hari Raya Idulfitri. Ia menginginkan para pemuda tidak terjebak pada euforia luar saja.
“Saya ingin generasi muda tidak hanya melihat Idulfitri sebagai budaya pulang kampung atau sekadar perayaan,” ungkap Firdaus dengan lugas saat dihubungi tintamerah.co, Jumat (20/3/2026). Menurutnya, momen ini harus menjadi kawah candradimuka dalam pembentukan karakter yang kuat.
Tiga Fondasi Karakter Pemuda
Firdaus mendorong agar nilai-nilai yang ditempa selama Ramadan diinternalisasi menjadi identitas permanen pemuda, yakni:
- Kejujuran dalam setiap tindakan.
- Kepedulian terhadap sesama.
- Tanggung Jawab Sosial yang konsisten, bukan hanya muncul saat Ramadan.
Transformasi Diri dan Istiqamah
Secara pribadi, Firdaus merasakan Ramadan tahun ini membawa transformasi pada kedewasaan bersikap. Ia merasa lebih hati-hati dalam bertindak dan lebih peka terhadap kondisi sekitar. “Ramadan mengajarkan saya untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara,” tuturnya, sebuah kualitas kepemimpinan yang esensial di masa kini.
Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan terberat justru muncul pasca-Lebaran. Baginya, kunci keberhasilan seorang pemuda adalah istiqamah atau konsistensi pada hal-hal kecil. Mulai dari menjaga kualitas ibadah, menjaga sikap, hingga memurnikan niat dalam setiap langkah. Jika konsistensi ini dijaga, Firdaus optimis dampak positifnya bagi kemajuan bangsa akan sangat besar.
Laporan: Efran















