Pameran Stand Kuliner Aceh Timur Juara 1 Dalam Penilaian PKA- 8 Tahun 2023 Banda Aceh

Selasa, 7 November 2023 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh | Tintamerah.co.id – Stand pameran Kuliner Tradisi Kabupaten Aceh Timur menjadi stand terbaik dalam perhelatan Pekan Kebudayaan Aceh ( PKA) – 8 yang diselenggarakan di taman Ratu Sultanah Safiatuddin, Selasa, (7/11/2023).

Peringkat 1 untuk kategori Penilaian stand kuliner PKA ke 8 Banda Aceh berhasil di peroleh Kabupaten Aceh Timur setelah melewati serangkaian penilaian dari dewan juri.

Sementara juara II diraih oleh kabupaten Gayo Lues, peringkat III Kota Subulussalam, peringkat IV Kabupaten Bener meriah, dan peringkat V ditorehkan untuk Kabupaten Aceh Barat.

“Alhamdulillah kita memperoleh peringkat 1 di pameran Kuliner PKA -8. Terimakasih kami sampaikan kepada seluruh tim yang telah berkerja keras dalam pameran ini,”Dra. Zuhrawati, Koordinator Stand Kuliner.

BACA JUGA  Pemprov dan DPRD Sumsel Sepakati Rancangan Awal RPJMD 2025–2029

Dra.Zuhrawati menyebutkan Sejak dibuka bazar kuliner di Arena Anjungan Kabupaten Aceh Timur sudah terlihat begitu banyak pengunjung datang ke stand kuliner Aceh Timur guna membeli serta memburu jajanan kuliner khas Aceh Timur,

“Ragam kuliner khas asal kabupaten Aceh Timur yang terletak di bagian Pantai Timur Aceh ini di pamerkan setiap harinya selama PKA ke 8 berlangsung, Setiap hari ada sajian kuliner bervariasi kita pamerkan,” ujar Dra. Zuhrawati

Dra. Zuhrawati merincikan ada 18 kuliner dari stand Aceh Timur yaitu Batari Bandeng Tanpa Duri, Kari kambing pak Is, Cek Man Kolding.

Selain itu ada makanan lainnya rujak Blang Bitra, Mie Blang Bugeng, Mie Kocok Jamno IDI, Bhoi, Kue Keukarah, Haluwa, Mieu Keung Peureulak Bakpia Dapoe Ustrah, Kue Lemang Julok, Pulot ijo dan ragam kuliner lainya.

BACA JUGA  Pj Bupati Apriyadi Yakin PSN Jalan Tol Baleno Selesai Tepat Waktu

“Semoga ini menjadi pengobat letih dan lelahnya kawan-kawan semua dalam mempersiapkan segala sesuatunya,” demikian tutup Dra. Zuhrawati.

(DN)

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru