Pemprov bersama BI Perwakilan Sumsel Kolaborasi Libatkan Pelajar Kendalikan Inflasi dengan Masifkan Program GSMP

Selasa, 28 Mei 2024 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, Tintamerah.co.id–  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumsel berkolaborasi melibatkan para pelajar guna mengendalikan inflasi daerah dengan memasifkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) Goes to School. Hal ini diungkapkan Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Agus Fatoni yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) S.A Supriono saat membuka kegiatan Training of Trainers (ToT) Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) Goes to School Awards 2024 di Hotel Zuri, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (28/5/2024).

Supriono mengatakan saat ini Pemprov Sumsel belum memiliki wadah khusus untuk mendidik calon petani milenial. Oleh karena itu, menurutnya sekolah mampu menciptakan petani milenial di masa depan.

“Bisnis pertanian itu belum merambah sampai usia muda, ini berbeda dengan di pulau Jawa yang telah menjadi budaya,” kata Supriono.

BACA JUGA  Sumsel Tekan Kasus Kematian Akibat Sakit jantung

Oleh karena itu, Supriono mendorong sekolah-sekolah untuk bersinergi dalam menyiapkan lulusan terbaik. Terlebih pada tahun 2045 mendatang penduduk Indonesia akan menjadi nomor empat terbesar di dunia sehingga tantangan yang ditimbulkan pun akan semakin banyak terutama dalam pemenuhan pangan.

“Di masa mendatang akan ada dua krisis dunia yang menyebabkan ekonomi terguncang yaitu krisis pangan dan krisis energi. Maka dari itu sejak dini kita harus siapkan generasi yang bisa menciptakan pangan sehat dan banyak serta energi yang tak terbatas,” jelasnya.

Supriono mengatakan mulanya GSMP dikenalkan pada tahun 2021 bertujuan mengubah pola pikir masyarakat dari sekedar pembeli menjadi produsen. Hal ini diharapkan komiditi yang kerap memicu inflasi dapat ditanam sendiri di pekarangan rumah.

BACA JUGA  Manasik Akbar Zafa Tour Dihadiri Ribuan Jamaah

“Selama ini inflasi di Sumsel berkutat dengan komoditas seperti cabai, bawang merah selalu itu. Padahal itu bisa kita tanam sendiri,” ucapnya.

Sejak diluncurkan pada tahun 2021 di Kabupaten Lahat, Pemprov Sumsel secara masif mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan dan pekarangan ditanami kebutuhan pokok sehari-hari. Bahkan, melalui program GSMP ini masyarakat juga diajak untuk dapat beternak ayam, ikan dan lain-lain.

“Dengan mengubah mindset seperti ini diharapkan masyarakat tidak lagi ketergantungan memenuhi kebutuhannya dengan suplai dari daerah lain,” ujar Supriono.

Melalui kegiatan ini, Sekda Sumsel S. A. Supriono juga berkesempatan menyerahkan bantuan bibit dan benih cabai secara simbolis kepada sejumlah perwakilan sekolah di Sumsel.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumsel M. Latief mengatakan inflasi Sumsel bulan April tercatat sebesar 3,12 persen (year on year) lebih tinggi dari nasional. Salah satu yang sering memberikan sumbangan inflasi ini adalah cabai sehingga perlu diwaspadai TPID. Sejalan dengan hal tersebut, BI Perwakilan Sumsel bersinergi mendukung Pemprov dalam Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).

BACA JUGA  Sinergi Positif Dengan Media, Kemenag Sumsel Raih PWI Sumsel Award

“TOT ini merupakan tindaklanjut launching GSMP Goes to School. Dimana guru dapat mendampingi siswa dalam membudidayakan benih cabai yang kami berikan pada 140 sekolah se Sumsel,” jelasnya.

Untuk memacu semangat Kepala Sekolah, penyuluh pertanian dan para siswa, pihaknya akan memberikan penghargaan dalam program GSMP Goes to School Award.  Dimana kegiatan tersebut akan diisi berbagai materi baik dari Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP), Dinas Pertanian dan beberapa narasumber lainnya.

Berita Terkait

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Berita Terbaru