PT SLR Akhirnya Buka Suara! Pasca Sidak Wabup PALI dan Uji Lab Sucofindo, Manajemen Klaim Pengelolaan Limbah Optimal

Sabtu, 18 April 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manager HSE PT SLR, Juliadi Tumanggor saat memberikan penjelasan terkait fungsi kolam pengendapan lumpur di KM 36. Pihak perusahaan mengklaim telah melakukan tindakan cepat dan perbaikan tanggul sesuai rekomendasi pemerintah daerah. (Foto: Dok/Santo)

Manager HSE PT SLR, Juliadi Tumanggor saat memberikan penjelasan terkait fungsi kolam pengendapan lumpur di KM 36. Pihak perusahaan mengklaim telah melakukan tindakan cepat dan perbaikan tanggul sesuai rekomendasi pemerintah daerah. (Foto: Dok/Santo)

PALI | tintamerah.co -, Teka-teki mengenai dugaan pencemaran lingkungan di area stockpile batubara KM 36 milik PT Servo Lintas Raya (SLR) mulai menemui titik terang. Setelah sempat menjadi sorotan tajam menyusul inspeksi mendadak (sidak) Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, pihak manajemen PT SLR akhirnya angkat bicara secara resmi.

Pernyataan ini muncul selaras dengan langkah tegas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PALI yang menggandeng PT Sucofindo untuk melakukan pengambilan sampel air dan tanah di lokasi yang diduga terdampak.

Respon Cepat dan Klaim “Batas Normal”

Manager HSE PT SLR, Juliadi Tumanggor, menegaskan bahwa perusahaan tidak tinggal diam menghadapi laporan masyarakat maupun temuan sidak Wakil Bupati. Ia menyatakan pihaknya telah melakukan langkah preventif dan treatment sesuai prosedur internal.

“Kita upayakan respon cepat atas laporan kemarin. Prinsipnya, kita ingin pengelolaan lingkungan ini transparan. Kami bahkan sudah melakukan treatment sesuai dokumen lingkungan yang kami miliki,” ujar Juliadi saat dikonfirmasi di lokasi, Jumat (10/4/2026).

BACA JUGA  Polres PALI Hadiri Isra' Mi'raj di Desa Sedupi

Menariknya, Juliadi mengklaim bahwa berdasarkan pantauan tim internal, indikator kualitas air di area mereka masih dalam kondisi aman. “Dari sisi kami, pengecekan suhu dan pH air masih berada di batas normal. Namun, kami tetap menghormati proses yang dilakukan pihak ketiga (Sucofindo) hari ini,” tambahnya.

Fokus Perbaikan Tanggul dan Kolam Pengendap

Menyikapi temuan Wabup PALI terkait titik-titik yang diduga menjadi sumber kebocoran limbah, PT SLR mengaku telah melakukan perbaikan infrastruktur secara instan. Juliadi menjelaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah optimalisasi Kolam Pengendapan Lumpur (KPL).

“Apa yang menjadi fokus Pak Wabup kemarin, seperti masalah tanggul, sudah langsung kami benahi. Kami tidak tutup mata. Tim saya bekerja tiga shift (pagi, siang, malam) untuk memantau KPL. Jika ada endapan berlebih akibat air larian (run-off) hujan, langsung kita tangani dengan treatment tawas,” tegasnya.

BACA JUGA  Polres PALI Sosialisasikan E-TLE dan Aplikasi Smart City Dulur Kito Kepada Masyarakat

Sucofindo Turun Tangan: Menanti Bukti Ilmiah

Di sisi lain, proses pengambilan sampel oleh PT Sucofindo menjadi babak penentu dalam sengketa lingkungan ini. Dori Pinaldo, perwakilan tim Sucofindo yang turun ke lapangan, menyatakan bahwa sampel diambil dari beberapa titik strategis di area stockpile KM 36 untuk diuji secara komprehensif di laboratorium.

Langkah DLH PALI menggandeng auditor independen ini seolah menjadi jawaban atas pemberitaan tintamerah.co sebelumnya yang secara konsisten mengawal isu ini. Sebagaimana diberitakan dalam laporan “Hasil Sidak Bukan Isapan Jempol, Dinas LH PALI Gedor Stockpile PT SLR”, publik kini menanti apakah “Raport Merah” benar-benar akan diberikan kepada perusahaan penyedia jalur logistik batubara tersebut.

BACA JUGA  Refleksi 13 Tahun PALI, Ketua DPRD H. Ubaidillah: Matikan Mode Transisi, Nyalakan Mode Ekspansi!

Komitmen CSR dan Ganti Rugi

Saat disinggung mengenai kemungkinan ganti rugi jika hasil laboratorium Sucofindo terbukti menunjukkan pencemaran, Juliadi Tumanggor memilih untuk bersikap normatif namun tetap menjanjikan tanggung jawab.

“Kita tunggu hasil resminya dulu, tidak bisa berandai-andai. Namun perlu diketahui, tanpa ada masalah pun, kami rutin memberikan kompensasi melalui CSR, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pemberian sembako bagi warga di sekitar area operasional,” pungkasnya.

Kini, bola panas berada di tangan hasil uji laboratorium. Akankah PT SLR mampu membuktikan klaim “optimalnya”, atau justru harus berhadapan dengan sanksi tegas sesuai UU Lingkungan Hidup? Masyarakat PALI dan para aktivis lingkungan kini memantau ketat setiap jengkal perkembangan di KM 36.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru