Selain Langka, Eceran Gas 3 Kg di Arga Makmur di Harga 35 Ribu

Kamis, 27 Juli 2023 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu Utara | Tintamerah.co.id – Harga eceran gas 3 kg di wilayah Kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, melonjak naik drastis dengan harga bervariasi sampai 25 ribu dan 35 ribu rupiah, untuk dipangkalan dan eceran.

“Harga yang tiba-tiba naik drastis akibat kelangkaan ini, dan membuat warga Kota Arga Makmur cukup menjerit. Dimana sebelumnya gas 3 kg tersebut di harga eceran 20 rb, tapi akhir-akhir ini melonjak naik 35 ribu, keluh Zul warga Arga Makmur menyampaikan kepada media ini.”

Masih disampaikanya, dampak dari langkah dan naiknya eceran gas tersebut banyak warga terpaksa (darurat- red) sementara beralih menggunakan kayu bakar, dan juga magic com untuk memasak. Dikarnakan gas hampir satu minggu lebih menghilang dari peredaran alias langkah, jelasnya.

BACA JUGA  Bersama Pangdam II/ Sriwijaya, Kapolda Sumsel Berikan Bantuan Warga Isoman Covid-19

“Jadi kami berharap betul kepada pemerintah daerah mendengar suara kami rakyat kecil ini dan dapat mencari solusi terkait kelangkaan gas 3 kg ini seperti melakukan sidak apakah ada dugaan mengarah ke permainan terkait kelangkaan, jadi kami berharap betul kapan akan kembali normal. Sampainya, Rabu (26/07/2023).

“Terpisah Ir. Siti Qoriah Rosydiana Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bengkulu Utara, dikonfirmasi terkait kelangkaan gas 3 kg di Wilayah Kota Arga Makmur dirinya membenarkan, dan kita sudah melakukan pemantauan.” Ujarnya.

Lanjut Kadis Perindag dimana sebelumnya pada Selasa 25 Juli lalu, stok gas 3 kg masuk dipangkalan wilayah Arga Makmur. Dan mungkin memang banyaknya warga Wilayah Arga Makmur yang membutuhkan dan mencari, tak lama (sekejab-red) gas 3 kg dipangkalan ludes.

BACA JUGA  Update Covid-19 Muba: Bertambah 7 Kasus Sembuh, 1 Positif

Terkait normalnya dan kembali keberadaan gas, Kadis Perindak belum bisa berkomentar dan memastikan tersebut. Yang jelas kita Perindag Bengkulu Utara, sampai saat ini masih terus melakukan pemantaun dilapangan. Tutup Kadis Perindak. (yapp)

Berita Terkait

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Berita Terbaru