Palembang | Tintamerah.co.id – Ziarah Makam para Raja dan Sultan Palembang sekaligus diskusi untuk mengelola potensi wisata religius secara serius serta meningkatkan kunjungan wisata baik lokal maupun mancanegara.
Makam para Raja dan Sultan palembang Selain menjadi destinasi wisata religius, dapat mendongkrak Penghasilan Asli Daerah (PAD), hal tersebut diutarakan Drs Ramlan Holdan selaku pengamat kebangsaan yang hadir dalam ziarah bersama dan diskusi yang digelar di makam Kawah Tekurep, jum’at (25/02/2022).

“Semua pihak menginginkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk mengelola potensi wisata religius secara serius untuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun dari mancanegara,” ujarnya.
“Ada peninggalan yang bisa dikemas menjadi wisata sejarah dan religius unggulan, dari kota Palembang yang dikenal sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang Darussalam,” katanya.
Dia menjelaskan, peminat wisata religi khususnya di Kota Palembang tersebut cukup banyak, pengembangannya memiliki prospek yang cukup bagus untuk menarik wisatawan nusantara dan mancanegara sebanyak-banyaknya serta membangkitkan ekonomi masyarakat.
“Kita mendorong Pemkot Palembang untuk melakukan pembenahan makam para raja peninggalan zaman Sriwijaya dan Kesultanan Palembang serta objek wisata lainnya untuk mengembangkan wisata religi yang ada di kota Palembang,” ungkap Ramlan.
Untuk menambah daya tarik wisata religius kita perlu membenahi makam tersebut seperti makam Kawah Tekurep yang dibangun pada tahun 1728 atas perintah Sultan Mahmud Badaruddin I Jaya Wikramo dan dilanjutkan pembangunan kubah tengah di areal pemakaman oleh Sultan Ahmad Najamuddin I Adi Kesumo,”Kawah Tekurep merupakan sebuah makam yang diperuntukkan khusus bagi raja, abdi dalem serta keturunannya, “jelasnya.
“Dengan dikelola secara serius dan dilakukan pembenahan, potensi wisata religius bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk menjatuhkan pilihannya berkunjung ke Bumi Sriwijaya ini,” ujar Ramlan yang juga sebagai Ketua DPW PKB Sumsel.
Sementara itu Ketua Paguyuban Pujakusuma Sumsel Hernoe Roesprijadji, S,IP, MH, M.Si, mengatakan, bahwa makam para Raja dan Sultan ini merupakan makam yang bersejarah yang dapat dijadikan sebagai destinasi wisata religius.

Makam para Raja dan Sultan ini mempunyai sejarah bagaimana eratnya persatuan Ulama dan Umarok, yang juga dapat di jadikan sebagai contoh di pemerintahan sekarang.
“Kita bisa mengambil hikmah dari sejarah makam ini, bahwasanya kalau Ulama dan Umarok bersatu Insyaallah pemerintahan akan berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Dia juga menegaskan bahwa untuk kedepannya pihaknya dari Paguyuban Pujakusuma dan komunitas- komunitas yang lain siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah setempat untuk memperjuangkan status makam para Raja dan Sultan ini menjadi cagar budaya dan juga menjadikanya sebagai salah satu destinasi wisata terutama wisata religius.
(AN)















