Tolak Marginalitas: Diplomasi ‘Urat Leher’ Firdaus Hasbullah demi Marwah Pendidikan PALI

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah (kiri) menyampaikan nota protes terkait kondisi sekolah di pelosok PALI kepada jajaran Disdik Sumsel. Ia menyoroti rusaknya fasilitas belajar dan minimnya alat praktik SMK yang dinilai menghambat kualitas SDM di Bumi Serepat Serasan. (Dok/FH)

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah (kiri) menyampaikan nota protes terkait kondisi sekolah di pelosok PALI kepada jajaran Disdik Sumsel. Ia menyoroti rusaknya fasilitas belajar dan minimnya alat praktik SMK yang dinilai menghambat kualitas SDM di Bumi Serepat Serasan. (Dok/FH)

PALEMBANG | tintamerah.co -, Di saat euforia Lebaran masih menyisakan aroma ketupat dan silaturahmi, seorang pria dengan langkah tegap justru memacu kendaraannya membelah jalanan menuju jantung ibu kota provinsi. Firdaus Hasbullah, SH., MH., Wakil Ketua DPRD Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tak sedang ingin berwisata. Ia membawa “bom waktu” berupa tumpukan fakta getir tentang potret pendidikan di daerahnya yang selama ini seolah terisolasi dalam sekat marginalitas.

Kamis (26/3/2026), kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan menjadi saksi bagaimana sebuah diplomasi pendidikan dimainkan. Bukan dengan kata-kata manis, melainkan dengan tekanan konstruktif yang lugas dan tajam.

Menggugat Keadilan di Jalur Zonasi

Persoalan pertama yang dilempar Firdaus ke meja otoritas provinsi adalah carut-marut Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Baginya, sistem ini sering kali menjadi “hantu” yang menakutkan bagi anak-anak berprestasi namun tak punya koneksi.

BACA JUGA  Rutan Kelas I Palembang Gelar Razia Gabungan, Tes Urine, dan Musnahkan Barang Bukti Demi Wujudkan Zero Narkoba dan Handphone

“Kita ingin keadilan, bukan sekadar angka di aplikasi!” tegas politisi Partai Demokrat ini dengan nada yang menghentak.

Ia mencium aroma praktik “titipan” yang kerap mencederai asas akuntabilitas. Firdaus menuntut agar jalur zonasi dan afirmasi benar-benar menjadi hak bagi rakyat miskin dan putra daerah, bukan karpet merah bagi mereka yang punya kuasa. Ini adalah perang melawan ketidakterbukaan sistem yang selama ini meminggirkan talenta-talenta lokal PALI.

Realitas Getir: Sekolah Tanpa Marwah

Namun, yang paling mengiris hati adalah saat Firdaus membeberkan realitas fisik sekolah di Kecamatan Tanah Abang. Sebuah anomali yang menyesakkan: gedung sekolah yang seharusnya menjadi zona suci bagi transfer ilmu, justru berubah menjadi padang gembala karena tak memiliki pagar.

“Bagaimana mungkin kita bicara kualitas jika hewan ternak bebas berkeliaran di lingkungan sekolah?” tanyanya retoris.

Ini bukan sekadar urusan estetika bangunan. Bagi Firdaus, ini adalah soal degradasi marwah institusi pendidikan. Ia membedah ketimpangan spasial yang nyata—bagaimana sekolah di pusat kota bersolek dengan fasilitas mewah, sementara di PALI, ruang kelas bocor dan laboratorium SMK hanya menjadi ruangan kosong tanpa alat praktik.

BACA JUGA  Herman Deru Berharap GPKAN Dapat Membantu Pemulihan Ekonomi di Sumsel

“Lulusan SMK kita hanya akan jadi penonton di tengah derasnya arus industri di daerah sendiri jika mereka tak pernah menyentuh alat praktik yang layak,” cetusnya pedas.

