Danrem 044/Gapo Mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana

Rabu, 3 Maret 2021 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG|Tintamerah.co.id–Komandan Korem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji S.IP., S.Sos mengikuti rakor Nasional penanggulangan Bencana, rabu ( 3/3/2021).

Kegiatan rakor ini bertempat di Command Center Kantor Gubernur Sumsel Jl. Kapten A. Rivai Kec. Ilir Timur I Kota Palembang. Yaitu kegiatan Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana kegiatan ini langsung dibuka oleh Presiden RI secara Virtual.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Herman Deru, SH, MM Gubernur Prov. Sumsel, Mayjen TNI Agus Suhardi Pangdam II/Swj, Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S, MM Kapolda Sumsel, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, S.IP., S.Sos. Danrem 044/Gapo, Drs. M. Rum, SH. MH. Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel, H. M A Gantada, SH, M.Hum Ketua DPRD Prov. Sumsel, H. Aris Saputra Kasat Pol PP Prov. Sumsel, Hertika Marly Ketua Humas dan Protokol, H. Iriansyah Ka Pelaksana BPBD Prov. Sumsel, Mayor Inf Eko Budianto Pabandya Ops Kasdam II/Swj, Panji Tjahidin Kepala Dinas Kehutanan Prov. Sumsel, Benny Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sumsel.

BACA JUGA  Rayakan Kemerdekaan, Bukit Asam dan Relawan Bakti BUMN Kobarkan Semangat Bangun Negeri di HUT RI ke-80

Presiden RI Ir H. Joko Widodo dalam sambutannya membuka Rakornas menyampaikan, Bencana Hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung mendominasi kejadian bencana terjadi. Catatan BNPB, sebanyak 127 kejadian banjir terjadi di beberapa wilayah Tanah Air, sedangkan Tanah Longsor 30 kali dan Puting Beliung 21 kali. Kejadian bencana lain yang tercatat yaitu Gelombang Pasang 5 kejadian dan Gempa Bumi 2 kali.,”ungkapnya.

Lebih lanjut Presiden mengatakan, Bencana ini juga mengakibatkan kerusakan fasilitas publik. Dari sejumlah kejadian bencana, kerusakan pada fasilitas penduduk berjumlah 18 unit, rumah ibadah 15, kesehatan 3, kantor 2 dan jembatan 25. Kerusakan fasilitas publik akibat gempa masih dalam pendataan. Melihat dampak bencana, masyarakat selalu diimbau untuk tetap waspada dan siaga. Terkait bencana Hidrometeorologi, BNPB meminta masyarakat untuk memperhatikan perkiraan cuaca yang diinformasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengingat puncak musim hujan masih terjadi hingga Maret 2021,”imbuhnya.

BACA JUGA  Balita Asal Desa Teladan Muba Harumkan Provinsi Sumsel

BNPB mengingatkan,” untuk melakukan persiapan keluarga dalam menghadapi sejumlah potensi bahaya tersebut. Diskusikan di antara keluarga dengan terlebih dahulu mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko di sekitar. Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi, seperti Ina RISK, Info BMKG, Magma Indonesia untuk mengetahui potensi bahaya dan risiko. Selanjutkan anggota keluarga dapat mendiskusikan upaya konkret yang dapat dilakukan di sekitar tempat tinggal. (YL)

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru