Usai Dilantik, Enam Ketua TP PKK Diminta Serius Tekan Angka Stunting Sumsel

Jumat, 26 Februari 2021 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG|Tintamerah.co.id–  Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang juga selaku Pembina Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumsel  kembali mengingatkan jajaran TP PKK Provinsi dan Kabupaten/kota di daerah itu untuk  terus memasifkan program posyandu sebagai salah satu cara yang paling efektif dalam menekan angka kasus stunting.

“Posyandu teruslah digalakan karena keberadaan Posyandu ini yang akan bisa dengan cepat menekan kasus anak stunting di Sumsel,” ungkapnya saat memberikan arahan pada pelantikan Ketua TP PKK OKU Timur, OKU, OKU Selatan, Ogan Ilir, Musi Rawas dan Musirawas Utara oleh Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia HD di Griaya Agung, Jumat (26/2) petang.

Menurut HD, tugas pokok dan fungsi yang paling luas ada pada PKK, dimana Ketua TP PKK miliki tugas yang luar bisa beratnya,  karena berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat yang ada di kabupaten / kota sebagai pendorong majunya daerah selaras dengan Misi-Visi  sang  suami sebagai  kepala daerah.

“Setiap daerah itu harus ada yang diunggulkan, jangan ikut-ikutan dengan program yang ada di daerah sebelahnya. OKU ada unggulan sendiri, begitu juga dengan Musirawas demikian juga dengan Kabupatenkota lainnya.  Kita ada tempat  dianjungan Taman Mini Indonesia Indah  manfaatkan sebagai tempat promosi produk unggulan daerah kita,” harapnya.

BACA JUGA  Ust.H.Herman Syamsiar: Solidaritas Pemuda Sangat Dibutuhkan Dalam Pembangunan Daerah

Sementara itu Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia HD mengharapkan, para Ketua TP KK Kabupaten yang baru saja dilantik dapat segera dapat bekerja dengan menselaraskan arah kebijakan sesuai dengan   10 program pokok PKK.

“Bagi Ketua  TP PKK yang baru saja dilantik segeralah bekerja, PKK harus mampu menjadi motor penggerak masyarakat  kearah yang lebih baik,” imbuhnya.

Adapun ke 6 ketua TP PKK yang dilantik tersebut masing-masing dr. Sheila Noberta, Sp.A, M.Kes sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Siti Khadijah Mikhailia Khairunisa Alamsyah, Ba (Hons) sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Ogan Ilir. Kemudian Ir. Riza Novianto Gustam sebagai Ketua TP PKK Musi Rawas, Dra. H. Rita Suryani sebagai Ketua TP PKK Musi Rawas Utara, Hj. Badiar Dewi Kuryana sebagai Ketua TP PKK OKU, serta Isyana Lonetasari, S.H sebagai Ketua  TP PKK dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Usai Dilantik, Enam Ketua TP PKK Diminta Serius Tekan Angka Stunting Sumsel PALEMBANG,Tintamerah.co.id-  Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang juga selaku Pembina Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumsel  kembali mengingatkan jajaran TP PKK Provinsi dan Kabupaten/kota di daerah itu untuk  terus memasifkan program posyandu sebagai salah satu cara yang paling efektif dalam menekan angka kasus stunting. “Posyandu teruslah digalakan karena keberadaan Posyandu ini yang akan bisa dengan cepat menekan kasus anak stunting di Sumsel,” ungkapnya saat memberikan arahan pada pelantikan Ketua TP PKK OKU Timur, OKU, OKU Selatan, Ogan Ilir, Musi Rawas dan Musirawas Utara oleh Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia HD di Griaya Agung, Jumat (26/2) petang. Menurut HD, tugas pokok dan fungsi yang paling luas ada pada PKK, dimana Ketua TP PKK miliki tugas yang luar bisa beratnya,  karena berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat yang ada di kabupaten / kota sebagai pendorong majunya daerah selaras dengan Misi-Visi  sang  suami sebagai  kepala daerah. “Setiap daerah itu harus ada yang diunggulkan, jangan ikut-ikutan dengan program yang ada di daerah sebelahnya. OKU ada unggulan sendiri, begitu juga dengan Musirawas demikian juga dengan Kabupatenkota lainnya.  Kita ada tempat  dianjungan Taman Mini Indonesia Indah  manfaatkan sebagai tempat promosi produk unggulan daerah kita,” harapnya. Sementara itu Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia HD mengharapkan, para Ketua TP KK Kabupaten yang baru saja dilantik dapat segera dapat bekerja dengan menselaraskan arah kebijakan sesuai dengan   10 program pokok PKK. “Bagi Ketua  TP PKK yang baru saja dilantik segeralah bekerja, PKK harus mampu menjadi motor penggerak masyarakat  kearah yang lebih baik,” imbuhnya. Adapun ke 6 ketua TP PKK yang dilantik tersebut masing-masing dr. Sheila Noberta, Sp.A, M.Kes sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Siti Khadijah Mikhailia Khairunisa Alamsyah, Ba (Hons) sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Ogan Ilir. Kemudian Ir. Riza Novianto Gustam sebagai Ketua TP PKK Musi Rawas, Dra. H. Rita Suryani sebagai Ketua TP PKK Musi Rawas Utara, Hj. Badiar Dewi Kuryana sebagai Ketua TP PKK OKU, serta Isyana Lonetasari, S.H sebagai Ketua  TP PKK dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. (YL)

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru