Marlina: Solusi Jangka Pendek dan solusi Jangka Panjang

Kamis, 13 Oktober 2022 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | Tintamerah.co.id – Forum Diskusi Pemuda Sumatera Selatan (Sumsel) mengadakan acara yakni bicara tentang kota Palembang yang bertemakan “1 jam hujan dikepung banjir solusinya apa” yang di gelar di Caramel Cafe and Resto 3 yang berada di Puncak Sekuning, Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang.

Dimana kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Forum Diskusi Pemuda Sumsel Enho, dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam hal ini Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Irigasi dan Banjir Ir R A Marlina Sylivia, S.T., M.Si., M.Sc., IPM., Asean.Eng, Moderator Ki Edi Susilo, Penggiat/Aktiv-KPAL Andreas OP, dan Pelopor Gerakan Ayo Kerja di kota Palembang Hernoe Roesprijadji.

Dikatakan Ir R A Marlina Sylivia, tidak ada solusi cepat untuk banjir karena penyebabnya juga bukan hitungan hari, tapi sudah hitungan tahun, bahkan puluhan tahun.

Dimana bangunan-bangunan berdiri di dataran banjir dan di bawah muka air banjir, tentu saja ketika hujan deras dan pasang di sungai Musi maka akan kebanjiran.

BACA JUGA  Jaga Hubungan Baik, Babinsa Koramil 418-08/Sako Kodim 418/Palembang Melaksanakan Komsos dengan Warga Binaan

“Solusi jangka pendeknya ada tapi tidak permanen dan hanya mengurangi waktu banjir yaitu dengan pompa portabel dan pelengkapnya. Jadi kami berharap dapat memberikan solusi jangka panjang,” ujarnya.

Kemudian, seperti apa yang saya sampaikan pada paparan tadi ada dua solusi jangka panjang yaitu adaptation atau adjusment.

Adaptasi artinya kita berharmonisasi dengan air, hidup besama air jadi ya harus tinggal di tempat yang tinggi dari tempat air (tidak mengambil ruang untuk air) kalau tidak mau kebanjiran. Ketika air kembali harus maklum maka dari itu tinggallah di rumah panggung seperti nenek moyang kita dahulu.

“Jangan membangun di sungai, jangan membangun di aliran air, itu yang dimaksud berhamonisasi dengan air,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, jadi sekarang ini rata-rata di badan sungai itu sudah banyak bangunan masyarakat, bagaimana pemerintah mau melakukan normalisasi kalau alat berat saja tidak bisa masuk.

BACA JUGA  Herman Deru : Masyarakat  Butuh  Literasi, Bayar Pajak  Merupakan  Kewajiban  Jangan Dijadikan  Sebagai Beban 

Seperti yang saat ini terjadi di sungai bayas (hilir dari genangan di jalan R sukamto), alat berat sudah mau turun tapi tidak bisa, karena banyak rumah warga di sempadan sungai dan ada 17 jembatan yang melintang sungai bahkan ada yang menuju rumah pribadi warga.

“Tapi ini tetap kami sosialisasikan. Kami tidak menyerah dan terus melakukan sosialisasi. Apabila masyarakatnya sudah sadar, kami akan ajukan lagi penganggarannya kedepan,” katanya.

Masih disampaikannya, adjusment itu teknologi, pakai teknologi pompa pengendali banjir, ring dike, tanggul keliling pintu air dan kolam retensi. Itu semua harus ada perhitungan tidak bisa tebak-tebakan.

Dimana Walikota Palembang H Harnojoyo kemarin memerintahkan saya untuk menghitung kebutuhan pompa portabel yang dibutuhkan agar segera bisa dibeli.

Kalau pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat seperti yang saya sampaikan tadi, ada 235 bangunan yang sudah kami bongkar sehingga air kembali mengalir lancar.

BACA JUGA  Optimalkan Layanan Kesehatan Masyarakat, Herman Deru Terus Upayakan Penyebaran Dokter Secara Merata di Pelosok Sumsel

“Pembongkaran tersebut dalam kurun waktu tidak sampai 1 tahun, artinya ke depan akan lebih banyak lagi ruang air yang dikembalikan dengan bertambahnya dukungan masyarakat banyak,” bebernya.

Masih dilanjutkannya, kuncinya adalah dukungan masyarakat karena yang melanggar itu sendiri adalah warga masyarakat termasuk pengembang dan pemilik ruko.

Kedepan harapan kami kita memilih solusi adaptasi saja yaitu harmonisasi dengan air, jangan mengganggu ruang untuk air. “Manusia jangan serakah agar alam tidak murka”.

“Membangun harus di atas muka air banjir atau jangan tinggal di dataran banjir. Kalau ada penimbunan di sekitar kita, laporkan agar bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah dalam hal ini unit pelaksana teknis dinas pupr kota palembang yang menyebar di 18 kecamatan,” jelasnya.
(DNL)

Berita Terkait

DIISUKAN TERJARING OTT KEJATI SUMSEL, KEPALA BAPENDA PALI ANGKAT BICARA: “ITU HOAX, SAYA DI PALEMBANG!”
Gubernur Herman Deru Dobrak Kebangkitan Padel Sumsel: Ende Vol. 1 Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Ruang Jiwa Sehat dan Silaturahmi Tangguh!
MENANTANG ARUS TRANSPARANSI: Efran Terima Mandat FKS PALI, Ketum Suparman Romans Tegaskan Komite Bukan ‘Stempel’ Pungutan Liar!
Bawa Misi Transparansi, Jurnalis Bumi Serepat Serasan Efran Resmi Terima Mandat Bentuk FKS Kabupaten PALI
Wujudkan SDM Polri Unggul, Polda Sumsel Gelar Seleksi Ketat Fisik Taruna Akpol 2026 di Jakabaring
Nyata Berhasil! Mitigasi Karhutla Sumsel Turun Drastis, Sinergi TNI-Polri dan Lintas Sektor Patut Diapresiasi
Sinergi Era Digital: Korem 044/Gapo Gembleng Prajurit Jadi ‘Arsitek’ Informasi Kreatif dan Humanis
Terobosan Pembiayaan, Herman Deru Siapkan Sumsel Jadi Pelopor ‘Obligasi Daerah’ Nasional

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:09 WIB

DIISUKAN TERJARING OTT KEJATI SUMSEL, KEPALA BAPENDA PALI ANGKAT BICARA: “ITU HOAX, SAYA DI PALEMBANG!”

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:29 WIB

Gubernur Herman Deru Dobrak Kebangkitan Padel Sumsel: Ende Vol. 1 Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Ruang Jiwa Sehat dan Silaturahmi Tangguh!

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:17 WIB

MENANTANG ARUS TRANSPARANSI: Efran Terima Mandat FKS PALI, Ketum Suparman Romans Tegaskan Komite Bukan ‘Stempel’ Pungutan Liar!

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:24 WIB

Bawa Misi Transparansi, Jurnalis Bumi Serepat Serasan Efran Resmi Terima Mandat Bentuk FKS Kabupaten PALI

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:06 WIB

Wujudkan SDM Polri Unggul, Polda Sumsel Gelar Seleksi Ketat Fisik Taruna Akpol 2026 di Jakabaring

Berita Terbaru