Fortass Ditugasi Membina Sastra di RBPN, Puisi 2 Bahasa Tayang di TVRI Sumsel

Rabu, 14 Desember 2022 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | Tintamerah.co.id – Semburan kebahagiaan itu tak bisa disembunyikan dari hati dan raut wajah Syafrizal dan Endang Sri Wahyuni, ketika putrinya Faza Airinnadya, tampil membaca puisi dalam acara dunia anak TVRI Sumsel, Selasa (13 Desember 2022).

Hal serupa juga dirasakan, bagi Suryadi Usman dan Ovin Puspika, ketika putrinya Naomi Aisyah Hanindurah, yang juga tampil di event serupa dalam menit yang berbeda.

Bagi para pelaku sastra pada umumnya, membaca puisi di layar kaca bukan hal baru. Tetapi membaca puisi berbahasa Inggris di negeri Merah Putih, jumlahnya bisa dihitung dengan jemari. Apalagi bagi pelajar sekolah dasar. Perbadingannya bisa 10 : 1 diantara pembaca puisi di tingkat sekolah dasar pada umumnya.

Begitulah komentar Yosep Suterisno, SE, Ketua Forum Teater Sekolah (Fortas) Sumsel, ketika menyaksikan Naomi Aisyah Hanindurah murid SD IT Fathonah Pakjo Palembang yang membaca puisi berbahasa Inggris pada peringatan Hari Ibu 22 Desember 2022 di layar kaca TVRI Sumsel, Selasa (13 Desember 2022).

“Membaca puisi berbahasa Inggris, apalagi bagi pelajar sekolah dasar, melatihnya tidak semudah membalik telapak tangan. Bukan hanya ucapannya saja, tetapi memotivasi anak agar berminat belajar berbahasa Inggris, bagi orang tua dan gurunya diperlukan kerja ekstra. Ini luar biasa!” ujar jebolan Teater Leksi Palembang, usai shooting di TVRI Sumsel, Selasa (13 desember 2022).

BACA JUGA  Silahturahmi Bersama APDESI, Pj Gubernur Agus Fatoni Serap Aspirasi Kades se-Sumsel

Demikian halnya untuk mendorong murid SD agar berminat membaca puisi, baik berahasa Inggris atau Bahasa Indonesia, seperti Faza Airinnadya, murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ahliyah 2 Palembang.

Membaca puisi, baik bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, meski memiliki tantangan berbeda, tetapi tingkat kesulitan untuk melatih dan mendorong murid agar tertarik dalam dunia sastra, bukan hal mudah. Menurut Yosep, semua membutuhkan ketekunan dan kesabaran.

“Manfatanya dengan belajar sastra, hati seseorang akan lebih lembut. Melihat sesuatu dengan keindahan. Kalau dalam bahasa sekarang, melihat suatu peristiwa selalu dengan kaca mata positif. Inilah kelebihan bagi anak yang sudah kenal dengan dunia sastra. Kelak saat dewasa, akan selalu positif thinking menatap masa depan, dan tidak mudah mengeluh, sebab dia selalu berpikir positf,” ujar Yosep.

Melihat potensi inilah, Lisa Surya Andika, Pembina Rumah Budaya Plembang Nian (RBPN), mendaulat Fortas Sumsel untuk memaksimalkan pemahaman puisi di kalangan pelajar, khususnya di sekolah dasar, baik di Palembang maupun di Sumsel pada umumnya.

BACA JUGA  Mars Kemenag Meriahkan Rangkaian Harmoni HUT Kemerdekaan RI Ke-80

Menurut Lisa, potensi sastra dalam setiap diri anak sekolah sudah seharusnya terus digali dan dikembangkan. Satu diantaranya melalui lomba sastra dalam berbagai cabang, puisi, cerpen, novel dan teater yang berbasis naskah.

“Kalau mereka sudah sering latihan, harus diberi ruang panggung untuk tampil, supaya mereka secara mental terlatih untuk selalu beridir di depan banyak orang, siap berkompetisi karya, dan mendorong anak agar selalu tampil terbaik,” tegas Lisa dalam kesempatan berbeda sebelum shooting di TVRI Sumsel.

Namun demikian, menurut Lisa, sebelum anak-anak ditampilkan di atas oanggung diperlukan pembinaan serius dari berbagai pihak, terutama lembaga seni di Sumsel, termasuk Fortas Sumsel. Oleh sebab itu, Lisa bersama lembaga RBPN memberi ruang kepada Fortas Sumsel untuk ikut membina sastra di RBPN.

“Silakan para seniman yang tergabung dalam Fortas Sumsel ikut membina sastra, tetater di sini, supaya potensi anak-anak, terutama dalam pembacaan puisi dan teater bisa lebih maksimal,” ujarnya, usai menyaksikan shooting Dunia Anak TVRI Sumsel, Selasa (13 Desember 2022).

BACA JUGA  Prajurit Korem 043/Gatam Laksanakan Latbakjatri

Merespon itu, Yosep mengapreasiasi kepercayaan yang diberikan RBPN kepada Fortas Sumsel. Mandat membina anak-anak di RBPN merupakan kehormatan ba Tim Fortas Sumsel.

Yosep mengakui, tugas dari RBPN ini merupakan tanggungjawab yang tidak ringan Fortas Sumsel. Tetapi, bersama Tim-nya Yosep berupaya akan konsisten dan komitmen untuk membina anak-anak sekolah di Sumsel agar mereka mengenal teks dan nilai-nilai sastra, baik puisi, cerpen ataupun novel, juga naskah dalam teater.

Sebab menurut Yosep, dalam diri setiap anak, ada kisah tersembunyi atau mimpi-mimpi anak-anak yang tidak banyak diketahui orang dewasa.

Satu cara di antara untuk membuka tabir mimpi anak-anak itu, menurut Yosep dengan membina dan menyiapkan mereka ruang ekspresi seni, baik melalui panggung lomba seni, maupun menulis karya seni.

“Diharapkan melalui dunia sastra, anak-anak akan lebih mampu mengasah imajinasi dan intuisinya. Insya Allah nilai-nilai itu dalam pergaulan bisa mewarnai karakter anak-anak kita, dengan keluhuran budi, lahir dan batin,” tegasnya.*

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan
“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI
Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total
Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI
Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi
Sengit Di Agam Pisan: Kupas Tuntas Tanya Jawab Sonny Ternando Dan Dhabi K Gumarya Bongkar Cacat Hukum Pergub 40/2017
Praktisi Hukum Sumsel Dhabi K Gumarya Tegaskan Pemangku Kebijakan dan Pertamina Wajib Tunduk Mutlak pada UU Nomor 2 Tahun 2012
Napak Tilas Kejayaan Migas PALI: Efran Tegas Dukung Survei Seismik BGP, Tapi Perang Total Cabut Pergub Usang!

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:55 WIB

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:22 WIB

“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:46 WIB

Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:01 WIB

Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi

Berita Terbaru