Investasi Otak: Melampaui Aspal dan Beton

Diplomasi Firdaus Hasbullah adalah sebuah manifesto bahwa investasi terbaik bagi masa depan Bumi Serepat Serasan bukanlah sekadar jembatan beton atau aspal jalanan, melainkan isi kepala generasi mudanya. Ia sedang membangun “jembatan komunikasi” agar pemerintah provinsi tidak lagi menutup mata.

Ia menagih komitmen tertulis. Ia meminta langkah nyata, bukan sekadar janji manis di sela kunjungan kerja. Baginya, setiap anak di pelosok desa PALI memiliki hak pedagogis yang sama dengan anak-anak di Palembang.

BACA JUGA  Peringatan Upacara Hari Bela Negara Ke 75 "Kobarkan Bela Negara Untuk Indonesia Maju"

Sinyal Perlawanan Kebijakan

Langkah taktis ini mengirimkan sinyal kuat kepada publik: DPRD PALI tidak akan membiarkan ketimpangan pendidikan terus berlanjut tanpa perlawanan kebijakan. Firdaus sedang berupaya merobohkan sekat marginalitas yang selama ini memenjarakan potensi anak-anak daerah.

Pertemuan di Palembang itu mungkin berakhir sore itu, namun “perang” Firdaus untuk memastikan setiap ruang kelas di PALI layak bagi lahirnya intelektual baru, baru saja dimulai. Karena bagi Firdaus, pendidikan adalah satu-satunya senjata untuk memutus rantai kemiskinan dan ketidakadilan.

PALI tidak boleh lagi menjadi sekadar catatan kaki di peta pendidikan Sumatera Selatan. Melalui diplomasi ini, Firdaus Hasbullah sedang menulis ulang narasi masa depan daerahnya—dengan tinta keberanian dan komitmen yang tak bisa ditawar.

 

Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co

 

Berita Terkait

Perkuat Ketahanan Pangan, Prajurit Yon TP Digembleng Bimtek Pertanian Strategis
Estafet Tongkat Komando: Danrem 044/Gapo Lantik Dandim Muara Enim dan Lahat yang Baru
Dobrak Sekat Eksklusivitas, Bank Sumsel Babel & OJK Hadirkan Layanan Perbankan ‘Tanpa Batas’ untuk Disabilitas
Revolusi WFH di Palembang: fave+ Hotel Hadirkan Paket ‘Work & Fun Holiday’ Mulai Rp545 Ribu!
BNNP Sumsel Musnahkan 16,9 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Dua Gembong Besar Kini Jadi Buruan Maut!
Perangi Narkoba dan Pungli, Kepala Rutan Palembang Teken PKS Strategis Bersama BNN Sumsel
Cuma 75 Ribu! BATIQA Hotel Palembang Dobrak Akhir Pekan dengan Pesta Kuliner Sepuasnya
Audit Kinerja Itdam II/Sriwijaya Tuntas: Korem 044/Gapo Siap Sapu Bersih Temuan Demi Transparansi Mutlak

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 12:52 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Prajurit Yon TP Digembleng Bimtek Pertanian Strategis

Kamis, 23 April 2026 - 12:43 WIB

Estafet Tongkat Komando: Danrem 044/Gapo Lantik Dandim Muara Enim dan Lahat yang Baru

Kamis, 23 April 2026 - 12:36 WIB

Dobrak Sekat Eksklusivitas, Bank Sumsel Babel & OJK Hadirkan Layanan Perbankan ‘Tanpa Batas’ untuk Disabilitas

Rabu, 22 April 2026 - 16:55 WIB

Revolusi WFH di Palembang: fave+ Hotel Hadirkan Paket ‘Work & Fun Holiday’ Mulai Rp545 Ribu!

Rabu, 22 April 2026 - 16:18 WIB

BNNP Sumsel Musnahkan 16,9 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Dua Gembong Besar Kini Jadi Buruan Maut!

Berita Terbaru