Tuntut Keadilan, Ribuan Massa PSHT Gelar Aksi Demo di Halaman Polres Tubaba Barat

Senin, 19 Desember 2022 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tubaba | Tintamerah.co.id – Ribuan massa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) unjuk rasa di lapangan Polres Tulang Bawang Barat provinsi Lampung menuntut terkait kasus penembakan salah satu anggotanya yang belum diamankan oleh aparat penegak hukum, pada Senin (19/12/2022).

Kedatangan Ribuan Massa tersebut menuntut agar pelaku penembakan terhadap Sutino (45) warga Kampung Kota Jawa, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan yang mengalami luka tembak tembus pada kaki betis sebelah kanan yang Terjadi di jalan perkebunan sawit Umbul Jelabat, Hutan Register 44 HTI Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tubaba pada hari Minggu tanggal (04/12/2022) pukul 14:00 wib yang lalu agar segera ditangkap.

Berdasarkan pantauan dilapangan aksi demo tersebut diikuti kurang lebih 2.000 warga PSHT dari berbagai Cabang yang ada di lampung dan dari Luar Lampung.

BACA JUGA  Bupati Lampung Utara Pimpin Upacara Peringatan Hari Veteran ke-74 Th

Rudi, warga PSHT Cabang Lampung Utara mengatakan aksi demo hari ini menuntut agar pelaku penembakan segera ditangkap.

“Hari ini kami menggelar demo menuntut agar pelaku penembakan ditangkap. Jika setelah kami melakukan aksi demo ini pelaku penembakan belum juga bisa di tangkap kami akan menggelar aksi demo yang lebih besar lagi,” tegasnya.

Dia menjelaskan, untuk saat ini perwakilan dari PSHT yang demo sedang melakukan mediasi dengan pihak kepolisian. Guna menegaskan agar pelaku penembakan segera ditangkap.

“Kami berharap kasus penembakan terhadap rekan kami beberapa waktu lalu dapat menjadi perhatiaan pihak Kepolisian Polda dan Mabes Polri agar pelakunya dapat segera diamankan,” pintanya.

Hingga berita ini diterbitkan pihak Kepolisian belum bisa dikonfirmasi karena sedang dalam mediasi dengan perwakilan pihak PSHT.
(Joni St)

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru