BUMD PDAM Way Komering OKU Timur Kategori Sakit

Selasa, 9 Maret 2021 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKU TIMUR|Tintamerah.co.id – Direktur Perusahaan Air Minum (PDAM) Way Komering Kabupaten OKU Timur, Sorimuda mengatakan BUMD yang dipimpinnya saat ini masuk dalam kategori sakit.

“Jika berdasarkan standar PDAM Indonesia, PDAM Way Komering masuk dalam kategori sakit. Banyak faktor yang menyebabkan, namun kita masih berusaha untuk membenahinya termasuk manajemen,” kata Sorimuda, diruang kerjanya, Selasa (9/3/2021).

Disampaikan Sorimuda, banyak faktor yang menyebabkan PDAM Way Komering masuk dalam kategori sakit, diantaranya rasio jumlah pegawai tidak berimbang, terlalu banyaknya tunggakan tidak tertagih dimasyarakat, terlalu besarnya struktur organisasi, pendapatan lebih kecil dari pengeluaran, serta, budaya kerja kurang kurang disiplin.

Dijelaskannya, saat ini jumlah sambungan PDAM Way Komering terus berkurang karena adanya pemutusan akibat pelanggan yang tidak mau membayar tagihan, dari 4.600 sambungan sekarang hanya 4.300 sambungan. Sedangkan jumlah pegawai di PDAM Way Komering sebanyak 95 orang.

BACA JUGA  Peringati HUT Kodam II Sriwijaya, Kodim 0412/LU Ziarah dan Do'a Bersama Rombongan

“Jumlah pegawai tidak sesuai dengan jumlah sambungan yang ada. Idealnya dalam seribu sambungan rasionya ada delapan pegawai. Dari sini saja PDAM Way Komering sudah terlihat sakit, idealnya jumlah pegawai sebanyak 40 orang,” jelasnya.

Menurut dia, peran dan dukungan pemerintah daerah itu sangat penting, karena memang dalam pengelolaan PDAM itu memerlukan peran serta dari pemerintah daerah, salah satunya dalam hal pendanaan.

“Kita sudah sampaikan beberapa solusi kepada bapak Bupati OKU Timur sebelumnya. Salah satunya perampingan pegawai dan harus adanya bantuan dari Dinas Perkim terkait pengadaan meteran air ke konsumen sehingga rasio pegawai tercapai,” ujarnya.

Banyak masyarakat yang ingin memasang saluran PDAM, namun pihaknya terkendala dalam pengadaan meteran. Jika pemerintah bisa membantu, maka rasio pegawai dengan jumlah sambungan bisa tercapai.

BACA JUGA  187 Sat Pol PP Palembang Divaksinasi Tahap Kedua

“Kita juga sedang membuat langkah langkah lain untuk menyehatkan PDAM Way Komering, dengan mengajukan Perda penyertaan modal ke DPRD, tapi ini masih dalam proses. Selain itu, dalam waktu dekat kita juga akan menerapkan PP No. 54 Tahun 2018,” imbuhnya.

Terkait dispilin kerja, pihaknya selama ini sudah melakukan pembenahan terkait manajemen tapi hasilnya tidak maksimal dikarenakan SDM karyawan yang ada belum mampu menerima perubahan.

“Sanksi sudah kita terapkan, seperti tiga orang karyawan diberhentikan karena sudah mendapat empat kali surat peringatan. Namun dispilin kerja masih kurang karena SDM yang ada masih belum mampu menerima perubahan,” pungkasnya. (Qlu)

Berita Terkait

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Berita Terbaru