Firdaus Hasbullah di Perkemahan PGK Sumsel: Pemuda Harus Mandiri, Kolaboratif, dan Berpikir Global

Selasa, 28 Oktober 2025 - 01:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG | titamaerah.co.id -, Dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2025, Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Provinsi Sumatera Selatan menggelar Perkemahan Kebangsaan di Bumi Perkemahan Cadika, Palembang, Senin (27/10/2025) malam.

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari kalangan pemuda, pelajar, dan komunitas sosial yang ingin menumbuhkan kembali nilai-nilai persatuan dan gotong-royong di tengah era digital saat ini.

Ketua DPW PGK Sumsel Firdaus Hasbullah, dalam sambutannya mengatakan, malam perkemahan ini memiliki makna mendalam sebagai refleksi perjuangan pemuda Indonesia di masa lalu.

“Malam ini aura yang kita rasakan tentu jauh berbeda dengan malam genting pada 27 Oktober 1928, ketika para pemuda Indonesia berjaga hingga dini hari untuk memproklamirkan Sumpah Pemuda keesokan harinya,” ujar Firdaus.

Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial atau perkemahan biasa, melainkan sarana pembelajaran tentang kehidupan berbangsa.

BACA JUGA  Kodim 0420/Sarko Jalin Silaturahmi dan Coffee Morning dengan Insan Pers

“Perkemahan adalah miniatur kehidupan bangsa. Di sini kita belajar hidup sederhana, bergotong-royong, saling menghormati tanpa sekat jabatan maupun status sosial. Semua peserta berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, tidur di tenda yang sama, dan makan di tempat yang sama,” jelasnya.

Menurut Firdaus, dari suasana kebersamaan seperti inilah lahir nilai solidaritas dan empati yang menjadi fondasi utama dalam membangun bangsa.

“Kita belajar dari api unggun malam ini. Cahaya hanya akan menyala terang jika bilah-bilah kayu saling menopang. Begitu pula bangsa ini, hanya akan kuat bila rakyatnya bersatu. Dari sinilah lahir kebersamaan, kesederhanaan, kebijaksanaan, dan persaudaraan,” ujarnya penuh makna.

Firdaus juga menyoroti tantangan generasi muda masa kini yang bukan lagi menghadapi penjajahan fisik, tetapi penjajahan pikiran, krisis identitas, dan lunturnya semangat kebersamaan.

BACA JUGA  Sambut Kedatangan Gibran di Bumi Sriwijaya, Ketua DPD Partai Golkar Sumsel Siap Menangkan Prabowo dan Gibran

“Ruang digital kerap memecah belah, menanamkan kebencian, dan melemahkan rasa saling percaya. Karena itu, pemuda Sumsel harus menjadi obor kebangsaan—generasi yang tidak mudah diadu domba, tidak mudah dibeli, dan tidak mudah menyerah,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk meneguhkan tiga komitmen kebangsaan:

  1. Meneguhkan identitas kebangsaan. Jadilah pemuda yang bangga menjadi orang Indonesia, bangga menjadi bagian dari Sumatera Selatan bukan hanya karena tempat lahir, tapi karena nilai dan tanggung jawabnya.
  2. Menumbuhkan etos kemandirian dan kolaborasi. Kemandirian tanpa kolaborasi menumbuhkan kesombongan, sementara kolaborasi tanpa tanggung jawab melahirkan ketergantungan.
  3. Menjadi bagian dari solusi bangsa. Pemuda harus turun tangan menghadapi isu nasional—kemiskinan, lingkungan, digitalisasi, hingga degradasi moral.

“Jadilah pemuda yang berpikir global dan berakal lokal,” tandas Firdaus.

Dalam kesempatan itu, Firdaus juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Palembang dan Gubernur Sumatera Selatan atas dukungan terhadap kegiatan kepemudaan.

BACA JUGA  Geruduk Mapolres Ogan Ilir, Pose RI Minta Kapolres Tegas Berantas Mafia BBM Ilegal Tanpa Pandang Bulu

“Kehadiran perwakilan pemerintah malam ini adalah pesan kuat bahwa pemerintah dan pemuda harus berjalan bersama menjaga semangat Sumpah Pemuda — bukan hanya dalam seremoni, tapi dalam tindakan nyata,” tuturnya.

Sementara itu, tokoh pemuda Sumatera Selatan, Suparman Romans, menambahkan bahwa momentum Sumpah Pemuda harus menjadi ajang refleksi semangat nasionalisme.

“Kita harus mengenang jasa para pejuang dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif. Dimanapun dan kapanpun, ingatlah bahwa kita tidak akan merdeka tanpa perjuangan leluhur. Tugas kita adalah melanjutkan perjuangan itu dengan karya nyata,” ujarnya penuh semangat.

Pada acara tersebut, Ketua DPW PGK Sumsel, Firdaus Hasbullah memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu berupa tangan palsu secara gratis.

 

Laporan: yulie | Editor: ej@

Berita Terkait

Perkuat Ketahanan Pangan, Prajurit Yon TP Digembleng Bimtek Pertanian Strategis
Estafet Tongkat Komando: Danrem 044/Gapo Lantik Dandim Muara Enim dan Lahat yang Baru
Dobrak Sekat Eksklusivitas, Bank Sumsel Babel & OJK Hadirkan Layanan Perbankan ‘Tanpa Batas’ untuk Disabilitas
Revolusi WFH di Palembang: fave+ Hotel Hadirkan Paket ‘Work & Fun Holiday’ Mulai Rp545 Ribu!
BNNP Sumsel Musnahkan 16,9 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Dua Gembong Besar Kini Jadi Buruan Maut!
Perangi Narkoba dan Pungli, Kepala Rutan Palembang Teken PKS Strategis Bersama BNN Sumsel
Cuma 75 Ribu! BATIQA Hotel Palembang Dobrak Akhir Pekan dengan Pesta Kuliner Sepuasnya
Audit Kinerja Itdam II/Sriwijaya Tuntas: Korem 044/Gapo Siap Sapu Bersih Temuan Demi Transparansi Mutlak

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 12:52 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Prajurit Yon TP Digembleng Bimtek Pertanian Strategis

Kamis, 23 April 2026 - 12:43 WIB

Estafet Tongkat Komando: Danrem 044/Gapo Lantik Dandim Muara Enim dan Lahat yang Baru

Kamis, 23 April 2026 - 12:36 WIB

Dobrak Sekat Eksklusivitas, Bank Sumsel Babel & OJK Hadirkan Layanan Perbankan ‘Tanpa Batas’ untuk Disabilitas

Rabu, 22 April 2026 - 16:55 WIB

Revolusi WFH di Palembang: fave+ Hotel Hadirkan Paket ‘Work & Fun Holiday’ Mulai Rp545 Ribu!

Rabu, 22 April 2026 - 16:18 WIB

BNNP Sumsel Musnahkan 16,9 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Dua Gembong Besar Kini Jadi Buruan Maut!

Berita Terbaru