Program PKH Presiden RI Bermasalah Dikeluhkan Masyarakat Tiyuh kartaraharja Tubaba

Jumat, 30 September 2022 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tubaba | Tintamerah.co.id – Program Keluarga Harapan (PKH) yang diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Ir Joko Widodo melalui Kementerian Sosial (Kemensos) upaya untuk membantu mengentaskan kemiskinan masyarakat keluarga miskin di kabupaten Tulang Bawang Barat provinsi Lampung diduga Bermasalah dikeluhkan warga.

Menurut informasi yang didapat dari masyarakat penerima bantuan Tiyuh-Desa Kartaraharja kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU) kabupaten Setempat sejak tahun 2020
Sebanyak 70 orang kepala keluarga (KK) tidak pernah lagi mendapatkan Bantuan Sosial PKH tersebut,” terangnya, Jumat (30/9/2022).

“Semasa tahun 2020 kami setiap triwulan bantuan PKH itu masih kami terima terus, anehnya setelah memasuki pergantian tahun 2021 pada bulan Januari bantuan sosial dari pak Presiden tidak pernah kami dapatkan lagi,” beber warga setempat.

Menurut warga setempat, masalah tersebut kala itu sudah dilaporkannya kepada pengurus pendamping desa namun hingga saat ini bantuan tersebut belum ada kejelasan.

BACA JUGA  Pantau Terus Lokasi Banjir, Kapolsek Serbajadi Imbau Warga Harus Selalu Waspada

“Masalah ini sudah kami laporkan ke ibu Helda Guspiani pendamping Desa Tiyuh Kartaraharja, waktu itu dia beralasan tersendatnya bantuan PKH disebabkan akibat ada perbaikan data penerima bantuan tersebut,” tutur warga.

Sejumlah warga itu juga berharap persoalan itu dapat menjadi perhatian semua pihak, mengingat bantuan sosial tersebut merupakan program pemerintah Presiden untuk mengurangi beban kemiskinan masyarakat setiap tahun.

“Kami berharap persoalan ini dapat menjadi perhatian PJ bupati Tubaba dan Kementerian Sosial RI serta semua pihak, agar bantuan PKH dapat kami diterima kembali seperti sebelumnya,” harap warga.

Via Sri Susanti, Ketua Kelompok PKH Rk -02 Tiyuh setempat saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon selulernya, mengakui bahwa bantuan program PKH tersebut sejak tahun 2020 sedang bermasalah.

BACA JUGA  OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia

“Dikelompok saya ada 4 orang yang nggak keluar lagi, atas nama Ibu Joko, Supriyatin, Kumnarti dan satu orang lansia, begitu juga kelompok lain banyak yang tidak keluar dan masalah ini waktu itu sudah saya laporkan ke pendamping desa ibu Helda Guspiani, namun belum ada kabar,” ujarnya.

Sementara itu, Helda Guspiani saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya pada jumat (30/9/2022) juga mengakui bahwa Bantuan tersebut sedang bermasalah.

“Kurang lebih ada 70 masyarakat penerima bantuan PKH sejak tahun 2020 tidak keluar lagi, faktor penyebabnya kami kurang paham karena semenjak disingkronisasikan dengan data capil data sekolah dapodik berpengaruh,” katanya.

Lanjutnya, mengutarakan Kalau masalah tersebut kesalahannya bisa akibat pengaruh validasi data setiap 3 bulan per setiap tahunnya tidak sinkron antara data yang terdaftar di PKH dengan yang ada di capil kesalahan nama yang berbeda.

BACA JUGA  Pertamina Hulu Rokan Zona 1 Dukung Penurunan Stunting, Wujud Nyata Kepedulian untuk Anak Indonesia

“Saya Sebagai pendamping Tiyuh Karta Raharja, sudah melaporkan ke Dinas Sosial Tubaba terkait persoalan ini, wewenangnya itu dapat bantuan atau tidaknya memang dari pusat langsung,” kata Helda.

Dia juga mengulas masalah tersebut bisa disebabkan faktor nama di buku tabungan itu tidak sesuai dengan nama yang ada di KTP itu juga berpengaruh.

“Sistem pengambilan bantuan itu di bank. Nama beda sedikit misal Suryani jadi Suryati beda N dan T kan
itu dilihat NIKnya sama dengan yang terdaftar di bank,” pungkasnya.
(Joni St)

Berita Terkait

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Berita Terbaru